Keluarga

Ketika Orangtuaku Melarangku untuk Ikut Kelompok Pendalaman Alkitab

Ketika Orangtuaku Melarangku untuk Ikut Kelompok Pendalaman Alkitab

Oleh Ricky Eben Ezer, Depok.

Aku bersyukur karena Tuhan menyayangiku dan menyelamatkanku dari dosa. Setelah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatku, pemimpin kelompok Pendalaman Alkitab (PA) di kampusku menantangku untuk berkomitmen mengikuti PA. Dengan yakin dan bersemangat, aku menerima tantangan itu.

Saat Tuhan Mengajarku untuk Mengasihi Keluarga yang Berbeda Iman Dariku

Saat Tuhan Mengajarku untuk Mengasihi Keluarga yang Berbeda Iman Dariku

Oleh Stephanie*, Sidoarjo.

Kasih. Sepertinya kata ini bukanlah kata yang asing di telinga kita sebagai orang Kristen. Di Alkitab, dalam khotbah-khotbah, persekutuan, dan juga di dalam buku-buku seringkali kata kasih dan perintah untuk mengasihi ini disebutkan. Tapi, mempraktikkan kasih tentu tidak semudah membacanya.

Belajar Memaknai Kasih dari Sudut Pandang yang Berbeda

Belajar Memaknai Kasih dari Sudut Pandang yang Berbeda

Oleh Bagaskara Wijaya

Sepuluh tahun lalu, aku pernah mengeluh dalam doaku kepada Tuhan:

“Seandainya aku punya ayah yang benar-benar mencintaiku, pasti hidupku tidak akan begini,” ucapku.

Selamat Hari Ibu, Ayah!

Selamat Hari Ibu, Ayah!

Oleh Queenza Tivani, Jakarta.

Timeline media sosialku hari ini penuh dengan foto ibu dan anak yang disertai kalimat-kalimat nan indah dan romantis. Wajar saja, karena hari ini adalah tanggal 22 Desember, hari ibu nasional di Indonesia. Aku menatap sekilas wajah-wajah yang tampak bahagia di foto mereka. Perasaanku pun jadi campur aduk.

Catatan Natal di Tanah Rantau

Catatan Natal di Tanah Rantau

Oleh Aloysius Germia Dinora, Yogyakarta.

Tahun ini adalah kali ketiga aku tidak merayakan Natal bersama keluarga. Sebagai anak rantau yang tinggal dan bekerja jauh dari rumah, kadang ada rasa rindu dan sepi ketika harus merayakan Natal tanpa kehadiran orang-orang terkasih. Jika biasanya di rumah aku selalu menyambut Natal dengan melayani di gereja, mendekorasi rumah, dan bersilaturahmi dengan kerabat, di tanah rantau aktivitas ini menjadi sesuatu yang kurindukan.

Ketika Tuhan Memulihkan Keluargaku yang Hancur

Ketika Tuhan Memulihkan Keluargaku yang Hancur

Aku dibesarkan di keluarga broken-home. Sejak aku masih kecil, aku sudah sering menyaksikan kebencian, kecemburuan, amarah, dan emosi-emosi negatif yang memperburuk keadaan keluargaku. Ayahku sering mengancam ibuku untuk bercerai, tapi karena usiaku dan saudara-saudaraku yang masih kecil, ibuku tidak setuju.

Ketika Aku Memahami Arti dari Didikan Orangtuaku

Ketika Aku Memahami Arti dari Didikan Orangtuaku

Oleh Yesi Tamara Sitohang, Semarang

Dulu, aku berpikir masa-masa remajaku adalah fase yang paling buruk dalam hidupku. Aku tinggal dengan orangtua kandungku, tapi hidupku tidak bahagia. Aku menolak ungkapan yang mengatakan “Rumahku, Istanaku”. Bagiku, rumahku adalah tempat yang buruk karena orangtuaku tidak menganggapku sebagai seorang anak, melainkan seorang pekerja yang bisa diperas tenaganya setiap waktu.

Tantangan Mengasihi Keluargaku yang Berbeda Denganku

Tantangan Mengasihi Keluargaku yang Berbeda Denganku

Oleh Katarina Tathya Ratri, Jakarta

Kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan oleh siapa dan dari keturunan apa. Akupun demikian. Aku tidak pernah memilih untuk lahir dari kedua orangtua yang memiliki keyakinan iman berbeda. Awalnya, kehidupan keluarga kami baik-baik saja hingga terjadilah sebuah peristiwa yang mengubahkan kehidupan kami.

Ketika Tuhan Menjawab Doaku dengan 2 Buah Kentang

Ketika Tuhan Menjawab Doaku dengan 2 Buah Kentang

Oleh Diana Yemima

Aku dan keluargaku bergumul dengan permasalahan ekonomi yang terjadi belakangan ini. Gaji ayahku yang diterima setiap bulan tidak mampu mencukupi semua kebutuhan keluarga. Melihat kondisi keluarga yang kekurangan, ibu berjualan kue di sekitar kompleks perumahan.

 Page 3 of 5 « 1  2  3  4  5 »