Minder

Diam, Tak Bisa Melawan

Diam, Tak Bisa Melawan

Oleh Nurafni

Orangtua kemungkinan besar akan bangga ketika mengetahui anaknya dapat bersekolah di sekolah favorit. Tak cuma orangtuanya, anaknya pun tentulah merasa bangga. Itulah perasaanku ketika aku diterima di sekolah favorit sewaktu SMP.

Apakah Kamu Merasa Pelayananmu di Gereja Tidak “Sukses”?

Apakah Kamu Merasa Pelayananmu di Gereja Tidak “Sukses”?

Oleh Leslie Koh.

Kamu aktif melayani di gereja. Kamu hadir setiap Minggu pagi, datang lebih awal untuk menata bangku dan menyiapkan peralatan kebaktian, atau kamu menjemput jemaat-jemaat yang renta dari rumah mereka, lalu mengantarnya hingga mereka duduk di tempat biasa mereka di ruang ibadah.

Kala Instagram Merenggut Sukacitaku

Kala Instagram Merenggut Sukacitaku

Oleh Minerva Siboro, Tangerang

Suatu ketika, aku melihat status temanku di Facebook. “Untuk saat ini tidak akan aktif dalam media sosial manapun. Seluruhnya telah menjadi racun bagiku dan mungkin hanya bisa menghubungiku lewat WA saja,” tulisnya. Dengan membaca status itu, aku menerka, mungkin saja temanku ini sedang bergumul karena ketergantungan pada media sosial. Aku lalu merefleksikan pada diriku sendiri, apakah aku mengalami yang sama?

Berdamai dengan Diri Sendiri

Berdamai dengan Diri Sendiri

Pernahkah kamu menolak dirimu sendiri?

Mungkin ketika nilai-nilaimu tak memenuhi keingan orang tuamu? Karena teman-temanmu mengejek dan menertawakanmu? Atau, karena kondisi keluargamu tak sebaik keluarga orang lain? Dunia ini mengajari kita untuk selalu merasa tidak puas. Ibarat secarik kertas putih, kita dinodai oleh pandangan-pandangan buruk yang berkembang di sekeliling kita. Tanpa kita sadari, kita pun menolak diri kita.

Dalam Penyesalan Sekalipun, Anugerah-Nya Memulihkan Kita

Dalam Penyesalan Sekalipun, Anugerah-Nya Memulihkan Kita

Oleh Meista Yuki Crisinta, Tangerang.

Menjadi orang yang minder dan kurang percaya diri membuatku sering kesulitan saat membuat pilihan dalam hidup ini. Bukan hanya pilihan dalam ruang lingkup besar dan krusial, tapi juga pilihan ‘sepele’ dalam kehidupan sehari-hari. Semisal: aku harus pakai baju apa hari ini agar terlihat bagus?

Imperfect: Menjadi Sempurna dalam Ketidaksempurnaan

Imperfect: Menjadi Sempurna dalam Ketidaksempurnaan

Oleh Tabita Davinia Utomo, Jakarta.

Film besutan Ernest Prakasa dan istrinya, Meira Anastasia yang tayang perdana di akhir 2019 lalu mungkin menjadi film yang dinantikan banyak orang. Film ini mengangkat isu yang hangat di masyarakat saat ini: insecurity.

Pergumulanku untuk Belajar Menyayangi Diriku Sendiri

Pergumulanku untuk Belajar Menyayangi Diriku Sendiri

Oleh Paramytha, Surabaya.

Tak kenal maka tak sayang”, ungkapan yang tak lagi asing di telinga kita. Jika dicermati, rasanya memang tidak mungkin menyayangi seseorang jika kita belum mengenalnya. Mengenal adalah langkah pertama untuk dapat menyayangi.

Ketika Kerinduan untuk Memperoleh Kasih Sayang Menguasai Diriku

Ketika Kerinduan untuk Memperoleh Kasih Sayang Menguasai Diriku

Oleh Rachel, Malaysia.

Aku tumbuh besar dalam sebuah keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang. Aku tidak perlu berusaha apa-apa untuk mendapatkan kasih dari mereka.

Kekurangan Fisik Membuatku Minder, Tapi Tuhan Memandangku Berharga

Kekurangan Fisik Membuatku Minder, Tapi Tuhan Memandangku Berharga

Oleh Abyasat Tandirura, Toraja

Aku lahir dengan kondisi di mana langit-langit dalam rongga mulutku terbuka sehingga ketika aku berbicara, suaraku tidak jelas. Teman-temanku pernah mengejekku. Aku sangat sedih dan hampir menangis, tetapi seorang guruku menegur mereka dan menenangkanku.

 Page 1 of 2  1  2 »