Pos

Corine

Sabtu, 3 Agustus 2013

Corine

Baca: 1 Petrus 4:7-11

Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut. —1 Petrus 4:9

Musim dingin yang lalu, ketika kami sedang menyusun paket-paket berisi materi untuk suatu acara pertemuan dengan para pembaca Our Daily Bread di Orlando, Corine datang dan menyapa kami. Saat itu sudah menjelang siang dan ia merasa bahwa kami pasti lapar dan haus. Saya mengatakan kepadanya bahwa kami “baik-baik saja,” tetapi ia menjawab, “Aku tahu kalian baik-baik saja, tetapi kalian perlu makan.” Selang beberapa menit, ia kembali dengan membawa minuman dingin dan makanan ringan.

Selama dua hari kami berada di sana, Corine selalu mampir untuk melihat keadaan kami, membawakan kami makanan atau minuman, dan membantu untuk membuang sampah. Pada suatu kesempatan, saya mengucapkan terima kasih kepadanya dan berkata, “Corine, kamu jelas punya karunia keramahtamahan.” Ia menunduk dan menjawab, “Aku tak tahu. Yang kutahu, Anda menulis artikel renungan, dan aku membantu untuk merapikan tempat ini. Dan Allah akan dimuliakan.”

Corine rindu memberikan kemuliaan bagi Tuhan dengan cara menolong orang. Jelas sekali ia memiliki karunia keramahtamahan dan ia menggunakannya dengan baik. Allah telah mengaruniai setiap anak- Nya dengan keterampilan dan kemampuan agar Dia dapat melayani orang lain melalui diri kita. Anda dapat menemukan karunia-karunia tersebut tercantum dalam Roma 12:4-13, 1 Korintus 12:27-31, Efesus 4:7-12, dan 1 Petrus 4:9-11.

Tuhan telah memberi kita karunia “supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!” (1Ptr. 4:11). —AMC

Semua orang Kristen telah diberi karunia
Menurut anugerah Allah yang di surga,
Diberikan agar membangun dan menguatkan
Jemaat-Nya dalam kasih dan iman. —Fitzhugh

Setiap kita diciptakan dengan unik—dirancang untuk memuliakan Allah dengan cara kita masing-masing.

Terpujilah Allah

Sabtu, 15 Juni 2013

Terpujilah Allah

Baca: 1 Tawarikh 25:1-8

Kenanya dipilih untuk mengepalai para pemain musik dari suku Lewi itu, sebab ia ahli musik. —1 Tawarikh 15:22 BIS

Ketika Jason diminta untuk menyanyi di suatu kebaktian gereja yang sedang dihadirinya, ia sangat senang dapat berperan serta walaupun ia baru diminta beberapa menit sebelum kebaktian dimulai. Ia memilih satu pujian yang tidak asing, “Terpujilah Allah,” karena lagu itu sangat berarti baginya secara pribadi. Ia berlatih beberapa kali di lantai bawah tanah gereja dan kemudian menyanyikannya tanpa iringan musik dalam kebaktian itu.

Beberapa minggu kemudian, Jason mengetahui bahwa ada sejumlah anggota jemaat di gereja tersebut yang tidak menghargai pelayanannya. Mereka mengira ia hanya mau pamer. Karena tidak mengenal Jason, mereka telah salah dengan menganggapnya telah bernyanyi untuk mencari pujian bagi diri sendiri dan bukan untuk memuliakan Tuhan.

Dari Perjanjian Lama kita belajar bahwa Allah menetapkan orang-orang dengan keahlian tertentu untuk terlibat dalam ibadah di bait-Nya. Orang-orang pun dipilih berdasarkan keahliannya—dari pekerja pembangunan hingga pemimpin pujian (1Taw. 15:22 BIS; 25:1,7).

