Posts

Saling Menolong

Kamis, 15 September 2016

Saling Menolong

Baca: 2 Korintus 1:3-7

1:3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,

1:4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.

1:5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.

1:6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.

1:7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.

[Allah] menghibur kami . . . sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan. —2 Korintus 1:4

Saling Menolong

“Tubuh Kristus” adalah frasa misterius yang disebutkan berulang kali dalam Alkitab Perjanjian Baru. Rasul Paulus secara khusus menggunakan frasa itu sebagai gambaran tentang gereja. Setelah Yesus naik ke surga, Dia menyerahkan pelayanan-Nya kepada para pria dan wanita yang berdosa dan inkompeten. Sebagai kepala gereja, Dia memberikan tugas kepada murid-murid-Nya yang sering bimbang —juga kepadamu dan saya—untuk menjadi perpanjangan tangan, kaki, telinga, mata, dan suara-Nya.

Keputusan Yesus untuk berperan sebagai kepala yang tidak kasatmata dari sebuah tubuh yang besar dan terdiri dari banyak anggota itu berarti bahwa Dia sering mengharapkan kita untuk saling menolong di tengah penderitaan yang kita alami. Rasul Paulus mungkin membayangkan hal serupa ketika menulis, “[Allah] menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah” (2Kor. 1:4-5). Di sepanjang pelayanannya, Paulus benar-benar menerapkan prinsip itu, ketika ia mengumpulkan bantuan untuk korban kelaparan, mengutus rekan-rekan pelayanannya ke daerah-daerah yang bermasalah, dan mengakui karunia-karunia yang dimiliki orang percaya sebagai pemberian dari Allah sendiri.

Frasa “tubuh Kristus” mengungkapkan panggilan hidup kita dengan sangat baik—yakni untuk menjadi wakil Kristus di tengah dunia, terutama bagi orang-orang yang membutuhkan bantuan. —Philip Yancey

Ya Tuhan, terima kasih Engkau selalu setia menghiburku saat aku terluka. Tunjukkanlah kepadaku siapa yang membutuhkan penghiburan dariku hari ini.

Kehadiran Allah menghibur kita; kehadiran kita menghibur sesama.

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 22-24; 2 Korintus 8

Artikel Terkait:

Tugasku: Menangis dengan Orang yang Menangis

Mewawancarai keluarga yang sedanng berduka untuk menuliskan kisah tentang mereka adalah tugas Michele sebagai seorang jurnalis. Mendengar tugas itu saja sudah membuat kaki dan tangannya gemetar. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Baca selengkapnya di dalam artikel ini.

Tangan yang Terbuka

Minggu, 17 Juli 2016

Tangan yang Terbuka

Baca: Kisah Para Rasul 20:22-35

20:22 Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ

20:23 selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.

20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

20:25 Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah.

20:26 Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa.

20:27 Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.

20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

20:29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.

20:30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.

20:31 Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.

20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

20:33 Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.

20:34 Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.

20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”

Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima. —Kisah Para Rasul 20:35

Tangan yang Terbuka

Pada tahun 1891, Biddy Mason dikebumikan dalam makam tanpa nisan di Los Angeles. Hal itu memang lazim bagi wanita yang lahir sebagai budak, tetapi agak janggal bagi seseorang yang sukses seperti Biddy. Setelah memperoleh kebebasannya lewat keputusan pengadilan pada tahun 1856, ia menjadi kaya dengan memadukan keahliannya sebagai perawat dan kecakapan dalam berbisnis. Setelah melihat masalah yang dihadapi para imigran dan narapidana, Biddy pun menolong mereka dengan melibatkan diri dalam banyak kegiatan amal sehingga orangorang sering mengantre di depan rumahnya untuk meminta bantuan. Tahun 1872, hanya enam belas tahun setelah merdeka dari perbudakan, ia dan menantu laki-lakinya mendanai pendirian Gereja Episkopal Metodis Afrika Pertama di Los Angeles.

Hidup Biddy mencerminkan kata-kata Rasul Paulus: “Telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima” (Kis. 20:35). Memang Paulus datang dari latar belakang yang terhormat dan bukan dari perbudakan, tetapi ia memilih jalan hidup yang kemudian membuatnya dipenjara dan mati martir demi melayani Kristus dan sesamanya.

