Khawatir

Ketika Aku Divonis Sakit Oleh Pikiranku Sendiri

Ketika Aku Divonis Sakit Oleh Pikiranku Sendiri

Oleh Mary Anita, Surabaya.

Hari-hari ini media mana saja membahas COVID-19 tanpa henti, bak seorang artis yang viral mendunia. Setiap hari aku membaca berita, mencari tahu update terkini. Namun, lama-lama kebiasaan ini rupanya melemahkan iman percayaku.

Jangan Hidup dalam Kekhawatiran

Jangan Hidup dalam Kekhawatiran

Oleh Yulinar Br. Bangun, Tangerang.

Di ibadah yang kuikuti beberapa minggu lalu, ada lagu yang mengusik hatiku. Lagu ini ditulis oleh Ira Forest Stanphill, yang berjudul “I Know Who Holds Tomorrow”. Berikut ini sepenggal liriknya:

Virus Corona: Takut itu Manusiawi, Tapi Jangan Biarkan Kepanikan Menguasai

Virus Corona: Takut itu Manusiawi, Tapi Jangan Biarkan Kepanikan Menguasai

Oleh Daniel Ryan Day, Amerika Serikat.

Sebulan terakhir aku merasa biasa-biasa saja. Aku malah membuat beberapa lelucon dan video pendek mengolok-olok orang-orang yang takut dengan virus corona. Tapi, sekarang pertandingan olahraga ditunda, presiden berpidato mendadak dan serius, rumor-rumor beredar kalau perusahaanku akan tutup sementara, penerbangan-penerbangan akan dibatalkan, kampus-kampus mulai kuliah online, dan larangan bepergian ke banyak negara diberlakukan.

Pergumulanku Melawan Pikiran-pikiran Negatif

Pergumulanku Melawan Pikiran-pikiran Negatif

Oleh Kim Cheung

Aku pernah berada di suatu masa ketika emosiku seperti roller coaster. Emosiku bisa naik begitu tinggi dan terjatuh begitu kelam hanya dalam satu hari.

Di hari-hari biasa, ketika aku bangun disambut dengan mentari pagi yang cerah dan hangat, mood-ku pun bagus. Aku merasa hidupku keren dan cerah. Aku bahkan membeli sekuntum bunga untuk menghiasi kamarku.

Tolong! Aku Ingin Bebas dari Overthinking

Tolong! Aku Ingin Bebas dari Overthinking

Oleh Rachel Moreland

Tanganku bergetar, aku lalu membuka ponselku dan mencari tahu mengapa.

Googling.

Beberepa detik kemudian, aku membaca satu artikel tentang tumor otak.

Sakit kepala? Iya.

Bekerja Layaknya Seorang Atlet

Bekerja Layaknya Seorang Atlet

Oleh Dian, Surabaya.

Aku bekerja sebagai guru. Di bulan April 2019, aku mendapatkan keputusan dari atasanku bahwa kontrak kerjaku tidak dilanjutkan lagi. Berita yang membuatku hopeless dan cukup gelisah.

Diam dan Tenang: Senjata Ampuh yang Mengalahkan Kekhawatiran

Diam dan Tenang: Senjata Ampuh yang Mengalahkan Kekhawatiran

Oleh Dorkas Febria Krisprianugraha, Karanganyar.

Ketika sharing kepada orang lain tentang pergumulan yang sedang kamu hadapi, pernahkah kamu mendengar respons: “Sudah, jangan khawatir, berserah saja”, “tenang, bawa saja dalam doa”, atau kalimat-kalimat penenang lainnya?

Saat Aku Mengizinkan Ketakutan Menguasaiku

Saat Aku Mengizinkan Ketakutan Menguasaiku

Oleh Agnes Lee, Singapura.

Setiap orang punya ketakutannya masing-masing. Kadang, ketakutan itu begitu mempengaruhi kita hingga kita terjebak di dalamnya. Buatku, ketakutan yang kualami bermula dari peristiwa masuk angin.

Belajar untuk Tidak Khawatir

Belajar untuk Tidak Khawatir

Oleh Priscila Stevanni, Jakarta.

Seandainya jalan hidup manusia berlapis karpet merah, tentu kita tidak akan pernah ragu, khawatir, atau bahkan takut menghadapi masa depan.

 Page 1 of 2  1  2 »