Tuhan memberi setiap orang beragam talenta dan karunia rohani yang berbeda-beda dengan maksud untuk dipakai memuliakan nama- Nya (Kol. 3:23-24). Ketika kita melayani dengan maksud tersebut dan bukan untuk meninggikan diri, kita tidak perlu mempedulikan yang dipikirkan orang lain. Allah memberikan milik-Nya yang terbaik untuk kita—Yesus Anak-Nya—dan kita menghormati Dia dengan memberikan milik kita yang terbaik bagi-Nya. —JAL

Sang Tuan memerlukan yang bisa kau berikan,
Tidak jadi soal jika itu kecil di matamu;
Dia berkarya di dunia lewat anak-anak-Nya,
Jadi berikan kepada-Nya seluruh yang terbaik darimu. —Hess

Kita melakukan yang terbaik ketika kita melayani Allah dengan kesungguhan.

Dikaruniai Untuk Melayani

Minggu, 17 Februari 2013

Dikaruniai Untuk Melayani

Baca: Roma 12:3-13

Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. —1 Korintus 12:6

Suatu hari saya menyadari bahwa kaki kanan saya melakukan semua pekerjaan menginjak pedal ketika saya mengendarai mobil saya yang bertransmisi otomatis. Hanya kaki kanan saya yang menginjak gas dan rem. Kaki kiri saya tidak melakukan apa pun. Apa yang akan terjadi jika saya memutuskan bahwa agar adil, kaki kiri saya harus mengambil alih fungsi kaki kanan saya di tengah perjalanan? Jika Anda belum pernah melakukannya, saya harap Anda jangan mencobanya!

Jika kita saja tidak menuntut kesetaraan fungsi dari anggota-anggota tubuh kita, mengapa justru kita terkadang menuntutnya dari orang-orang di gereja? Kelihatannya hal inilah yang dihadapi oleh jemaat pada abad pertama di Roma. Sebagian orang menganggap diri mereka lebih tinggi derajatnya daripada yang lain (Rm. 12:3) hanya karena mereka mengerjakan hal-hal yang tidak dikerjakan oleh orang lain. Namun Paulus mengingatkan kita bahwa “tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama” (ay.4). Kita diberi karunia sesuai dengan kasih karunia yang dianugerahkan Allah kepada kita (ay.6). Allah memberikan kita beragam karunia itu untuk melayani sesama, bukan diri kita sendiri (ay.6-13). Pelayanan kita haruslah ditandai dengan sikap tekun dan penuh semangat, karena kita sedang melayani Tuhan, bukan manusia (ay.11).

Oleh sebab itu, janganlah kita melihat apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh orang lain. Lihatlah bagaimana Allah dapat memakai Anda di dalam kerajaan-Nya hari ini. Allah telah mengaruniai Anda tepat sesuai dengan kehendak-Nya (ay.3). —CPH

Tuhan, pimpinku hari ini seturut kehendak-Mu. Pakailah karunia
yang telah Engkau berikan padaku untuk mendukung orang lain
dalam iman mereka. Tolong aku tidak membandingkan diriku dengan
orang lain, tetapi puas dengan diriku yang telah Engkau ciptakan.

Tidak semua punya peran yang sama di ladang Allah, tetapi kita semua harus bersatu padu dalam melayani.

Persneling Yang Tak Digunakan

Jumat, 19 Oktober 2012

Persneling Yang Tak Digunakan

Baca: Titus 3:1-8

Bersiaplah untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. —Titus 3:1

Sepeda saya yang pertama hanya punya 1 persneling (roda gigi). Apakah saya melaju cepat atau lambat, menanjak atau meluncur turun, persneling itulah yang melakukan semuanya. Sepeda yang berikutnya punya 3 persneling: untuk jalan datar, jalan menanjak, dan jalan menurun. Sepeda yang ketiga punya 10 persneling, yang memungkinkan saya memiliki lebih banyak pilihan. Meski sepeda yang terakhir punya lebih banyak persneling yang dapat dipilih, saya tak menggunakan semuanya setiap kali bersepeda. Ada persneling yang cocok pada awal kayuhan atau saat jalan menanjak, persneling lain hanya digunakan untuk mempercepat laju sepeda, dan sisanya cocok untuk mengayuh dengan santai. Namun satu hal yang pasti tentang persneling adalah: Meski saya tidak menggunakan semua persneling itu pada saat tertentu, tidak berarti saya tidak akan pernah memerlukan setiap persneling yang ada.

