Harapan

Dalam Yesus, Ada Harapan bagi Keluargaku

Dalam Yesus, Ada Harapan bagi Keluargaku

Oleh Judah Koh, Singapura.

Sudah 11 tahun aku menjadi orang Kristen, dan aku adalah orang pertama di keluargaku yang datang pada Kristus. Oleh anugerah-Nya, ibu dan kakak perempuanku menerima Tuhan setahun setelahnya, diikuti oleh kakak lelakiku yang dimenangkan lewat upaya dan doa-doa dari rekan sekerjanya.

Ketika Hidup Tidak Berjalan Sesuai Harapan Kita

Ketika Hidup Tidak Berjalan Sesuai Harapan Kita

Oleh Lidya Corry Tampubolon, Jakarta.

Pernahkah kamu menemukan dirimu kecewa dengan kenyataan hidup yang tidak sesuai rencanamu? Mungkin ketika pengumuman penerimaan mahasiswa diumumkan, dan namamu tidak ada di daftar calon mahasiswa yang diterima di kampus impianmu.

Tuhan Merangkai Cerita yang Indah dalam Keluargaku

Tuhan Merangkai Cerita yang Indah dalam Keluargaku

Oleh Gina, Yogyakarta.

Aku mempunyai keluarga yang utuh. Kami tinggal di bawah satu atap—ayah, ibu, dua kakak perempuan yang sudah berumah tangga, dan aku. Kami sering berkumpul dan makan bersama, bahkan saling bercerita satu sama lain.

Tuhan Membentukku Lewat Pekerjaan yang Tak Sesuai dengan Passionku

Tuhan Membentukku Lewat Pekerjaan yang Tak Sesuai dengan Passionku

Oleh Gracea Elyda Safaret Sembiring, Yogyakarta.

Bulan Mei 2017, aku menulis sharing mengenai panggilan dan pekerjaanku di WarungSateKamu dengan judul “Pekerjaanku Bukanlah Passionku, Tapi Inilah Cara Tuhan Membentukku”. Tidak pernah terpikir olehku bahwa cerita tersebut akan bersambung, karena awalnya aku berencana untuk resign dari kantorku.

Meski Kuanggap Diriku Gagal, Tuhan Punya Alur Cerita yang Berbeda

Meski Kuanggap Diriku Gagal, Tuhan Punya Alur Cerita yang Berbeda

Oleh Tri Nurdiyanso, Surabaya.

Aku, salah satu siswa kelas 12 IPA di salah satu SMA Negeri di Jawa Tengah. Tahun 2010 merupakan tahun yang penting bagiku, itu tahun kelulusanku. Untuk merayakan kelulusan, teman-temanku melakukan konvoi dan corat-coret seragam. Tapi, berbeda dari teman-temanku, aku malah bingung dengan kelulusanku sendiri.

Belajar Menerima Hal Buruk, Sebagaimana Aku Menerima Hal Baik dari Tuhan

Belajar Menerima Hal Buruk, Sebagaimana Aku Menerima Hal Baik dari Tuhan

Oleh Debora Asima Rohayani, Jakarta.

17 September 2015, tanggal yang tidak bisa aku lupakan sampai saat ini. Hari itu rumah uwak, kakak dari mamaku mengalami musibah kebakaran. Rumah kami bersebelahan sehingga sebagian rumahku pun terkena kobaran api.

Benang Merah Hidup

Benang Merah Hidup

Oleh Vina Agustina Gultom, Bekasi.

Aku yang duduk di bangku kelas 4 SD 14 tahun silam, pernah bercita-cita untuk membuat sebuah novel ciptaanku sendiri. Saking besarnya cita-citaku tersebut, aku pun langsung menyicilnya perlahan. Menulis setiap apa yang aku rasakan tiap harinya.

Segala Sesuatu Ada Masanya, Gagal Hari Ini Bukan Berarti Gagal Seterusnya

Segala Sesuatu Ada Masanya, Gagal Hari Ini Bukan Berarti Gagal Seterusnya

Oleh Pebri Sitorus, Bogor.

Aku lahir di keluarga yang menuntutku untuk memperoleh nilai akademis yang tinggi. Sejak kecil aku selalu berusaha mempertahankan nilai-nilaiku dengan baik. Semua berjalan lancar, hingga tibalah waktu untukku melanjutkan sekolah ke jenjang SMA.

Kepada Temanku yang Berpikir untuk Menyerah

Kepada Temanku yang Berpikir untuk Menyerah

Oleh Rebecca Lim.

Temanku,

Aku terkejut dan tak menyangka ketika kamu berkata bahwa kamu ingin “menyerah”.

 Page 1 of 6  1  2  3  4  5 » ...  Last »