Pendidikan

Berkat yang Kuterima dari Kegagalanku

Berkat yang Kuterima dari Kegagalanku

Oleh Marion Sitanggang, Jakarta.

Sejak SMP aku bercita-cita menjadi seorang Psikolog Anak. Profesi itu adalah dambaan bagiku karena aku bisa menolong para orang tua yang kesulitan menghadapi anak-anak mereka, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan psikis anak-anak yang berpengaruh terhadap masa depan mereka.

Panggilan Melayani di Pelosok Negeri

Panggilan Melayani di Pelosok Negeri

Oleh Blessdy Clementine, Jakarta.

Sejak SMP, aku sangat menyukai kegiatan sosial. Aku merasa bahagia ketika berbagi sembako kepada petugas kebersihan di sekitar Jakarta, mengunjungi panti asuhan dan panti wredha, menghabiskan waktu bersama anak-anak di yayasan kanker, dan sebagainya.

Sulit Membuat Keputusan? Libatkanlah Tuhan dalam Hidupmu

Sulit Membuat Keputusan? Libatkanlah Tuhan dalam Hidupmu

Oleh Airell Ivana, Bandung.

Kelas 3 SMA—momen di mana keputusan tentang masa depan harus dibuat.

Aku bingung. Di jenjang ini, semua siswa harus menentukan, antara melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau langsung bekerja.

Ketika Keputusan Karierku Berbeda dari Teman-temanku

Ketika Keputusan Karierku Berbeda dari Teman-temanku

Oleh Aloysius G. Dinora, Yogyakarta

Tanganku lemas, kakiku mati langkah, dan tubuhku mulai bergetar. Aku bertanya dalam hati, “Sebegitu rendahkah aku, seorang sarjana dengan predikat cum laude, hanya mendapat gaji minimum kabupaten Bantul?” Padahal baru saja aku bersukacita ketika tahu bahwa sebelum wisuda aku telah diterima bekerja di sebuah yayasan pendidikan.