Terkait dengan karunia rohani dan kemampuan kita, hal yang sama juga berlaku. Pada saat-saat dimana saya merasa tidak lagi terpakai untuk melakukan hal-hal tertentu yang dahulu pernah saya lakukan, daripada merasa tidak berguna dan tidak dihargai, saya memilih untuk bersyukur kepada Allah atas “persneling” yang sekarang mampu saya gunakan. Hanya karena suatu keahlian sedang tidak diperlukan sekarang, bukan berarti itu tidak akan pernah diperlukan lagi.

Karunia rohani kita diperlukan dalam kapasitas yang berbeda pada waktu yang berbeda pula. Beragam kebutuhan dan keadaan dapat berubah kapan saja tanpa kita duga. Paulus mengingatkan Titus untuk “siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik” (Ti. 3:1). Kiranya kita juga siap melakukan hal yang sama. —JAL

Bapa surgawi, aku perlu mengingat bahwa apa yang harus kulakukan
itu terserah pada-Mu, namun cara melakukannya tergantung padaku.
Baik sibuk atau tidak, kiranya sikapku tetap penuh cinta damai,
lemah lembut, rendah hati, baik hati, dan rela mengasihi.

Siapkanlah dirimu—Allah akan menemukan tugas bagimu.

Berbagi Ruang

Minggu, 25 Maret 2012

Baca: 1 Korintus 12:12-27

Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. —1 Korintus 12:22

Ada jutaan orang yang menjalankan usaha mandiri di luar rumah mereka. Namun ada di antara mereka yang merasa bahwa bekerja sendirian membuat mereka kesepian. Untuk menyediakan komunitas bagi mereka yang kesepian ini, maka dirancang gedung kantor bersama. Gedung-gedung besar disewakan kepada umum di mana orang yang bekerja sendirian bisa berbagi ruang dengan orang lain. Mereka punya ruang kerja masing-masing, tetapi mereka juga dapat saling bertukar gagasan dengan rekan usaha mandiri yang lain. Fasilitas ini ditujukan bagi mereka yang merasa bisa bekerja lebih baik ketika mereka bersama-sama daripada sendirian.

Terkadang orang Kristen berpikir bahwa mereka bisa bekerja lebih baik dengan mengerjakannya sendiri. Namun kita memang dimaksudkan untuk bekerja sama dengan sesama kita di gereja. Orang Kristen telah ditempatkan dalam “tubuh Kristus” (1 Kor. 12:27), dan Tuhan menghendaki agar kita mengambil bagian dalam persekutuan orang percaya di mana kita ditempatkan—menggunakan karunia rohani kita dan bekerja sama dalam pelayanan-Nya.

Namun karena beragam alasan, ada yang tak bisa melibatkan diri. Karena masalah kesehatan, mereka terkungkung di rumah atau tidak tahu bagaimana bisa memberi diri melayani di gereja. Namun mereka adalah bagian yang dibutuhkan dari tubuh Kristus (ay. 22-25). Itulah saatnya kita bisa memenuhi kebutuhan mereka akan kebersamaan. Mari kerjakan bagian kita sehingga orang lain bisa merasakan bahwa mereka adalah bagian yang tak terpisahkan dari persekutuan orang percaya. Bekerja bersama lebih baik daripada bekerja sendiri. —AMC

UNTUK DIRENUNGKAN
Apa yang bisa Anda lakukan untuk menolong orang lain merasa
sebagai bagian dari persekutuan gereja Anda? Kunjungi mereka,
berdoa dengan mereka, membaca Alkitab bersama, kirimi surat, atau
mengundang mereka untuk melayani orang lain bersama Anda.

Persekutuan membangun dan mengikat kita bersama.

Keahlian Yang Tepat

Rabu, 11 Januari 2012

Baca: Efesus 2:1-10

Agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. —Titus 3:8

“Keahlian apa saja yang Anda miliki?” Pertanyaan itu, yang diajukan dalam suatu wawancara kerja, bertujuan untuk memastikan apakah teman saya cocok untuk posisi yang sedang dilamarnya. Teman saya dengan segera mengingat-ingat apa saja keahlian dan talenta yang dimilikinya. Ia berharap dapat menonjolkan karakteristik unik dari dirinya yang dapat memberikan kontribusi bagi keberhasilan perusahaan.

