Dukacita

Iman yang Tabah

Iman yang Tabah

SANTAPAN ROHANI.
Jumat, 28 Februari 2020.

Baca: Kisah Para Rasul 27:27-38

Ernest Shackleton (1874-1922) pernah gagal saat memimpin ekspedisi untuk melintasi Antartika pada tahun 1914. Ketika kapalnya yang diberi nama “Ketabahan” terperangkap es tebal di Laut Weddell, perjalanan tersebut berubah menjadi lomba untuk bertahan hidup.

Tak Terbayangkan

Tak Terbayangkan

SANTAPAN ROHANI.
Selasa, 18 Februari 2020.

Baca: Mazmur 23

Bart Millard adalah pencipta “I Can Only Imagine” (Tak Terbayangkan), lagu rohani yang populer pada tahun 2001. Lagu tersebut menggambarkan betapa menakjubkannya berada di hadirat Kristus di surga kelak.

Ikut Merasakan

Ikut Merasakan

SANTAPAN ROHANI.
Senin, 10 Februari 2020.

Baca: Roma 12:9-16

Di tahun 1994, hanya dalam kurun waktu dua bulan, sebanyak satu juta orang Tutsi dibantai di Rwanda oleh suku Hutu yang begitu bernafsu menghabisi saudara-saudara sebangsanya itu.

Allah Bekerja dalam Kehilangan Kita

Allah Bekerja dalam Kehilangan Kita

Oleh Daniel Alexander Oktavianus, Bekasi.

Tidak ada orang yang ingin merasakan kehilangan. Bahkan, banyak yang berpikir bahwa kehilangan akan menghasilkan rasa sakit dan tidak perlulah menjadi bagian hidup manusia. Namun, tidak bisa kita pungkiri, semua orang pasti akan merasakan kehilangan.

Kata Terakhir

Kata Terakhir

SANTAPAN ROHANI.
Kamis, 5 September 2019.

Baca: 1 Korintus 15:12-19

Nama perempuan itu Saralyn, dan saya sempat menaksirnya semasa sekolah dahulu. Tawanya menyenangkan. Saya tidak yakin ia mengetahui perasaan saya, tapi saya rasa ia tahu.

Mulai Dari Sekarang

Mulai Dari Sekarang

SANTAPAN ROHANI.
Sabtu, 6 Juli 2019.

Baca: 1 Petrus 4:7-11

Pada akhir Februari 2017, ketika biopsi yang dijalani kakak sulung saya menunjukkan ia terkena kanker, saya berkata…

Kasih dan Damai

Kasih dan Damai

SANTAPAN ROHANI.
Jumat, 8 Februari 2019.

Baca: Mazmur 16

Saya selalu takjub menyaksikan bagaimana damai—damai yang berkuasa dan melampai segala akal (Flp. 4:7)—dapat menguasai hati kita bahkan di tengah kedukaan yang mendalam.

Surat untuk Sahabatku yang Sedang Berduka

Surat untuk Sahabatku yang Sedang Berduka

Oleh Glori Ayuni, Jakarta.

Yang terkasih, sahabatku,

Tahun telah berganti, tetapi kamu tidak ingin melangkah sebab orang yang paling kamu kasihi, telah meninggalkanmu di tahun sebelumnya. Semarak pesta pergantian tahun tidak membuatmu terpesona.

Surat untukmu Yang Sedang Berduka

Surat untukmu Yang Sedang Berduka

Oleh Lidya Corry Tampubolon, Jakarta

Untukmu yang berduka,

Aku ingat ketika ayahku meninggal dunia satu setengah tahun lalu. Rasa pedihnya masih bisa kurasakan hingga saat ini. Kehilangan orang yang kita kasihi, apalagi secara tiba-tiba, tentu bukan hal yang mudah untuk dihadapi.

 Page 1 of 5  1  2  3  4  5 »