Percaya

Dinyatakan Positif COVID-19: Sepenggal Ceritaku Menjalani Isolasi Bersama Tuhan

Dinyatakan Positif COVID-19: Sepenggal Ceritaku Menjalani Isolasi Bersama Tuhan

Oleh Dian Mangedong, Makassar.

“Hasil tes swab pegawai sudah keluar, dan kamu hasilnya positif…” Aku NA, salah satu anggota tim perawatan isolasi Covid di rumah sakit swasta. Mendengar kabar itu dari balik telepon, seketika duniaku runtuh.

Bersyukur dan Percaya di Tengah Kesulitan, Sanggupkah?

Bersyukur dan Percaya di Tengah Kesulitan, Sanggupkah?

Oleh Cana, Surabaya.

Pimpinan di tempat kerjaku memanggilku di bulan Desember lalu dan menyampaikan bahwa kontrak kerjaku tidak akan dilanjutkan lagi.

“Oh Tuhan…kejutan apa lagi yang akan terjadi di tahun ini?” Pertanyaan ini segera muncul di benakku.

Sendirian di Tahun 2020?

Sendirian di Tahun 2020?

Oleh Aryanto Wijaya, Jakarta.

Di awal bulan Desember, seorang teman berbicara kepadaku di telepon. “Tahun 2019 aja rasanya sudah berat banget. Aku nggak kebayang gimana nanti 2020, sanggup nggak ya?” katanya lirih.

Jangan Sia-siakan Waktu Menunggumu!

Jangan Sia-siakan Waktu Menunggumu!

Oleh Jalen Galvez, Filipina.

Tahun 2016, ibuku didiagnosis kanker payudara stadium empat.

Ketika aku mendengar kabar ini, aku bertanya-tanya mengapa pada Tuhan. Ada banyak pertanyaan dalam benakku, dan aku tidak bisa tidak memikirkannya.

Jadilah Padaku Seperti yang Tuhan Ingini

Jadilah Padaku Seperti yang Tuhan Ingini

Oleh Irene, Surakarta.

“Hidup ini kuletakkan pada mezbah-Mu ya Tuhan. Jadilah padaku seperti yang Kau ingini.”

Penggalan lagu berjudul “Seperti yang Kau Ingini” itu terus mengalun di kamar rumah sakit Bethesda, Yogyakarta, 12 tahun silam. Lagu yang dinyanyikan oleh Nikita itu menemani saat-saat ketika nenek yang kukasihi terbaring lemah karena stroke.

Momen Natal yang Membuatku Mengenang Perjumpaan Pertamaku dengan Kristus

Momen Natal yang Membuatku Mengenang Perjumpaan Pertamaku dengan Kristus

Oleh Putra, Jakarta

Memasuki bulan Desember, memoriku mengingat kembali kenangan yang terjadi bertahun-tahun lalu. Waktu itu aku masih duduk di bangku SD dan salah satu hal yang paling kusukai tentang Natal adalah hari liburnya.

Di Tengah Kekhawatiranku, Tuhan Memberikan Kedamaian

Di Tengah Kekhawatiranku, Tuhan Memberikan Kedamaian

Oleh Calvin Woo, Malaysia.

Apa yang harus kulakukan setelah lulus kuliah nanti? Pekerjaan apa yang harus aku lamar? Haruskah aku memulai usahaku sendiri? Haruskah aku melanjutkan studiku? Apakah sekarang waktu yang tepat untuk berpacaran?

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah pertanyaan biasa yang kita semua pasti pernah pertanyakan di suatu fase dalam hidup kita.

Tuhan Yesus Menyelamatkanku dengan Cara-Nya yang Tak Terduga

Tuhan Yesus Menyelamatkanku dengan Cara-Nya yang Tak Terduga

Oleh Aisha*, Jakarta.

Aku bukanlah orang Kristen sejak lahir. Orang tua dan keluarga besarku pun tidak ada yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Keluargaku melarangku berteman dengan orang yang tidak seiman dengan kami. Sampai aku duduk di kelas 2 SMP, aku tidak pernah tahu Yesus itu siapa.

Nenekku dan Seorang Perempuan Nepal

Nenekku dan Seorang Perempuan Nepal

Oleh Eugene Seah, Singapura.

Ketika kami duduk mengelilingi api unggun untuk menghangatkan diri dari dinginnya udara pagi di Nepal, temanku yang adalah seorang Nepal membagikan kabar Injil kepada seorang perempuan yang menyiapkan sarapan kami.

Perempuan itu menjawab, “Kalau dengan percaya kepada Tuhanmu aku bisa tidak bekerja, aku akan percaya!”

 Page 1 of 5  1  2  3  4  5 »