homoseksual

Menjadi Seorang Kristen dan Gay: Bagaimana Aku Bergumul untuk Hidup Kudus Bagi Tuhan

Menjadi Seorang Kristen dan Gay: Bagaimana Aku Bergumul untuk Hidup Kudus Bagi Tuhan

Oleh Ryan Michael*, Jakarta.

Aku pernah menyukai sesama lelaki. Perasaan itu tumbuh sejak aku masih kecil. Memoriku mengingat betul ketika aku duduk di kelas dua SD dan aku menemukan majalah yang sampulnya bergambar seorang pria topless. Aku tak bisa berhenti melihat sampul majalah itu, jadi aku menyembunyikannya di dalam lemari mainanku. Seiring berjalannya waktu, aku sadar kalau aku berbeda dari teman-teman lelakiku yang lain.

Pergumulanku Sebagai Seorang Perempuan Biseksual

Pergumulanku Sebagai Seorang Perempuan Biseksual

Oleh H.Y., Singapura.

Kali pertama aku menyukai seseorang adalah ketika aku berusia 14 tahun. Seingatku, dia yang kusukai itu usianya lebih tua dariku. Dia tidak terlalu cantik, tapi warna kulitnya kecoklatan, lesung pipinya terlihat lucu apabila dia tersenyum, dan dia juga cakap berolahraga.

Surat Kepada Diriku yang Dulu adalah Seorang Gay

Surat Kepada Diriku yang Dulu adalah Seorang Gay

Oleh Raphael Zhang, Singapura

Teruntuk Raphael,
Aku adalah dirimu sendiri di 10 tahun yang akan datang. Sebelum aku mulai berbicara tentang banyak hal, aku ingin kamu tahu bahwa Tuhan begitu mengasihimu dan kamu sangat berharga bagi-Nya.
Aku tahu kalau saat ini kamu tidak merasa kalau Tuhan benar-benar mengasihimu karena Dia memintamu untuk berhenti menjalin hubungan sebagai seorang gay. Kamu merasa bahwa satu-satunya kebahagiaanmu telah dihancurkan.

Ketika Aku Bersedia untuk Diproses Tuhan

Ketika Aku Bersedia untuk Diproses Tuhan

Oleh: Risky Samuel

Keluargaku berantakan, dan sejak kecil aku kehilangan kasih sayang orangtua, khususnya papa. Dengan mudah aku dipengaruhi oleh teman-temanku untuk mencari kasih di tempat-tempat yang tidak seharusnya. Kehausanku akan kasih seorang papa membawa aku kemudian terlibat dalam hubungan homoseksual.