Kasih

Belajar Memaknai Kasih dari Sudut Pandang yang Berbeda

Belajar Memaknai Kasih dari Sudut Pandang yang Berbeda

Oleh Bagaskara Wijaya

Sepuluh tahun lalu, aku pernah mengeluh dalam doaku kepada Tuhan:

“Seandainya aku punya ayah yang benar-benar mencintaiku, pasti hidupku tidak akan begini,” ucapku.

Sebuah Kisah Tentang Gula

Sebuah Kisah Tentang Gula

Oleh Aryanto Wijaya

Ketika Mahatma Gandhi masih menjadi seorang mahasiswa dan belum terkenal, ada seorang ibu datang menghampirinya. Ibu ini sudah kehabisan akal untuk menasihati anaknya yang tak pernah mau menuruti nasihatnya. Akhirnya, karena dia mendengar kabar bahwa Gandhi adalah seorang yang suka memberi nasihat, maka dia pun bermaksud meminta bantuan Gandhi.

Ketika Sahabatku Mengecewakanku, 3 Perenungan Ini Menolongku untuk Mengampuninya

Ketika Sahabatku Mengecewakanku, 3 Perenungan Ini Menolongku untuk Mengampuninya

Oleh Glori Ayuni, Tangerang.

Aku memiliki sahabat di kampus, namanya Dewi*. Persahabatan kami dimulai sejak semester pertama perkuliahan dimulai. Kami duduk di fakultas, program studi, dan kelas yang sama. Bahkan, kami pun tinggal di rumah kos yang sama.

Selamat Hari Ibu, Ayah!

Selamat Hari Ibu, Ayah!

Oleh Queenza Tivani, Jakarta.

Timeline media sosialku hari ini penuh dengan foto ibu dan anak yang disertai kalimat-kalimat nan indah dan romantis. Wajar saja, karena hari ini adalah tanggal 22 Desember, hari ibu nasional di Indonesia. Aku menatap sekilas wajah-wajah yang tampak bahagia di foto mereka. Perasaanku pun jadi campur aduk.

5 Bulan Jadi Ibu, Aku Semakin Mengenal 3 Sifat Bapa di Sorga Ini

5 Bulan Jadi Ibu, Aku Semakin Mengenal 3 Sifat Bapa di Sorga Ini

Oleh Juli Vesiania, Denpasar.

14 Juni 2017. Tepat hari itu perjalananku menjadi seorang ibu dimulai. Aku tak pernah tahu apa rasanya menjadi seorang ibu sebelumnya. Ada perasaan berdebar yang kurasakan. “Apakah aku siap untuk menjadi seorang mama?” tanyaku pada diriku sendiri. Namun, di sisi lain aku juga bersemangat ketika melihat bayi perempuanku yang akan memanggilku “mama” ini.

Sebuah Pelajaran dari Bapak Penjual Sandal

Sebuah Pelajaran dari Bapak Penjual Sandal

Oleh Aryanto Wijaya, Jakarta.

Apa yang akan kamu lakukan ketika ada seseorang yang meminta kepadamu? Sederhananya, ada dua jawaban yang mungkin aku atau kamu akan berikan, yaitu memberi atau menolak.

Namun, ada sebuah peristiwa di mana aku merasa bimbang dan dilema. Di satu sisi aku ingin memberi tapi aku enggan. Di sisi lainnya, aku ingin menolak tetapi tidak sampai hati.

Sampai Sejauh Mana Aku Bisa Mengasihi?

Sampai Sejauh Mana Aku Bisa Mengasihi?

Oleh Agus Andriyanto, Jakarta

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Markus 12:31). Aku sering mendengar ayat ini, tetapi rasanya sulit sekali untuk melakukan apa yang Yesus perintahkan itu mengingat sekarang ini relasi kita kepada sesama mungkin lebih banyak dihitung berdasarkan untung dan rugi. Tapi, ada sebuah film yang mengajariku bahwa perintah untuk mengasihi itu bukanlah sekadar teori semata, tapi memang harus kita lakukan sebagai pengikut Yesus.

Ketika Aku Memahami Arti dari Didikan Orangtuaku

Ketika Aku Memahami Arti dari Didikan Orangtuaku

Oleh Yesi Tamara Sitohang, Semarang

Dulu, aku berpikir masa-masa remajaku adalah fase yang paling buruk dalam hidupku. Aku tinggal dengan orangtua kandungku, tapi hidupku tidak bahagia. Aku menolak ungkapan yang mengatakan “Rumahku, Istanaku”. Bagiku, rumahku adalah tempat yang buruk karena orangtuaku tidak menganggapku sebagai seorang anak, melainkan seorang pekerja yang bisa diperas tenaganya setiap waktu.

Tantangan Mengasihi Keluargaku yang Berbeda Denganku

Tantangan Mengasihi Keluargaku yang Berbeda Denganku

Oleh Katarina Tathya Ratri, Jakarta

Kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan oleh siapa dan dari keturunan apa. Akupun demikian. Aku tidak pernah memilih untuk lahir dari kedua orangtua yang memiliki keyakinan iman berbeda. Awalnya, kehidupan keluarga kami baik-baik saja hingga terjadilah sebuah peristiwa yang mengubahkan kehidupan kami.

 Page 3 of 10 « 1  2  3  4  5 » ...  Last »