Pos

Hidupmu Mempunyai Maksud

Sabtu, 4 Juni 2016

Hidupmu Mempunyai Maksud

Baca: 1 Petrus 4:7-11

4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

4:9 Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.

4:10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

4:11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. —1 Petrus 4:11

Hidupmu Mempunyai Maksud

Pada suatu hari yang terik di Texas bagian Barat, Vania, keponakan saya, melihat seorang wanita berdiri di dekat lampu lalu lintas sambil mengangkat papan yang bertuliskan sesuatu. Ketika mobilnya semakin dekat, Vania berusaha membaca apa yang tertera pada papan tersebut dan mengira bahwa wanita itu hendak meminta sejumlah makanan atau uang. Vania terkejut ketika melihat kata-kata yang tertulis pada papan itu: “Hidupmu Mempunyai Maksud.”

Allah menciptakan setiap dari kita demi suatu maksud yang spesifik. Maksud utamanya adalah untuk membawa kemuliaan bagi-Nya, dan salah satu cara melakukannya adalah dengan melayani kebutuhan sesama (1Ptr. 4:10-11).

Seorang ibu dari anak balita dapat menemukan maksud hidupnya tatkala ia menyeka ingus dari hidung anaknya dan menceritakan tentang Yesus kepada anak-anaknya. Seorang karyawan yang sedang menekuni pekerjaan yang sebenarnya tidak memuaskannya, dapat menemukan maksud hidupnya ketika ia bekerja dengan sungguh-sungguh, karena mengingat Tuhanlah yang ia layani (Kol. 3:23-24). Seorang wanita yang kehilangan penglihatannya masih dapat menemukan maksud hidupnya dengan mendoakan anak-anak dan cucucucunya serta mengarahkan mereka untuk beriman kepada Allah.

Mazmur 139 mengatakan bahwa sebelum kita dilahirkan, “dalam kitab-[Nya] semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk” (ay.16). Kita dijadikan dengan “dahsyat dan ajaib” untuk membawa kemuliaan bagi Pencipta kita (ay.14).

Jangan lupa: Hidupmu mempunyai maksud! —Cindy Hess Kasper

Tuhan, kami sering merasa hidup kami terombang-ambing antara kebosanan dan tantangan. Hari ini, tolonglah kami agar dapat melihat Engkau di tengah keadaan apa pun yang sedang kami hadapi. Tunjukkanlah kepada kami secercah maksud dan makna yang Engkau kehendaki di dalam setiap keadaan.

Sekalipun segala sesuatu tidak lagi terasa berarti, Allah masih mempunyai maksud atas hidupmu.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 21-22; Yohanes 14

Artikel Terkait:

Saat Aku Menyadari Tidak Semua Impian Dapat Menjadi Kenyataan

Pernahkah kamu memiliki banyak keinginan, harapan, dan cita-cita? Sukma Sari pernah. Bahkan dia rajin menuliskan setiap impian dan keinginannya. Namun, suatu ketika, keinginannya tidak bisa terwujud. Apa yang Sukma lakukan? Bagaimana dia menjalani hari dengan impiannya yang hancur itu?

Bunga Es

Sabtu, 13 Februari 2016

Bunga Es

Baca: 1 Korintus 12:4-14

12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.

12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.

12:6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

12:7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

12:8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.

12:9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.

12:10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.

12:11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

12:12 Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.

12:13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

12:14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.

Ada bermacam-macam karunia dari Roh Allah, tetapi semuanya diberi oleh Roh yang satu. —1 Korintus 12:4 BIS

Bunga Es

Ketika masih berusia lima belas tahun, Wilson Bentley terpikat oleh keindahan dari serpihan salju. Dengan menggunakan mikroskop tua pemberian ibunya, ia mengamati serpihan salju itu dengan rasa kagum dan membuat ratusan sketsa dari beragam bentuknya yang luar biasa. Namun serpihan salju itu terlalu cepat meleleh sebelum detailnya dapat terlihat jelas. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1885, Bentley mendapat ide untuk menempelkan kamera bellows di mikroskopnya. Setelah mengalami banyak kegagalan, akhirnya ia berhasil memotret serpihan salju pertamanya. Sepanjang hidupnya, Bentley memotret 5.000 serpihan salju dan masing-masing memiliki bentuk yang berbeda. Ia menamainya “keajaiban mungil yang indah” dan “bunga es”.