Pada tahun 1988, para dermawan meresmikan batu nisan untuk Biddy Mason dalam acara yang dihadiri walikota Los Angeles dan hampir 3.000 jemaat dari gereja kecil yang dirintis di rumah Biddy seabad sebelumnya. Biddy pernah berkata, “Tangan yang terbuka akan diberkati, karena ia memberi dengan limpah pada saat ia menerima kelimpahan.” Tangan yang telah memberi dengan murah hati itu menerima warisan yang begitu berlimpah. —Tim Gustafson

Siapakah orang di hidup kamu yang sedang bergumul dan butuh pertolonganmu? Bagaimana kamu dapat menolong orang atau keluarga itu hari ini?

Tangan yang terbuka akan diberkati, karena ia memberi dengan limpah pada saat ia menerima kelimpahan. —Biddy Mason

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 18-19; Kisah Para Rasul 20:17-38

Artikel Terkait:

Belajar Memberi = Belajar Taat

Ketika aku akhirnya belajar memberi, … ketakutan dan kekhawatiran yang tadinya memenuhi pikiranku perlahan sirna. Ketakutan itu ternyata hanya ada di kepalaku, siasat iblis yang hendak meruntuhkan niatku untuk taat memberi.Yuk baca kesaksian selengkapnya dari Radius di dalam artikel ini.

Melayani Kristus

Kamis, 23 Juni 2016

Melayani Kristus

Baca: Efesus 6:5-9

6:5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,

6:6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,

6:7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

6:8 Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.

6:9 Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

Taatilah tuanmu yang di dunia . . . sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah. —Efesus 6:5-6

Melayani Kristus

“Aku seorang sekretaris,” ujar seorang teman kepada saya. “Ketika aku menyebutkan pekerjaanku kepada orang lain, terkadang mereka melihatku dengan rasa iba. Namun saat mereka tahu siapa atasanku, mereka berubah dan menjadi sangat kagum!” Dengan kata lain, orang sering memandang sebelah mata sejumlah pekerjaan tertentu, kecuali pekerjaan tersebut ada kaitannya dengan orang-orang yang kaya atau terkenal.

Namun demikian, bagi seorang anak Tuhan, pekerjaan apa pun, terlepas dari siapa pun yang menjadi atasannya, dapat dikerjakan dengan rasa bangga karena sesungguhnya kita sedang melayani Tuhan Yesus.

Di Efesus 6, Paulus berbicara kepada para hamba dan tuan. Ia mengingatkan kedua kelompok itu bahwa kita semua melayani satu Tuan yang ada di surga. Oleh karena itu, kita perlu mengerjakan segala sesuatu dengan ketulusan hati, penuh integritas, dan sikap hormat, karena sesungguhnya kita melayani dan bekerja untuk Kristus sendiri. Rasul Paulus mengingatkan kita agar “dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia” (Ef. 6:7).

Sungguh merupakan kehormatan untuk melayani Allah dalam segala sesuatu yang kita kerjakan, baik dalam menjawab telepon, mengendarai kendaraan, melakukan pekerjaan rumah tangga, atau menjalankan usaha. Marilah bekerja sambil tersenyum hari ini, karena kita menyadari bahwa apa pun yang kita kerjakan, kita sedang melayani Allah. —Keila Ochoa

Tuhan Yesus, aku mau melayani Engkau dalam segala hal yang kukerjakan. Tolong aku mengingat hal ini, setiap kali aku mengawali hari.

Kasih kita kepada Allah ditunjukkan dengan kerelaan melayani.

Bacaan Alkitab Setahun: Ester 9-10; Kisah Para Rasul 7:1-21

Artikel Terkait:

Bukankah Kami Sudah Melayani-Mu, Tuhan?

Pernahkah kamu merasa Tuhan tidak adil? Di saat kamu sudah giat melayani-Nya, namun Dia sepertinya lebih bermurah hati memberkati orang lain. Ovit Samuel pernah merasakannya. Namun, ketika dia merenungkan sikapnya lagi dalam terang Firman Tuhan, dia menjadi malu. Apa yang membuat Ovit merasa malu? Apa yang dikatakan Firman Tuhan tentang melayani-Nya?

Hidupmu Mempunyai Maksud

Sabtu, 4 Juni 2016

Hidupmu Mempunyai Maksud

Baca: 1 Petrus 4:7-11

4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

4:9 Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.

