Penyakit

Cerpen: Mamaku Terkena Stroke Tiba-tiba

Cerpen: Mamaku Terkena Stroke Tiba-tiba

Oleh Eka Arapenta Ginting, Medan.

Pagi hari itu, Jumat, 8 Agustus 2014, aku terbangun dari tempat tidurku. Aku terkejut melihat mamaku tergeletak di ambal dan sedang diurut oleh ahli urut. Di samping mamaku, ada papa dan kakak.

Apakah Sakit Kankerku Merupakan Bagian dari Rencana Tuhan?

Apakah Sakit Kankerku Merupakan Bagian dari Rencana Tuhan?

Oleh Debra Hunt, Selandia Baru.

Satu kalimat yang tak pernah ingin kudengar: “Kamu terkena kanker.”

Usiaku 31 tahun ketika aku menerima diagnosis mengejutkan itu. Aku dan suamiku dikaruniai tiga orang anak yang masih kecil dan aku bekerja sebagai pendeta bagi anak-anak di gerejaku.

Virus Wuhan: Tinggal di “Kota Hantu” dan Diliputi Ketakutan

Virus Wuhan: Tinggal di “Kota Hantu” dan Diliputi Ketakutan

Oleh Kim Cheung, Tiongkok.

Waktu terasa berjalan amat lambat belakangan ini.

Tulisan ini kutulis dari provinsi Jiangsu, tempat tinggalku. Ini adalah hari ketiga perayaan Tahun Baru Imlek (27 Januari 2020)—waktu di mana kami seharusnya sibuk mengunjungi sanak famili dan teman-teman. Namun kenyataannya, kami hanya terduduk di rumah sambil terus memantau keadaan terkini dari media sosial tentang penyebaran virus Corona.

Andrew Hui: Usiaku 32 Tahun dan Aku Menanti Ajalku

Andrew Hui: Usiaku 32 Tahun dan Aku Menanti Ajalku

Ditulis oleh Janice, Singapura.

Di usia 32 tahun, Andrew hanya memiliki waktu dua hingga tiga bulan untuk hidup.

Pengobatan dengan cara radiasi telah dihentikan sebulan yang lalu setelah dianggap tak lagi efektif untuk mengendalikan penyebaran sel kanker dalam tubuhnya.

Divonis Tumor Payudara, Pertolongan Tuhan Nyata Bagiku

Divonis Tumor Payudara, Pertolongan Tuhan Nyata Bagiku

Oleh Lidia , Jakarta

Pernahkah kamu menerima berita yang begitu mengejutkan dan itu sontak membuatmu sedih dan terpukul? Mungkin itu bisa berupa berita kehilangan orang yang kamu sayangi secara tiba-tiba, atau ketika kamu divonis memiliki penyakit yang tidak kamu sadari hingga kamu harus dioperasi.

Setelah Divonis Sakit, Aku Belajar Merawat Tubuhku

Setelah Divonis Sakit, Aku Belajar Merawat Tubuhku

Oleh Raganata Bramantyo, Jakarta.

Sejak kuliah dulu, aku bukanlah seorang yang peduli dengan kesehatan. Aku selalu tidur larut malam, makan tidak teratur, dan tidak pernah berolahraga. Kupikir banyak tertawa dan makan buah sudah cukup untuk membuat tubuh sehat, lagipula Alkitab pun berkata kalau hati yang gembira adalah obat.

Bagaimana Seharusnya Kita Merespons Sakit Penyakit?

Bagaimana Seharusnya Kita Merespons Sakit Penyakit?

Oleh Julia Lee, Singapura.

Sebagai seorang pekerja medis, tugasku adalah menyediakan dukungan bagi mereka yang menderita kekurangan fisik, gangguan mental, ataupun keduanya. Dalam pekerjaanku, aku telah bertemu dengan banyak pasien dan anggota keluarganya yang menghadapi berbagai keadaan sulit karena penyakit yang diderita.

Janelle: Menghadapi Penyakit dengan Goresan Pena

Janelle: Menghadapi Penyakit dengan Goresan Pena

Oleh Jasmine Koh, Singapura

Mungkin itu karena senyum hangat yang selalu terhias di wajah Janelle*. Atau, mungkin juga, karena kepribadiannya yang ramah sehingga orang-orang menyukai dia. Sulit rasanya membayangkan bahwa di balik senyum dan sikapnya yang lemah lembut, terdapat penyakit yang sedang menggerogoti tubuhnya.

Sebuah Penyakit yang Meruntuhkan Keegoisanku

Sebuah Penyakit yang Meruntuhkan Keegoisanku

Oleh Amanda, Bali

Terkadang, sulit bagi kita untuk melihat apa sesungguhnya rencana Tuhan untuk kita saat ini. Kita mungkin bersungut-sungut dan bertanya mengapa hal-hal ini terjadi? Mengapa harus seperti ini? Bahkan, tidak jarang kita marah atas segala sesuatu yang terjadi di luar keinginan kita.

 Page 1 of 2  1  2 »