Tidak ada serpihan salju yang sama persis bentuknya, tetapi semuanya berasal dari satu sumber yang sama. Demikian juga dengan para pengikut Kristus. Kita semua berasal dari Pencipta dan Penebus yang sama, tetapi setiap kita berbeda. Dalam rencana-Nya yang mulia, Allah telah memilih untuk menyatukan beragam jenis orang, dan Dia memberi kita bermacam-macam karunia. Dalam menggambarkan beragam karunia yang dimiliki orang percaya, Paulus menuliskan: “Ada bermacam-macam karunia dari Roh Allah, tetapi semuanya diberi oleh Roh yang satu. Ada bermacam-macam pekerjaan untuk melayani Tuhan, tetapi Tuhan yang dilayani itu, Tuhan yang satu juga! Ada berbagai-bagai cara mengerjakan pekerjaan Tuhan, tetapi yang memberikan kekuatan untuk itu kepada setiap orang adalah Allah yang satu juga”(1Kor. 12:4-6 BIS).

Bersyukurlah kepada Allah atas kontribusi tersendiri yang dapat kamu berikan dalam menolong dan melayani sesama. —Dennis Fisher

Ya Tuhan, terima kasih untuk keunikan yang Engkau berikan kepadaku. Tolong aku setia menggunakan karunia itu untuk melayani-Mu dan sesama.

Setiap orang merupakan hasil karya unik dari rancangan Allah yang penuh kasih.

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 13; Matius 26:26-50

Kekuatan Bersama

Jumat, 4 September 2015

Kekuatan Bersama

Baca: Efesus 4:7-16

4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

4:8 Itulah sebabnya kata nas: “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.”

4:9 Bukankah “Ia telah naik” berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?

4:10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Seluruh tubuh . . . sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota—menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. —Efesus 4:16

Kekuatan Bersama

Seorang pria yang hendak menaiki kereta api di Perth, Australia, tiba-tiba tergelincir dan tungkai kakinya terjebak dalam celah di antara gerbong kereta dan peron. Belasan penumpang segera berusaha menyelamatkan pria itu. Hanya dengan menggunakan kekuatan otot, mereka berusaha mencondongkan gerbong kereta menjauh dari peron, dan pria yang terjebak itu pun bebas! Di suatu wawancara, David Hynes, juru bicara perusahaan kereta api, berkata, “Semua orang segera turun tangan. Kekuatan bersamalah yang menyelamatkan seseorang dari luka parah yang mungkin dideritanya”.

Dalam Efesus 4, kita membaca bahwa kekuatan bersama merupakan rencana Allah dalam membangun keluarga-Nya. Allah telah memberikan kepada setiap dari kita anugerah menurut kasih karunia-Nya (ay.7) untuk maksud khusus agar “seluruh tubuh,—yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota—menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih” (ay.16).

Setiap orang mempunyai tugas yang harus dilakukannya dalam keluarga Allah; tidak ada yang hanya menjadi penonton. Dalam keluarga Allah, kita menangis dan tertawa bersama. Kita menanggung beban satu sama lain. Kita saling mendoakan dan menyemangati. Kita saling menantang dan menolong untuk berpaling dari dosa. Tunjukkanlah, ya Bapa, bagaimana kami dapat menolong sesama anggota keluarga-Mu hari ini. —Poh Fang Chia

Apakah kamu ikut turun tangan atau hanya menonton? Apa saja karunia yang kamu miliki? Bagaimana Allah dapat memakaimu untuk menolong orang lain agar bertumbuh semakin dekat kepada-Nya?

