Dukacita

Kata Terakhir

Kata Terakhir

SANTAPAN ROHANI.
Kamis, 5 September 2019.

Baca: 1 Korintus 15:12-19

Nama perempuan itu Saralyn, dan saya sempat menaksirnya semasa sekolah dahulu. Tawanya menyenangkan. Saya tidak yakin ia mengetahui perasaan saya, tapi saya rasa ia tahu.

Mulai Dari Sekarang

Mulai Dari Sekarang

SANTAPAN ROHANI.
Sabtu, 6 Juli 2019.

Baca: 1 Petrus 4:7-11

Pada akhir Februari 2017, ketika biopsi yang dijalani kakak sulung saya menunjukkan ia terkena kanker, saya berkata…

Kasih dan Damai

Kasih dan Damai

SANTAPAN ROHANI.
Jumat, 8 Februari 2019.

Baca: Mazmur 16

Saya selalu takjub menyaksikan bagaimana damai—damai yang berkuasa dan melampai segala akal (Flp. 4:7)—dapat menguasai hati kita bahkan di tengah kedukaan yang mendalam.

Surat untuk Sahabatku yang Sedang Berduka

Surat untuk Sahabatku yang Sedang Berduka

Oleh Glori Ayuni, Jakarta.

Yang terkasih, sahabatku,

Tahun telah berganti, tetapi kamu tidak ingin melangkah sebab orang yang paling kamu kasihi, telah meninggalkanmu di tahun sebelumnya. Semarak pesta pergantian tahun tidak membuatmu terpesona.

Surat untukmu Yang Sedang Berduka

Surat untukmu Yang Sedang Berduka

Oleh Lidya Corry Tampubolon, Jakarta

Untukmu yang berduka,

Aku ingat ketika ayahku meninggal dunia satu setengah tahun lalu. Rasa pedihnya masih bisa kurasakan hingga saat ini. Kehilangan orang yang kita kasihi, apalagi secara tiba-tiba, tentu bukan hal yang mudah untuk dihadapi.

Waktu yang Tepat

Waktu yang Tepat

SANTAPAN ROHANI.
Rabu, 19 September 2018.

Baca: Pengkhotbah 3:1-14

Kemarin saya memesan tiket pesawat dengan tujuan untuk mengantar putri sulung saya yang akan memulai kuliahnya.

Pengharapan dalam Duka

Pengharapan dalam Duka

SANTAPAN ROHANI.
Minggu, 29 Juli 2018.

Baca: Lukas 24:13-32

Ketika saya berumur sembilan belas tahun, salah seorang teman dekat saya meninggal dunia dalam kecelakaan mobil. Selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan kemudian, saya terus diliputi dukacita.

Teruslah Berharap

Teruslah Berharap

SANTAPAN ROHANI.
Minggu, 22 Juli 2018.

Baca: Mazmur 34:15-18

Di antara ratusan artikel yang pernah saya tulis untuk Our Daily Bread sejak tahun 1988, ada beberapa yang melekat di benak saya.

Di Saat Aku Berdukacita, Tuhan Menghiburku

Di Saat Aku Berdukacita, Tuhan Menghiburku

Oleh Wisud Yohana Sianturi, Sidikalang.

Aku telah kehilangan kedua orangtuaku. Ayahku dipanggil Tuhan lebih dulu. Ketika hari itu tiba, aku marah dan kecewa. Aku menyalahkan semuanya, orang-orang di sekitarku, keadaanku, bahkan juga Tuhan.

 Page 1 of 4  1  2  3  4 »