Konflik

Dilema Memutuskan Keluar Kerja di Tengah Pandemi

Dilema Memutuskan Keluar Kerja di Tengah Pandemi

Oleh Leah Koh

Di akhir tahun kemarin aku meninggalkan pekerjaanku sebagai guru yang sudah kutekuni selama 15 tahun—sebuah pekerjaan yang memberiku keseimbangan di tengah tuntutan antara kerja dan keluarga.

Merawat Hati yang Kecewa

Merawat Hati yang Kecewa

Oleh Olive Bendon, Jakarta

Pertemuan Zoom jadi aktivitas yang biasa kulakukan selama pandemi. Dari sekian banyak Zoom yang telah kuikuti, ada satu sesi yang memberikan kesan di hati. Izinkan kuceritakan sekelumitnya pada tulisan ini.

Menghadapi Konflik dengan Cara yang Sehat

Menghadapi Konflik dengan Cara yang Sehat

Bayangkan hidup tanpa adanya konflik, perbedaan pendapat, dan rasa sakit. Atau bayangkanlah jika salah satunya muncul, kita dapat menghapuskannya dan sepakat untuk tidak sepakat. Betapa bahagia dan menyenangkannya hidup kita!

Sayangnya, karena kita semua adalah makhluk berdosa dan hidup dalam dunia yang kelam, konflik pasti akan kita alami dalam kehidupan sehari-hari.

Meruntuhkan Rasa Egois untuk Menjadi Seorang Pemimpin

Meruntuhkan Rasa Egois untuk Menjadi Seorang Pemimpin

Oleh Irene, Surakarta.

Memimpin. Satu kata yang sederhana namun sulit dilakukan. Banyak orang ingin menjadi pemimpin dan punya otoritas. Namun, tak semua paham bahwa arti memimpin yang sesungguhnya adalah melayani.

4 Cara Menghadapi Seseorang yang Berbeda Pendapat Denganmu

4 Cara Menghadapi Seseorang yang Berbeda Pendapat Denganmu

Tahun ini sudah semakin mendekati ujungnya, dan sepanjang masa ini tentunya kamu bertemu dengan beragam orang yang pendapat, cara pikir, atau opininya berbeda darimu.

Catatanku Menjadi Pengurus: 3 Kendala Pelayanan Pemuda di Gerejaku Sulit Berkembang

Catatanku Menjadi Pengurus: 3 Kendala Pelayanan Pemuda di Gerejaku Sulit Berkembang

Oleh Raganata Bramantyo.

Jika dilihat dari segi kuantitas, gerejaku tergolong cukup besar. Ada sekitar 400 jemaat aktif yang rajin beribadah setiap minggunya. Tapi, jika dilihat dari kategori usia, golongan pemuda dan remaja jadi yang paling sedikit. Dalam persekutuan pemuda atau remaja yang digelar tiap Sabtu, yang hadir hanya tiga orang: aku, temanku, dan satu temanku lagi yang merangkap menjadi pembicara sekaligus pemain musik.

Konflik Ada untuk Dihadapi dan Diatasi

Konflik Ada untuk Dihadapi dan Diatasi

#WSKSaTeFilipi: Aku pernah pergi jalan-jalan bersama beberapa teman baikku. Aku menganggap mereka punya pemikiran yang sama denganku. Tapi, tak butuh waktu lama, mereka yang kuanggap sepemikiran ini malah berdebat hal-hal yang kecil, mulai dari urusan selera, kebiasaan pribadi, sampai kepada masalah tentang keputusan apa yang terbaik buat kelompok kami.

Memandang Salib Yesus, Aku Belajar Mengampuni

Memandang Salib Yesus, Aku Belajar Mengampuni

Oleh Veronica*, Jakarta.

Dalam kehidupan orang percaya, tiap kita punya pergumulan yang berbeda-beda. Ada yang bergumul dengan dosa seksual, masalah keluarga, keuangan, dan lain-lain. Aku sendiri bergumul dengan proses memaafkan, yang awalnya begitu sulit kulakukan, tetapi puji Tuhan aku dimampukan-Nya untuk melakukannya.

Belajar dari Kisah Naaman: Menerima Saran Sebagai Cara untuk Memperbaiki Diri

Belajar dari Kisah Naaman: Menerima Saran Sebagai Cara untuk Memperbaiki Diri

Oleh Olyvia Hulda, Sidoarjo.

“Baik, terima kasih. Saranmu akan aku perhatikan.”

“Terima kasih atas masukannya. Kami akan berusaha melakukan yang terbaik.”

 Page 1 of 3  1  2  3 »