Kekinian

Hal yang Kulupakan Ketika Aku Asyik Menggunakan Instagram Story

Hal yang Kulupakan Ketika Aku Asyik Menggunakan Instagram Story

Oleh Lidya Corry, Jakarta.

Sekitar setahun lalu, Instagram menciptakan inovasi baru yang sangat digemari oleh para penggunanya hingga saat ini: Instagram Story—yang sering disingkat menjadi Instastory ataupun Snapgram. Melalui fitur ini, kepada followers-nya, seseorang bisa membagikan gambar dan video yang dapat diedit terlebih dahulu secara real-time atau dalam waktu yang hampir bersamaan saat peristiwa tersebut terjadi.

Di Balik Potret Bahagia di Media Sosial

Di Balik Potret Bahagia di Media Sosial

Oleh M. Tiong, Malaysia

Tatkala jariku asyik menjelajah Facebook atau media sosial lainnya, terkadang aku merasa iri terhadap teman-temanku. Ada yang mengunggah foto-foto liburan, barang-barang yang baru dibeli, juga makanan-makanan enak yang mereka nikmati. Berdasarkan apa yang kulihat dari foto-foto itu, aku pikir hidup mereka tampak amat berbahagia. Kemudian, aku membandingkannya dengan diriku sendiri: Mengapa hidupku begitu membosankan?

Jangan Cuma… Tapi Juga…

Jangan Cuma... Tapi Juga...

Terlalu sibuk untuk menjadi kekinian dan ngikutin tren dapat mengalihkan kita dari tujuan hidup kita yang sejati, yaitu memuliakan Tuhan melalui segala yang kita kerjakan. Apakah yang sekarang lebih banyak menyita waktumu?

3 Tanda Aku Menggunakan Ponsel dengan Berlebihan

3 Tanda Aku Menggunakan Ponsel dengan Berlebihan

Oleh Olivia Ow, Singapura

Nomophobia (no-mobile-phobia): Rasa takut akan kehilangan kontak dengan ponsel.

Mungkin inilah yang aku alami. Aku suka menonton video-video Youtube dan konten-konten media sosial di ponselku, dan aku bisa menghabiskan semalam penuh dan semua waktu luangku hanya bersama ponselku itu.

Persahabatan di Era Digital: Erat di Dunia Maya, Renggang di Dunia Nyata

Persahabatan di Era Digital: Erat di Dunia Maya, Renggang di Dunia Nyata

Oleh Michelle O

Jika seandainya ada nominasi untuk kategori “teman terburuk”, mungkin akulah yang akan jadi pemenangnya. Seringkali aku terlalu asyik dalam bekerja hingga aku lupa kalau aku masih memiliki teman. Jari-jariku selalu sibuk membalas tiap-tiap pesan ataupun e-mail yang berkaitan dengan pekerjaan. Aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku sendiri hingga tidak lagi mempedulikan keberadaan teman-temanku. Padahal merekalah orang-orang yang selalu bersamaku bahkan dalam keadaan sukar sekalipun.

Ketika Instagram Menjadi Candu Bagiku

Ketika Instagram Menjadi Candu Bagiku

Oleh Amy Ji, Singapura

Beberapa hari yang lalu, ketika aku baru saja terbangun, beberapa pesan muncul di layar ponselku dan memberitahuku bahwa akun Instagram pribadiku telah diretas.