Kita membutuhkan satu sama lain untuk mencapai tujuan yang Allah kehendaki bagi kita bersama.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 143-145; 1 Korintus 14:21-40

Kita Satu Komunitas

Jumat, 17 April 2015

KomikStrip-WarungSaTeKaMu-Kita-Satu-Komunitas

Baca: 1 Korintus 12:1-11

12:1 Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya.

12:2 Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu.

12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.

12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.

12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.

12:6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

12:7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

12:8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.

12:9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.

12:10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.

12:11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

[Tuhan] yang memberikan . . . untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. —Efesus 4:11-12

Kita Satu Komunitas

Ada istri seorang pendeta yang didiagnosa menderita penyakit Parkinson. Kabar itu membuat keluarganya merasa kesulitan dan tertekan. Sang pendeta tidak tahu bagaimana ia akan mampu merawat istrinya dengan baik, sementara ia masih bertanggung jawab atas jemaat gerejanya. Namun ternyata ia tidak perlu khawatir, karena sejumlah anggota jemaatnya menyediakan diri mereka untuk membantunya dalam menyiapkan makanan dan memenuhi kebutuhan istrinya.

Rasul Paulus menuliskan pada jemaat di Korintus tentang tujuan Tuhan dalam memberikan karunia rohani kepada mereka. Sebelum menuliskan daftar berbagai karunia rohani dalam 1 Korintus 12:8-10, ia mengingatkan bahwa “kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama” (ay.7). Allah tidak memberikan karunia rohani-Nya untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk melayani sesama, dan dengan demikian, kita juga melayani-Nya.

Kita semua diberi karunia rohani yang berbeda-beda untuk dipakai di saat yang berbeda dan dengan cara yang berbeda. Namun semuanya itu harus dipakai dalam kasih “bagi pembangunan tubuh Kristus” (Ef. 4:12). Di mana pun Allah menempatkan kita, kita dapat memakai apa yang telah dikaruniakan-Nya kepada kita untuk melakukan sesuai dengan apa yang dibutuhkan, sembari mengingat bahwa kita semua merupakan anggota dari gereja, yaitu tubuh Kristus (1Kor. 12:13-14). —C. P. Hia

Terima kasih, Bapa, untuk segala karunia indah yang telah Engkau berikan pada gereja-Mu. Tolong aku untuk mengerti bahwa Engkau sudah memberikannya kepadaku untuk menguatkan saudara seiman, dan untuk menyebarkan kabar tentang kasih-Mu pada dunia.

Gunakanlah karunia rohanimu untuk memberi pelayanan bagi sesama.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 1-2; Lukas 14:1-24

Suatu Daftar Permohonan Baru

Minggu, 18 Mei 2014

Suatu Daftar Permohonan Baru

Baca: Roma 12:6-21

12:6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.

12:7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;

12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!

12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!

12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

12:20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.

12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. —Roma 12:10

Suatu Daftar Permohonan Baru

Seorang sahabat mengatakan kepada saya bahwa ia baru saja menyelesaikan salah satu hal dalam daftar permohonannya (daftar yang berisi hal-hal yang ingin dilakukan sebelum meninggal dunia) ketika ia berhasil mengajak saudarinya ke Eropa. Walaupun sahabat saya itu pernah berkunjung ke Eropa beberapa kali, saudarinya belum pernah ke sana. Yang membuat saya kagum adalah sikapnya yang tidak mementingkan diri sendiri dengan mencantumkan keinginan untuk saudarinya itu dalam daftar permohonan miliknya. Hal itu membuat saya bertanya-tanya ada berapa banyak kerinduan dan tujuan saya yang dimaksudkan untuk kebaikan orang lain, dan bukan untuk diri saya sendiri.

