Jeffrey Siauw

Setelah Covid-19 Berakhir, Seperti Apa Gereja Kita Nanti?

Setelah Covid-19 Berakhir, Seperti Apa Gereja Kita Nanti?

Oleh Jeffrey Siauw, Jakarta

Buku The Trellis and The Vine baru-baru ini mendapat perhatian khusus karena di bagian penutupnya, penulis buku itu membayangkan terjadinya pandemi.

Aku meringkasnya di bawah ini:

Panggilan

Panggilan

Oleh Jeffrey Siauw, Jakarta.

Di dalam bukunya yang terkenal, “The Call”, Os Guinness membedakan dua macam panggilan di dalam hidup orang Kristen.

Panggilan yang pertama dan terutama adalah panggilan untuk mengikut Kristus. Panggilan ini adalah yang menyangkut seluruh keberadaan kita sebagai manusia.

“Pelayanan” Yang Kurang Pas Disebut Pelayanan

“Pelayanan” Yang Kurang Pas Disebut Pelayanan

Oleh Jeffrey Siauw, Jakarta.

Kalau kita bertanya ke beberapa orang Kristen “apa sih pelayanan?”, aku yakin kita akan mendapat jawaban yang beragam.

Paradoks Doa

Paradoks Doa

Oleh Jeffrey Siauw, Jakarta.

Salah satu misteri besar dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen adalah bagaimana kita harus berdoa.

Langkah-langkah Memulai Masa Pacaran

Langkah-langkah Memulai Masa Pacaran

Oleh Jeffrey Siauw, Jakarta.

Aku tidak bermaksud menuliskan text book tentang cara “pendekatan”. Tetapi, setelah mendengar berbagai cerita “gosip-seputar-pdkt-dan-pacaran”, aku merasa ada yang kurang “pas”. Maka, aku berharap paling tidak tulisan pendek ini bisa sedikit menolong mereka yang sedang bergumul untuk bergumul dengan benar.

Jangan Membuat Resolusi

Jangan Membuat Resolusi

Oleh Jeffrey Siauw, Jakarta.

Ada banyak orang yang sering membuat resolusi di awal tahun yang baru. Aku salah satunya. Tapi, tahun ini aku tidak melakukannya.

Mengapa banyak orang yang membuat resolusi di tahun baru? Kukira ada dua alasan besar.

Tuhan, Lakukanlah Kepadaku Apa Pun

Tuhan, Lakukanlah Kepadaku Apa Pun

Oleh Jeffrey Siauw, Jakarta.

Aku menaruh buku The Imitation of Christ yang ditulis oleh Thomas A. Kempis di atas meja belajarku. Kadang aku mengambilnya, membaca satu bagian singkat, merenung sebentar, kemudian merasa disegarkan atau ditantang olehnya.