Kasih

5 Bulan Jadi Ibu, Aku Semakin Mengenal 3 Sifat Bapa di Sorga Ini

5 Bulan Jadi Ibu, Aku Semakin Mengenal 3 Sifat Bapa di Sorga Ini

Oleh Juli Vesiania, Denpasar.

14 Juni 2017. Tepat hari itu perjalananku menjadi seorang ibu dimulai. Aku tak pernah tahu apa rasanya menjadi seorang ibu sebelumnya. Ada perasaan berdebar yang kurasakan. “Apakah aku siap untuk menjadi seorang mama?” tanyaku pada diriku sendiri. Namun, di sisi lain aku juga bersemangat ketika melihat bayi perempuanku yang akan memanggilku “mama” ini.

Sebuah Pelajaran dari Bapak Penjual Sandal

Sebuah Pelajaran dari Bapak Penjual Sandal

Oleh Aryanto Wijaya, Jakarta.

Apa yang akan kamu lakukan ketika ada seseorang yang meminta kepadamu? Sederhananya, ada dua jawaban yang mungkin aku atau kamu akan berikan, yaitu memberi atau menolak.

Namun, ada sebuah peristiwa di mana aku merasa bimbang dan dilema. Di satu sisi aku ingin memberi tapi aku enggan. Di sisi lainnya, aku ingin menolak tetapi tidak sampai hati.

Sampai Sejauh Mana Aku Bisa Mengasihi?

Sampai Sejauh Mana Aku Bisa Mengasihi?

Oleh Agus Andriyanto, Jakarta

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Markus 12:31). Aku sering mendengar ayat ini, tetapi rasanya sulit sekali untuk melakukan apa yang Yesus perintahkan itu mengingat sekarang ini relasi kita kepada sesama mungkin lebih banyak dihitung berdasarkan untung dan rugi. Tapi, ada sebuah film yang mengajariku bahwa perintah untuk mengasihi itu bukanlah sekadar teori semata, tapi memang harus kita lakukan sebagai pengikut Yesus.

Ketika Aku Memahami Arti dari Didikan Orangtuaku

Ketika Aku Memahami Arti dari Didikan Orangtuaku

Oleh Yesi Tamara Sitohang, Semarang

Dulu, aku berpikir masa-masa remajaku adalah fase yang paling buruk dalam hidupku. Aku tinggal dengan orangtua kandungku, tapi hidupku tidak bahagia. Aku menolak ungkapan yang mengatakan “Rumahku, Istanaku”. Bagiku, rumahku adalah tempat yang buruk karena orangtuaku tidak menganggapku sebagai seorang anak, melainkan seorang pekerja yang bisa diperas tenaganya setiap waktu.

Tantangan Mengasihi Keluargaku yang Berbeda Denganku

Tantangan Mengasihi Keluargaku yang Berbeda Denganku

Oleh Katarina Tathya Ratri, Jakarta

Kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan oleh siapa dan dari keturunan apa. Akupun demikian. Aku tidak pernah memilih untuk lahir dari kedua orangtua yang memiliki keyakinan iman berbeda. Awalnya, kehidupan keluarga kami baik-baik saja hingga terjadilah sebuah peristiwa yang mengubahkan kehidupan kami.

Ketika Tuhan Mengajarku Melalui Anakku yang Cacat Mental

Ketika Tuhan Mengajarku Melalui Anakku yang Cacat Mental

Oleh Tilly Palar

Sharon Putri. Dia adalah anak bungsu dari tiga orang bersaudara yang sangat aku kasihi. Waktu itu, ketika Sharon baru berumur satu tahun, dia belum mampu berjalan dan sulit berbicara. Aku khawatir melihat perkembangan fisiknya yang cukup terlambat itu, tapi teman-temanku menyemangatiku bahwa terlambat berjalan dan bicara adalah hal biasa untuk seorang balita.

Mengapa Aku Mengampuni Ayahku yang Adalah Seorang Penjudi

Mengapa Aku Mengampuni Ayahku yang Adalah Seorang Penjudi

Oleh Raganata Bramantyo Wijaya

Mengampuni itu mudah jika hanya dikatakan, tetapi sulit sekali ketika harus dipraktikkan. Benarkah begitu?
Di tahun 2012, rasa benciku kepada ayahku telah memuncak. Bagiku dulu, dia hanyalah seorang penjudi, munafik, dan sangat tidak layak disebut sebagai seorang ayah.

Surat Kepada Diriku yang Dulu adalah Seorang Gay

Surat Kepada Diriku yang Dulu adalah Seorang Gay

Oleh Raphael Zhang, Singapura

Teruntuk Raphael,
Aku adalah dirimu sendiri di 10 tahun yang akan datang. Sebelum aku mulai berbicara tentang banyak hal, aku ingin kamu tahu bahwa Tuhan begitu mengasihimu dan kamu sangat berharga bagi-Nya.
Aku tahu kalau saat ini kamu tidak merasa kalau Tuhan benar-benar mengasihimu karena Dia memintamu untuk berhenti menjalin hubungan sebagai seorang gay. Kamu merasa bahwa satu-satunya kebahagiaanmu telah dihancurkan.

Kisahku sebagai Putri Seorang Penarik Becak yang Belajar Mengampuni

Kisahku sebagai Putri Seorang Penarik Becak yang Belajar Mengampuni

Oleh Yezia Sutrisni, Tangerang

Aku adalah anak bungsu dari enam bersaudara. Ibuku menderita penyakit kanker payudara dan akhirnya meninggal saat aku duduk di kelas 2 SD. Selama hampir satu tahun ibuku terbaring lemah di tempat tidur melawan sakit kankernya.

 Page 4 of 11  « First  ... « 2  3  4  5  6 » ...  Last »