4:10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

4:11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. —1 Petrus 4:11

Hidupmu Mempunyai Maksud

Pada suatu hari yang terik di Texas bagian Barat, Vania, keponakan saya, melihat seorang wanita berdiri di dekat lampu lalu lintas sambil mengangkat papan yang bertuliskan sesuatu. Ketika mobilnya semakin dekat, Vania berusaha membaca apa yang tertera pada papan tersebut dan mengira bahwa wanita itu hendak meminta sejumlah makanan atau uang. Vania terkejut ketika melihat kata-kata yang tertulis pada papan itu: “Hidupmu Mempunyai Maksud.”

Allah menciptakan setiap dari kita demi suatu maksud yang spesifik. Maksud utamanya adalah untuk membawa kemuliaan bagi-Nya, dan salah satu cara melakukannya adalah dengan melayani kebutuhan sesama (1Ptr. 4:10-11).

Seorang ibu dari anak balita dapat menemukan maksud hidupnya tatkala ia menyeka ingus dari hidung anaknya dan menceritakan tentang Yesus kepada anak-anaknya. Seorang karyawan yang sedang menekuni pekerjaan yang sebenarnya tidak memuaskannya, dapat menemukan maksud hidupnya ketika ia bekerja dengan sungguh-sungguh, karena mengingat Tuhanlah yang ia layani (Kol. 3:23-24). Seorang wanita yang kehilangan penglihatannya masih dapat menemukan maksud hidupnya dengan mendoakan anak-anak dan cucucucunya serta mengarahkan mereka untuk beriman kepada Allah.

Mazmur 139 mengatakan bahwa sebelum kita dilahirkan, “dalam kitab-[Nya] semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk” (ay.16). Kita dijadikan dengan “dahsyat dan ajaib” untuk membawa kemuliaan bagi Pencipta kita (ay.14).

Jangan lupa: Hidupmu mempunyai maksud! —Cindy Hess Kasper

Tuhan, kami sering merasa hidup kami terombang-ambing antara kebosanan dan tantangan. Hari ini, tolonglah kami agar dapat melihat Engkau di tengah keadaan apa pun yang sedang kami hadapi. Tunjukkanlah kepada kami secercah maksud dan makna yang Engkau kehendaki di dalam setiap keadaan.

Sekalipun segala sesuatu tidak lagi terasa berarti, Allah masih mempunyai maksud atas hidupmu.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 21-22; Yohanes 14

Artikel Terkait:

Saat Aku Menyadari Tidak Semua Impian Dapat Menjadi Kenyataan

Pernahkah kamu memiliki banyak keinginan, harapan, dan cita-cita? Sukma Sari pernah. Bahkan dia rajin menuliskan setiap impian dan keinginannya. Namun, suatu ketika, keinginannya tidak bisa terwujud. Apa yang Sukma lakukan? Bagaimana dia menjalani hari dengan impiannya yang hancur itu?

Rutinitas Sehari-Hari

Selasa, 3 November 2015

Rutinitas Sehari-Hari

Baca: Efesus 6:5-9

6:5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,

6:6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,

6:7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

6:8 Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.

6:9 Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. —Kolose 3:23

Rutinitas Sehari-Hari

Bahasa Latin merupakan pelajaran wajib selama 4 tahun di SMA. Saya bersyukur atas disiplin itu sekarang. Namun, saat SMA, saya bersusah payah mempelajarinya. Guru mengharuskan kami berlatih dengan pengulangan. Beberapa kali dalam sehari, ia berkata, “Repetitio est mater studiorum” yang berarti, “Pengulangan adalah kunci pembelajaran”. Kami bergumam, “Repetitio est absurdum” atau “Pengulangan itu sangat tak masuk akal”.

Sekarang saya menyadari bahwa sebagian besar hidup kita sesungguhnya adalah pengulangan—serangkaian kegiatan yang harus kita lakukan berulang kali dengan begitu-begitu saja, tidak membuat antusias, dan cenderung membosankan. Søren Kierkegaard, seorang filsuf asal Denmark, berkata, “Seperti makanan, pengulangan adalah sesuatu yang biasa-biasa saja, tetapi diperlukan.” Meski demikian, ujarnya, “Makanan itulah yang memberikan kepuasan jika disertai ucapan syukur.”