Roma 12:6-21 berbicara mengenai karunia-karunia dari Allah bagi kita sebagai anggota tubuh Kristus dan bagaimana seharusnya kita menggunakan segala karunia itu dalam kehidupan sehari-hari. Semua karunia itu haruslah digunakan untuk kepentingan sesama. Misalnya, mengajar tidak dilakukan untuk memuaskan diri si pengajar, tetapi demi kepentingan orang lain. Demikian juga dengan karunia-karunia lain dalam ayat 6-8. Paulus merangkum sikap murah hati semacam ini dengan dorongan agar kita “saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat” (ay.10).

Paulus meneladankan sikap ini dengan cara menyertakan orang lain dalam pelayanannya dan memberi hidupnya untuk membangun generasi orang percaya yang akan datang. Perilakunya dituntun oleh sifat murah hati, keramah-tamahan, pengampunan, dan belas kasihan.

Membagikan karunia yang telah Allah berikan kepada kita patutlah menjadi salah satu tujuan hidup kita. —DCM

Berikan kami karunia untuk memberi
Dengan semangat yang besar dan leluasa,
Hingga seluruh hidup dan penghidupan kami
Kami boleh persembahkan kepada-Mu. —Murray

Untuk kehidupan rohani yang lebih sehat, latihlah kerendahan hati dan kepedulian terhadap sesama.

Jabatan Pekerjaan

Sabtu, 15 Maret 2014

Jabatan Pekerjaan

Baca: Efesus 4:11-16

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman. —Efesus 4:12-13

Jabatan Pekerjaan

Ketika British Broadcasting Corporation meminta contoh-contoh dari jabatan pekerjaan yang terdengar penting, tetapi asing, bahkan aneh di telinga, seseorang menyebutkan nama jabatan yang disandangnya: Teknisi Benda Keramik di Bawah Air. Sebenarnya pekerjaan yang dilakukannya adalah menjadi seorang tukang cuci piring di sebuah rumah makan. Terkadang jabatan diberikan dalam suatu pekerjaan untuk membuat pekerjaan itu terdengar lebih penting daripada kenyataan yang sebenarnya.

Ketika Paulus membuat daftar yang berisi sejumlah karunia yang Allah berikan bagi gereja dalam Efesus 4:11, ia tidak bermaksud membuat semua itu menjadi jabatan-jabatan yang terdengar hebat. Seluruh bagian yang ada dibutuhkan agar tubuh Kristus dapat berfungsi dengan baik. Tidak ada satu bagian yang lebih baik daripada bagian lainnya.

Yang terpenting di sini adalah tujuan dari karunia-karunia itu. Semua karunia itu diberikan “untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai . . . tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” (ay.12-13).

Jabatan yang kita sandang tidaklah terlalu penting. Yang penting adalah kita menguatkan iman umat Allah. Saat mengukur keberhasilan kita berdasarkan standar yang diberikan Alkitab kepada kita, maka bukanlah masalah ketika kita pindah posisi atau tidak lagi menduduki jabatan tertentu. Didorong oleh kasih kepada Allah, kita melayani saudara-saudara seiman untuk meneguhkan iman mereka, dan membiarkan Allah yang memberikan pujian-Nya kelak di surga sesuai dengan penilaian-Nya sendiri (Mat. 25:21). —CPH

Aku memohon, ya Tuhan, pakailah aku sebagai alat-Mu
untuk menyentuh hidup orang lain. Tolonglah aku untuk
tidak mementingkan jabatan yang kududuki, tetapi biarlah
hidupku bisa memancarkan anugerah-Mu kepada sesama.

Karunia yang Allah berikan kepada kita bukanlah demi kepentingan kita, melainkan demi kepentingan sesama.

Membutuhkan Penolong

Selasa, 18 Februari 2014

Komik-Strip-WarungSateKamu-20140218-Kopi-Asin
Cerita & Ilustrasi komik strip oleh Heri Kurniawan

Baca: Roma 16:1-16

16:1 Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea,

16:2 supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri.

16:3 Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus.

16:4 Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi.

