Firman Tuhan

Pesan Firman Tuhan untuk Menghadapi New Normal

Pesan Firman Tuhan untuk Menghadapi New Normal

Era “normal yang baru”, begitu orang-orang menyebutnya. Tiga bulan terakhir kita tatanan kehidupan kita berubah karena hadirnya pandemi, dan sekarang ketika kehidupan yang normal ingin kita raih kembali, ada upaya-upaya ekstra yang perlu kita lakukan.

Menghadapi dunia yang tak pasti dan berubah-ubah, kita perlu berpegang pada Firman yang teguh dan kekal. Firman Tuhan tak cuma untaian kata, ia mengandung pengharapan dan janji, serta pelita bagi langkah kita.

Memang Lidah Tak Bertulang, Tapi Firman-Nya Ada di Lidahku

Memang Lidah Tak Bertulang, Tapi Firman-Nya Ada di Lidahku

Oleh Santi Jaya Hutabarat, Medan.

Banyak cara bisa kita lakukan untuk menikmati quality time bersama orang-orang terkasih: jalan-jalan ke tempat wisata, bertemu sanak keluarga untuk melepas rindu, atau menikmati makan malam bersama. Namun, apa pun dan di mana pun acara quality time itu berlangsung, ada satu aktivitas yang pasti kita lakukan, yaitu berbicara.

Membaca Alkitab di Zaman yang Sibuk

Membaca Alkitab di Zaman yang Sibuk

Oleh Yunias Monika, Tangerang.

Disadari atau tidak, perkembangan teknologi yang makin pesat telah mengubah cara hidup manusia, termasuk di dalamnya bagaimana cara kita memakai waktu. Coba kita hitung, ada berapa grup WhatsApp dan akun media sosial di smart-phone kita? Belum lagi jumlah akun belanja online.

#GaliDasarIman: Apakah yang Tidak Tahu Tidak Berdosa?

#GaliDasarIman: Apakah yang Tidak Tahu Tidak Berdosa?

Ilustrasi oleh Laura Roesyella

Pertanyaan di atas mencoba mengeksplorasi keterkaitan antara kesalahan dan pengetahuan. Maksudnya, apakah seseorang yang tidak mengetahui bahwa tindakannya salah dapat dipersalahkan karena tindakan tersebut?

Disiplin Rohani: Butuh Perjuangan!

Disiplin Rohani: Butuh Perjuangan!

Oleh Abyasat Tandirura, Toraja.

Tahun 2018 beserta suka dan duka kehidupan yang mengiringinya sudah berhasil kulalui. Aku bersyukur sekaligus lega dapat menginjakkan kaki di tahun 2019 yang telah memasuki bulan ketiga ini. Dari berbagai peristiwa yang telah kualami, ada satu pesan penting yang dapat kupetik, bahwa kita senantiasa membutuhkan Tuhan.

Apakah Mengikuti Kata Hati Bisa Membuat Kita Berbahagia?

Apakah Mengikuti Kata Hati Bisa Membuat Kita Berbahagia?

Oleh Ashley Ashcraft.

“Ikuti kata hatimu.” Kita mungkin telah mendengarnya berjuta-juta kali. Mungkin juga kita telah membacanya di Instagram, gelas kopi, karya seni, bahkan di toko buku Kristen. Tapi, apakah benar jika aku mengikuti kata hatiku? Apakah mengikuti kata hatiku bisa membuatku bahagia?

Dari Kejadian Sampai Wahyu, Pengalamanku Membaca Habis Alkitab dalam Setahun

Dari Kejadian Sampai Wahyu, Pengalamanku Membaca Habis Alkitab dalam Setahun

Oleh Jefferson, Singapura.

Sejak aku lahir baru, aku terdorong untuk membaca habis Alkitab dalam setahun. Tapi, karena kesibukanku di sekolah, aku terus menundanya. Dengan pertolongan Tuhan dan dukungan dari teman-teman kelompok kecilku, barulah enam tahun kemudian aku dapat menyelesaikan membaca Alkitab dalam setahun.

Belajar dari Kisah Aldi, Yang Kita Butuhkan Bukan Hanya Makanan Jasmani Saja

Belajar dari Kisah Aldi, Yang Kita Butuhkan Bukan Hanya Makanan Jasmani Saja

Oleh Sukma Sari, Jakarta.

Baru-baru ini, ada kisah penyelamatan dramatis terhadap remaja Indonesia bernama Aldi Novel Adilang. Aldi adalah seorang nelayan dari suku Wori yang berusia 19 tahun. Sehari-harinya Aldi bekerja sebagai penjaga rompong (sebuah rakit untuk menangkap ikan) yang letaknya sejauh 125 kilometer dari daratan.

3 Langkah yang Kulakukan untuk Lebih Efektif dalam Membaca Alkitab

3 Langkah yang Kulakukan untuk Lebih Efektif dalam Membaca Alkitab

Oleh Agnes Lee, Singapura.

Meskipun aku sudah menjadi orang Kristen selama bertahun-tahun, aku tidak selalu membaca Alkitabku. Selama beberapa waktu yang lama, aku mendengar firman Tuhan hanya di gereja saat hari Minggu. Bahkan, aku seperti orang yang disebutkan dalam Yakobus 1:24—hidupku tidak berubah.

 Page 1 of 2  1  2 »