Yang penting bagi kita adalah kesediaan untuk melakukan kegiatan apa saja, sekalipun itu sederhana, membosankan, dan remeh, dengan meminta kepada Allah untuk memberkatinya dan memakainya untuk menggenapi kehendak-Nya. Dengan demikian kita mengubah rutinitas sehari-hari yang biasa-biasa saja menjadi perbuatan bernilai rohani yang sarat dengan upah kekal yang tidak terlihat oleh kita.

Penyair Gerard Manley Hopkins berkata, “Allah dimuliakan saat kita mengangkat tangan untuk berdoa, tetapi juga ketika seseorang mengolah ladang atau membersihkan lantai. Allah begitu besar sehingga segala sesuatu membawa kemuliaan bagi-Nya apabila kita melakukannya dengan sungguh-sungguh.”

Apabila segala sesuatu yang kita lakukan diperbuat untuk Kristus, kita akan dibuat kagum oleh sukacita dan makna yang kita temukan di dalam pekerjaan yang paling sederhana sekalipun. —David Roper

Tuhan, ingatkan kami akan kehadiran-Mu yang luar biasa dalam pekerjaan kami yang sederhana. Kiranya kami mengerjakan segala sesuatunya demi Engkau.

Hati yang rela akan mengubah jerih payah menjadi perbuatan kasih.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 30-31; Filemon

Kekuatan Bersama

Jumat, 4 September 2015

Kekuatan Bersama

Baca: Efesus 4:7-16

4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

4:8 Itulah sebabnya kata nas: “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.”

4:9 Bukankah “Ia telah naik” berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?

4:10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Seluruh tubuh . . . sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota—menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. —Efesus 4:16

Kekuatan Bersama

Seorang pria yang hendak menaiki kereta api di Perth, Australia, tiba-tiba tergelincir dan tungkai kakinya terjebak dalam celah di antara gerbong kereta dan peron. Belasan penumpang segera berusaha menyelamatkan pria itu. Hanya dengan menggunakan kekuatan otot, mereka berusaha mencondongkan gerbong kereta menjauh dari peron, dan pria yang terjebak itu pun bebas! Di suatu wawancara, David Hynes, juru bicara perusahaan kereta api, berkata, “Semua orang segera turun tangan. Kekuatan bersamalah yang menyelamatkan seseorang dari luka parah yang mungkin dideritanya”.

Dalam Efesus 4, kita membaca bahwa kekuatan bersama merupakan rencana Allah dalam membangun keluarga-Nya. Allah telah memberikan kepada setiap dari kita anugerah menurut kasih karunia-Nya (ay.7) untuk maksud khusus agar “seluruh tubuh,—yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota—menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih” (ay.16).

Setiap orang mempunyai tugas yang harus dilakukannya dalam keluarga Allah; tidak ada yang hanya menjadi penonton. Dalam keluarga Allah, kita menangis dan tertawa bersama. Kita menanggung beban satu sama lain. Kita saling mendoakan dan menyemangati. Kita saling menantang dan menolong untuk berpaling dari dosa. Tunjukkanlah, ya Bapa, bagaimana kami dapat menolong sesama anggota keluarga-Mu hari ini. —Poh Fang Chia

Apakah kamu ikut turun tangan atau hanya menonton? Apa saja karunia yang kamu miliki? Bagaimana Allah dapat memakaimu untuk menolong orang lain agar bertumbuh semakin dekat kepada-Nya?

Kita membutuhkan satu sama lain untuk mencapai tujuan yang Allah kehendaki bagi kita bersama.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 143-145; 1 Korintus 14:21-40

Usia Bukan Kendala

Selasa, 1 September 2015

Usia Bukan Kendala

Baca: 1 Korintus 12:12-26

12:12 Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.

12:13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

12:14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.

12:15 Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

12:16 Dan andaikata telinga berkata: “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

12:17 Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?

12:18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.

12:19 Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?

12:20 Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.

12:21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.”

12:22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.

12:23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.

12:24 Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,

12:25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.