Bagaimana jika kita telah memiliki seperangkat keahlian yang tepat untuk memenuhi apa yang diinginkan Allah untuk kita lakukan? Tahukah Anda, kita memang telah memilikinya! Karunia rohani yang kita miliki, ditambah dengan pengalaman, pelatihan, bakat alami, dan hati yang berserah, membentuk seorang pribadi unik yang memiliki keahlian-keahlian yang dibutuhkan untuk melakukan “pekerjaan baik” yang telah “dipersiapkan Allah sebelumnya” (Ef. 2:10). Jika Allah punya satu tujuan yang ingin dicapai-Nya dan Anda merasa bahwa Dia sedang memanggil Anda untuk melakukannya, Dia akan menyediakan apa yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Atau, seperti yang ditekankan oleh terjemahan lain, Allah menginginkan kita “supaya kita melakukan hal-hal yang baik yang sudah dipersiapkan-Nya untuk kita.” (Ef. 2:10 bis). Satu hal yang diinginkan-Nya dari kita adalah bahwa kita “ternyata dapat dipercayai” (1 Kor. 4:2).

Sudahkah Anda menemukan tempat dalam pelayanan Allah di mana Anda dapat dipakai oleh-Nya? Marilah kita “berbuat baik” dan “menjadi kaya dalam kebajikan” (1 Tim. 6:18). —CHK

Jangan berpikir bahwa engkau terbatas
Karena apa yang tak bisa kau lakukan,
Sebaliknya, pikirkan semua yang telah engkau miliki—
Talenta yang telah diberikan Allah kepadamu. —D. De Haan

Karunia rohani dimaksudkan untuk dipakai, bukan sekadar untuk dikagumi.

Memainkan Peran Anda

Jumat, 30 Desember 2011

Baca: Roma 12:1-8

Sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama. —Roma 12:4

Selama beberapa tahun terakhir ini, putri saya Rosie menjabat sebagai pengarah drama pada suatu sekolah menengah di kotanya. Murid-murid datang untuk mengikuti audisi dan sejumlah kecil dari mereka terpilih untuk memerankan peran-peran utama. Namun, masih banyak peran pembantu yang penting dan harus dicarikan pemerannya untuk produksi drama itu.

Ada anak-anak muda lain yang ingin menjadi bagian dari pertunjukan, tetapi tidak suka tampil di muka. Merekalah yang bertugas untuk mengganti latar panggung, membuka dan menutup layar, menata cahaya, membantu merias wajah dan menyiapkan kostum pengganti. Kemudian juga ada para orangtua dari masyarakat sekitar yang membawakan pizza dan kue pada waktu latihan, menyumbangkan barang, membangun panggung, menjahit kostum, membuat papan penanda, dan membagi-bagikan buku acara.

Kesuksesan dari pertunjukan tersebut adalah puncak dari suatu proses yang ketat dan giat selama 4 hingga 5 bulan yang bergantung pada kerja keras dari beragam sukarelawan yang penuh dedikasi.

Demikian juga, supaya tubuh Kristus dapat berfungsi sepenuhnya, setiap kita harus mengambil bagian di dalamnya. Setiap orang percaya secara khusus diberikan karunia untuk pelayanan. Ketika semua karunia ini dipadukan dalam suatu hubungan kerja sama, “tiap-tiap anggota itu bekerja seperti yang seharusnya” (Ef. 4:16 BIS), dan masing-masing anggota itu adalah satu tubuh di dalam Kristus (Rm. 12:5).

Kita membutuhkan satu sama lain. Peran apa yang sedang Anda mainkan dalam kehidupan gereja? —CHK

Agar gereja dapat berfungsi sepenuhnya,
Kita semua harus memainkan peran kita;
Walau karunia Roh Kudus begitu banyak,
Mereka berpadu untuk melayani satu tubuh. —Sper

Agar gereja menjadi sehat, anggota-anggotanya haruslah menggunakan karunia rohani mereka.