Pelayanan

Keluargaku, Ladang Pelayananku

Keluargaku, Ladang Pelayananku

Oleh Novita Sari Hutasoit, Tangerang.

Apa yang biasanya kita pikirkan atau lakukan menjelang liburan: langsung menyusun jadwal untuk bepergian ke destinasi wisata hits atau pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga?

Yang Terlupakan dari Pelayanan: Kasih Yang Semula

Yang Terlupakan dari Pelayanan: Kasih Yang Semula

Oleh Erick Mangapul Gultom, Jakarta.

Kaum muda dengan semangatnya yang berapi-api dan energinya yang meluap-luap selalu berhasil mengisi dan menghidupi wadah pelayanan dan persekutuan di lingkungan sekolah, kampus, dan gereja.

Terlalu Fokus Pelayanan Membuatku Lupa Siapa yang Kulayani

Terlalu Fokus Pelayanan Membuatku Lupa Siapa yang Kulayani

Oleh Diana Mangendong, Makassar.

Mengisi masa muda dengan aktif pelayanan terasa melegakan, bukan? Saat generasi milenial sedang sibuk-sibuknya mendongkrak popularitas lewat media sosial, saat dunia sedang ramai berselisih paham antarlingkup perbedaan dan persaingan kekuasaan, kita justru telah dipanggil dan dipilih menjadi kawan sekerja Allah.

Belajar dari Kisah Naaman: Menerima Saran Sebagai Cara untuk Memperbaiki Diri

Belajar dari Kisah Naaman: Menerima Saran Sebagai Cara untuk Memperbaiki Diri

Oleh Olyvia Hulda, Sidoarjo.

“Baik, terima kasih. Saranmu akan aku perhatikan.”

“Terima kasih atas masukannya. Kami akan berusaha melakukan yang terbaik.”

Ketika Aku Terjerat Dosa Memegahkan Diri

Ketika Aku Terjerat Dosa Memegahkan Diri

Oleh Agnes Lee, Singapura.

Ada suatu masa di mana aku pernah menawarkan diriku untuk menulis satu artikel per minggu untuk membantu tim pelayananku mencapai target. Meskipun kemampuan menulisku dalam bahasa Inggris rasanya biasa saja, tapi aku suka menghubungkan pengalaman dan pemikiranku dengan firman Tuhan dan menuliskannya.

Interupsi dari Allah

Interupsi dari Allah

Oleh Vika Vernanda, Jakarta.

Di samping kuliah, aku terlibat dalam pelayanan untuk siswa SMA. Aktivitas ini membuat jadwal keseharianku menjadi penuh. Aku perlu meluangkan waktu untuk rapat, membicarakan pola pelayanan, juga berdoa bersama rekan-rekan sepelayananku.

Bagaimana Aku Bisa Melayani dengan Sikap Hati yang Benar?

Bagaimana Aku Bisa Melayani dengan Sikap Hati yang Benar?

Oleh Constance Goh, Singapura.

Pada suatu waktu, aku pernah melayani di tujuh pelayanan dan menghadiri lima rapat gereja dalam satu akhir pekan. Aku tidak sedang berusaha menunjukkanmu betapa sucinya aku. Justru, aku sedang memberitahumu betapa konyolnya aku.

Hidup Ini Adalah Kesempatan, Sudahkah Aku Memanfaatkannya dengan Bijak?

Hidup Ini Adalah Kesempatan, Sudahkah Aku Memanfaatkannya dengan Bijak?

Oleh Queenza Tivani, Jakarta.

Di suatu malam aku menjelajahi timeline Instagramku. Aku melihat beberapa temanku memposting sebuah screenshot dari akun Kitabisa.com, sebuah akun untuk penggalangan dana. Aku tidak membaca jelas postingan itu dan melewatkannya begitu saja. Tapi, semakin lama aku melihat lebih banyak teman-teman sekampusku mulai memposting screenshot itu.

Melalui Pelayanan di Gereja, Tuhan Mengubahkanku

Melalui Pelayanan di Gereja, Tuhan Mengubahkanku

Oleh Mary, Surabaya.

Sudah cukup lama aku berdoa pada Tuhan mengenai kerinduanku untuk melayani di gerejaku. Sebelumnya aku hanyalah jemaat biasa yang mengikuti ibadah umum setiap hari Minggu. Meski aku rindu untuk melayani, tapi aku adalah orang yang cenderung pemalu dan introver, jadi aku bingung kepada siapa aku harus bicara soal kerinduanku melayani ini.

 Page 1 of 8  1  2  3  4  5 » ...  Last »