12:26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita. —1 Korintus 12:26

Usia Bukan Kendala

Setelah 50 tahun bekerja di lab gigi miliknya, Dave Bowman berencana untuk pensiun dan menikmati usia senjanya. Ia makin yakin akan keputusannya setelah didera penyakit diabetes dan menjalani operasi jantung. Namun, ketika mendengar tentang sekelompok pengungsi muda dari Sudan yang membutuhkan bantuan, ia pun mengambil keputusan yang mengubah hidupnya. Ia memutuskan untuk mensponsori lima orang di antara mereka.

Semakin mengenal para pemuda asal Sudan tersebut, ia mengetahui bahwa mereka tidak pernah berobat ke dokter umum atau dokter gigi sama sekali. Suatu hari di gereja seseorang menyebutkan ayat 1 Korintus 12:26, “Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita”. Ayat itu melekat di benak Dave hingga ia tidak bisa melupakannya. Orang Kristen di Sudan menderita karena mereka tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, dan Dave merasa bahwa Allah mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Namun apa?

Meski telah berusia lanjut dan kondisi kesehatannya buruk, Dave mulai mencari cara untuk membangun sebuah pusat layanan kesehatan di Sudan. Sedikit demi sedikit, Allah memberikan sumber daya dan dana yang diperlukan, hingga pada tahun 2008 Memorial Christian Hospital (Rumah Sakit Kristen Memorial) pun resmi dibuka untuk umum. Sejak itu, ratusan orang yang sakit dan terluka telah dirawat dan diobati di sana.

Memorial Christian Hospital menjadi pengingat bahwa Allah memperhatikan orang yang menderita. Dan sering kali Dia bekerja melalui orang-orang seperti kita untuk membagikan kasih-Nya, bahkan ketika kita berpikir bahwa pekerjaan kita telah usai. — Julie Ackerman Link

Apakah kamu merasa bahwa Allah memanggilmu untuk memenuhi suatu kebutuhan tertentu? Berdoa dan mintalah kepada-Nya untuk menolongmu menjawab panggilan itu dan melangkah dalam iman.

Allah peduli pada penderitaan manusia.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 135-136; 1 Korintus 12

Menolong Orang Lain

Kamis, 14 November 2013

Menolong Orang Lain

Baca: Imamat 19:9-15

Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu. —Imamat 19:9

Ketika badai salju mengubur lahan rerumputan, para peternak harus memberi makan ternak mereka dengan tangan. Ketika jerami diturunkan dari gerobak dan truk, dengan segera binatang yang kuat menyeruak ke depan. Binatang yang lemah atau sakit-sakitan hanya mendapat sedikit makanan atau tidak sama sekali kecuali peternak turun tangan.

Para pekerja dalam kamp pengungsian dan dapur umum melaporkan terjadinya pola yang sama. Ketika mereka membuka toko-toko mereka bagi orang yang membutuhkan, mereka yang lemah dan sakit-sakitan biasanya kesulitan mencapai bagian depan antrian. Sama seperti para peternak, para pekerja kemanusiaan ini harus memastikan bahwa pelayanan mereka dapat diterima oleh mereka yang lemah, sakit, dan terabaikan masyarakat.

Mereka menerapkan prinsip yang telah ditetapkan Allah dahulu kala. Di Imamat 19, Musa memerintahkan para petani dan penggarap kebun di Israel untuk meninggalkan sebagian panen mereka bagi orang miskin dan orang asing sehingga mereka dapat makan (ay.9-10).

Kita juga dapat berperan dengan memperhatikan orang yang lemah dan berbeban berat, entah sebagai seorang guru yang bisa dipercaya oleh para siswa, seorang pekerja yang mau menolong rekan yang sedang ada dalam masalah, seorang tahanan penjara yang mau menolong para tahanan baru, ataupun sebagai orangtua yang menunjukkan perhatian kepada anak-anak kita. Kita semua mempunyai kesempatan untuk menghormati Allah dengan cara menolong sesama.

Dalam upaya kita melayani mereka yang membutuhkan, kiranya anugerah Allah yang menjawab kebutuhan kita akan menggerakkan kita untuk melayani sesama yang membutuhkan anugerah itu. —RKK

Bapa, bukalah mataku untuk melihat mereka yang bergumul untuk
mendapatkan makanan, cinta, dan pengharapan; bukalah hatiku
untuk dapat menolong mereka menikmati kasih, menggunakan
tanganku melayani mereka—dan melalui mereka, aku melayani-Mu.

Kita melayani Allah dengan melayani sesama.