Konflik

Konflik Ada untuk Dihadapi dan Diatasi

Konflik Ada untuk Dihadapi dan Diatasi

#WSKSaTeFilipi: Aku pernah pergi jalan-jalan bersama beberapa teman baikku. Aku menganggap mereka punya pemikiran yang sama denganku. Tapi, tak butuh waktu lama, mereka yang kuanggap sepemikiran ini malah berdebat hal-hal yang kecil, mulai dari urusan selera, kebiasaan pribadi, sampai kepada masalah tentang keputusan apa yang terbaik buat kelompok kami.

Memandang Salib Yesus, Aku Belajar Mengampuni

Memandang Salib Yesus, Aku Belajar Mengampuni

Oleh Veronica*, Jakarta.

Dalam kehidupan orang percaya, tiap kita punya pergumulan yang berbeda-beda. Ada yang bergumul dengan dosa seksual, masalah keluarga, keuangan, dan lain-lain. Aku sendiri bergumul dengan proses memaafkan, yang awalnya begitu sulit kulakukan, tetapi puji Tuhan aku dimampukan-Nya untuk melakukannya.

Belajar dari Kisah Naaman: Menerima Saran Sebagai Cara untuk Memperbaiki Diri

Belajar dari Kisah Naaman: Menerima Saran Sebagai Cara untuk Memperbaiki Diri

Oleh Olyvia Hulda, Sidoarjo.

“Baik, terima kasih. Saranmu akan aku perhatikan.”

“Terima kasih atas masukannya. Kami akan berusaha melakukan yang terbaik.”

Tetap Mengasihi Sahabat, Meskipun Dia Berlaku Buruk Padaku

Tetap Mengasihi Sahabat, Meskipun Dia Berlaku Buruk Padaku

Oleh Maxentia Septrierly, Semarang.

Sewaktu SMA dulu aku berteman dekat dengan seorang laki-laki, sebut saja namanya Marvin. Banyak kegiatan yang kami lakukan bersama, mulai dari ekstrakurikuler sampai persekutuan bersama.

Ketika Konflik Terjadi di Gerejaku

Ketika Konflik Terjadi di Gerejaku

Oleh Yunus Kurniawan, Jakarta.

“Aku sih sudah tidak respek lagi dengan dia,” sahut seorang rekanku di gereja. Saat itu aku menyebut nama seorang rekan pelayanan lainnya. Namun, rupanya hubungan mereka sedang tidak baik. Rekanku menganggap bahwa orang yang namanya kusebut itu adalah seorang yang egois.

Memberikan Teguran

Memberikan Teguran

SANTAPAN ROHANI.
Senin, 19 November 2018.

Baca: 1 Samuel 25:21-35

Suatu kali saya pernah berkendara hampir 90 km demi menegur staf saya yang bekerja di kota lain.

Sepakat untuk Tak Setuju

Sepakat untuk Tak Setuju

SANTAPAN ROHANI.
Selasa, 30 Oktober 2018.

Baca: Roma 14:1-13

Saya ingat pernah mendengar ayah berbicara tentang sulitnya menjauhkan diri dari perdebatan yang tak berujung tentang perbedaan dalam penafsiran Alkitab.

Ketika Jumlah Jemaat di Gerejaku Menyusut

Ketika Jumlah Jemaat di Gerejaku Menyusut

Oleh Agustinus Ryanto*, Bandung.

Aku berjemaat di sebuah gereja yang jumlah jemaat aktifnya sekitar 300 orang. Selama bertahun-tahun, aku menikmati indahnya persekutuan yang terjalin antara para jemaat. Rasanya tidak ada sekat yang menjadi pemisah antar golongan di gereja.

Sharing: Bagaimana Tuhan Menolongmu Mengatasi Konflik di Gereja?

Sharing: Bagaimana Tuhan Menolongmu Mengatasi Konflik di Gereja?

Bagikan jawaban kamu di kolom komentar. Kiranya jawaban kamu dapat memberkati sobat muda lainnya.

 Page 1 of 2  1  2 »