16:5 Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus.

16:6 Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu.

16:7 Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku.

16:8 Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan.

16:9 Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi.

16:10 Salam kepada Apeles, yang telah tahan uji dalam Kristus. Salam kepada mereka, yang termasuk isi rumah Aristobulus.

16:11 Salam kepada Herodion, temanku sebangsa. Salam kepada mereka yang termasuk isi rumah Narkisus, yang ada dalam Tuhan.

16:12 Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan.

16:13 Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu.

16:14 Salam kepada Asinkritus, Flegon, Hermes, Patrobas, Hermas dan saudara-saudara yang bersama-sama dengan mereka.

16:15 Salam kepada Filologus, dan Yulia, Nereus dan saudaranya perempuan, dan Olimpas, dan juga kepada segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka.

16:16 Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus.

Roh Allah, Penolong yang akan diutus Bapa atas nama-Ku, Dialah yang akan mengajar kalian segalanya. —Yohanes 14:26 BIS

Membutuhkan Penolong

Bagi sejumlah orang, istilah asisten atau penolong mengandung konotasi makna yang lebih rendah. Para asisten di kelas telah menolong para guru profesional dalam memberikan pelajaran. Asisten juga menolong para montir, tukang ledeng, dan pengacara dalam pekerjaan mereka. Karena tidak seterampil para pekerja profesional, para asisten ini mungkin dipandang sebelah mata. Namun kenyataannya, diperlukan keterlibatan setiap orang untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada.

Rasul Paulus memiliki banyak penolong di dalam tugas pelayanannya. Ia menuliskan nama-nama mereka dalam suratnya kepada jemaat di Roma (pasal 16). Secara khusus, ia menyebut nama Febe, seorang yang “telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepada [Paulus]” (ay.2). Priskila dan Akwila telah mempertaruhkan nyawa mereka untuk Paulus (ay.3-4). Paulus juga menyebutkan Maria, “yang telah bekerja keras untuk [jemaat di Roma]” (ay.6).

Menurut 1 Korintus 12:28, menolong atau melayani merupakan salah satu karunia rohani. Paulus memasukkannya dalam daftar karunia Roh Kudus yang diberikan kepada orang percaya dalam tubuh Kristus, yaitu gereja-Nya. Karunia untuk “melayani” sama dibutuhkannya seperti karunia-karunia lain yang ada di daftar tersebut.

Roh Kudus juga disebut “Penolong”. Yesus berkata, “Roh Allah, Penolong . . . akan mengajar kalian segalanya dan mengingatkan kalian akan semua yang sudah Kuberitahukan kepadamu.” (Yoh. 14:26 BIS).

Apa pun karunia yang diberikan Roh Kudus, Sang Penolong, kepada Anda, izinkanlah Dia memakai hidup Anda bagi hormat kemuliaan-Nya. —AMC

Ya Tuhan, terima kasih untuk karunia yang telah
Engkau berikan kepadaku sehingga aku bisa melayani
seluruh tubuh Kristus. Tolonglah aku untuk dengan setia
menggunakan karuniaku bagi kemuliaan-Mu.

Anda adalah bagian penting dari seluruh tubuh Kristus.

Selaras

Selasa, 21 Januari 2014

Selaras

Baca: 1 Petrus 4:7-11

4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

4:9 Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.

4:10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

4:11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. —1 Petrus 4:10

Selaras

Saya suka memainkan alat musik banjo yang memiliki 5 senar. Hanya saja, alat musik itu punya satu kekurangan. Senar ke-5 itu hanya dapat diselaraskan dengan sejumlah kecil paduan nada (chord) sederhana. Apabila para pemusik lainnya ingin memainkan musik yang lebih kompleks, si pemain banjo harus melakukan penyesuaian. Dengan penyesuaian yang tepat, ia akan dapat menyumbangkan nada-nada yang luar biasa merdu dalam suatu pertunjukan bersama.

