Kemerdekaan

1 Perjalanan yang Menginspirasiku untuk Berkarya bagi Indonesia

1 Perjalanan yang Menginspirasiku untuk Berkarya bagi Indonesia

Oleh Claudya Tio Elleossa, Surabaya.

Suatu ketika, tatkala aku sedang menjelajah media sosialku, ada seorang teman yang mengungkapkan kekecewaannya dengan mengumbar kritik-kritik tak sedap. Nama “Indonesia” pun dia pelesetkan dengan ejaan yang salah. Ketika kutanya mengapa, dia berkata bahwa kritikan pedas itu adalah satu-satunya cara berkontribusi bagi negeri ini. Jawaban itu kemudian membuatku terdiam tak habis pikir. Jika memang kita “hanya bisa bersuara”, mengapa tidak kita berikan saran dan bukan kecaman?

Mengapa Harus Patuh?

Mengapa Harus Patuh?

Oleh: Abyasat Tandirura

Tersebutlah empat orang pemuda yang harus bekerja di bawah sebuah pemerintahan yang bukan saja tidak takut akan Tuhan, tetapi juga telah menjajah (dan akhirnya menghancurkan) negeri mereka. Sangat wajar seandainya mereka mengeluh dan benci pada pemerintah. Namun, menariknya, mereka ternyata malah bersedia mengabdikan keahlian-keahlian mereka di dalam pemerintahan.

Doa Bagi Indonesiaku

Doa Bagi Indonesiaku

Sharing Lagu
Oleh: Priskila Dewi Setyawan

Lagu gubahan Sidney Mohede yang berjudul “Doa Kami” ini, pernah aku nyanyikan dalam berbagai persekutuan doa bersama komunitas yang berbeda-beda. Aku sangat menyukai lagu ini, bahkan selalu terharu saat menyanyikannya. Ini doaku untuk HUT RI ke-69. Bagaimana denganmu? Apa yang menjadi doamu bagi negeri ini?

Merdeka!

Merdeka!

Menjadi merdeka itu memang penting, namun yang terpenting adalah merdeka di dalam Kristus. Kemerdekaan itu harus dimaknai sebagai proses mengelola diri kita dan usaha menjaga supaya makna kemerdekaan tetap sama seperti saat pertama kali kita mengalaminya.