Sebagaimana para pemusik harus melakukan penyesuaian dengan alat musik mereka, kita sebagai orang percaya juga perlu melakukan penyesuaian dengan karunia rohani yang kita miliki apabila kita ingin melayani Allah dalam keselarasan dengan orang lain. Contohnya, orang-orang yang memiliki karunia mengajar haruslah berkoordinasi dengan mereka yang memiliki karunia untuk mengatur pertemuan atau kebaktian serta dengan pihak-pihak lain yang dapat membereskan ruangan pertemuan itu agar bersih dan siap untuk digunakan. Setiap dari kita memiliki karunia-karunia rohani, dan kita harus bekerja sama agar pekerjaan Allah dapat dilaksanakan.

Rasul Petrus berkata, “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah” (1Ptr. 4:10). Untuk menjadi pengurus yang baik dibutuhkan kerja sama. Lihatlah karunia yang Anda punya (Rm. 12; 1Kor. 12; Ef. 4; 1Ptr. 4), lalu pikirkan bagaimana Anda dapat menyelaraskan penggunaannya dengan karunia dari saudara seiman yang lain. Jika setiap talenta itu dapat saling melengkapi, hasilnya adalah keselarasan dan kemuliaan bagi Allah. —HDF

Tanpa nada kita bernyanyi dengan merdu,
Pujian penyembahan kita persembahkan,
Saat kita rela persembahkan karunia kita,
Dalam kerja dan karya bagi Sang Raja. —Branon

Menjaga keselarasan dengan Kristus menghasilkan keselarasan dalam gereja.

Sekeping Jigsaw

Rabu, 13 November 2013

Sekeping Jigsaw

Baca: 1 Korintus 12:12-27

Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. —1 Korintus 12:18

Pada perayaan hari ulang tahunnya, sang tuan rumah mengubah tradisi dengan cara memberikan bingkisan kepada setiap tamu yang datang ke pestanya. Kriste memberi suatu pesan pribadi kepada kami masing-masing untuk menyatakan betapa berartinya kami baginya. Pesan itu juga disertai kata-kata yang menguatkan tentang bagaimana Allah menjadikan kami sebagai pribadi yang dikehendaki-Nya. Di setiap pesan dilampiri sekeping jigsaw untuk mengingatkan bahwa masing-masing kami itu unik dan berarti dalam rencana Allah.

Pengalaman itu membuat saya membaca 1 Korintus 12 dengan pemahaman yang baru. Paulus membandingkan gereja yang adalah tubuh Kristus dengan tubuh manusia. Sebagaimana tubuh kita memiliki tangan, kaki, mata, dan telinga, semuanya merupakan bagian dari satu tubuh. Tidak ada pengikut Kristus dapat menyatakan dirinya terlepas dari tubuh itu, juga tidak ada satu bagian tubuh yang dapat mengatakan bahwa bagian tubuh lainnya tidak diperlukan (ay.12-17). “Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya” (ay.18).

Mudah bagi kita untuk merasa tidak sepenting orang lain yang berbeda karunia dan yang mungkin lebih menonjol daripada kita. Namun, Tuhan ingin supaya kita melihat diri sendiri sebagaimana Dia melihat kita—sebagai ciptaan yang unik dan sangat berharga bagi-Nya.

Anda adalah sekeping jigsaw dari sebuah gambar besar yang tidak akan lengkap tanpa kehadiran Anda. Allah telah memberi Anda karunia untuk menjadi suatu bagian yang penting dari tubuh Kristus demi kemuliaan-Nya. —DCM

Tuhan, tolong aku untuk tak membandingkan diriku dengan orang
lain dalam keluarga-Mu. Kiranya aku berusaha menjadi pribadi yang
Engkau kehendaki. Tolong aku untuk menggunakan segalanya yang
telah Engkau berikan bagiku untuk memberkati orang lain hari ini.

Hidup Anda adalah pemberian Allah bagi Anda; persembahkanlah kembali hidup Anda kepada Allah.