Covid-19

Sebuah Retret Keluarga di Rumah Sakit

Sebuah Retret Keluarga di Rumah Sakit

Oleh Putri L.

Namaku Putri. Aku mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia. Aku ingin membagikan sedikit pengalamanku menghadapi terjangan badai yang selama ini sangat kutakutkan. Semoga bisa bermanfaat bagi siapa pun yang membaca tulisanku.

Keluargaku di Bawah Bayang-bayang Maut

Keluargaku di Bawah Bayang-bayang Maut

Oleh Monica Koesoemo, Bekasi

Jumat, 4 September 2020. Pagi itu aku bangun dalam keadaan badan kurangenak. Sekujur badan terasa sedikit linu dan lelah. Hingga Rabu, kulewatkan hari-hari dengan kondisi yang tidak kunjung fit. Ditambah kemudian aku mulai tidak bisa mencium atau merasakan apa-apa.

Tak Diabaikan-Nya Ratapan Kita

Tak Diabaikan-Nya Ratapan Kita

Oleh Yawan Yafet Wirawan, Jakarta.

Karena pandemi, hari-hari ini kita mudah melihat orang-orang yang mengeluh dan meratap. Ada yang gajinya dipotong, kewalahan karena tugas sekolah yang sangat banyak, tak bisa hangout dengan teman atau pacar, atau bahkan ada pula yang meratap karena ditinggal selama-lamanya oleh orang-orang terkasih.

P3K: Pedoman Penting untuk Pengikut Kristus

P3K: Pedoman Penting untuk Pengikut Kristus

Pedoman Penting untuk Pengikut Kristus | Tiap hari menyajikan tantangan. Untuk bisa menghadapinya, kita perlu berpegang pada dasar yang teguh: firman Tuhan. Tatkala hati kita dipenuhi oleh firman-Nya, hari-hari mungkin tak selalu baik, tapi kita selalu bisa mengecap hal-hal baik di dalamnya. Dan, tentunya juga berbuah bagi sesama.

Dari Danny, Aku Belajar Mengasihi Tanpa Syarat

Dari Danny, Aku Belajar Mengasihi Tanpa Syarat

Oleh Nerissa Archangely, Tangerang

Adikku bernama Danny, usianya 25 tahun. Dia anak yang istimewa dengan retardasi mental, tapi satu yang kuingat adalah dia selalu tersenyum apa pun yang terjadi. Saat bicara, pasti gigi-giginya akan terlihat. Walau sering dimarahi, atau kadang dipukul, dia tetap saja bisa tertawa. Rumah kami pun selalu ramai kalau ada Danny.

Setelah Covid-19 Berakhir, Seperti Apa Gereja Kita Nanti?

Setelah Covid-19 Berakhir, Seperti Apa Gereja Kita Nanti?

Oleh Jeffrey Siauw, Jakarta

Buku The Trellis and The Vine baru-baru ini mendapat perhatian khusus karena di bagian penutupnya, penulis buku itu membayangkan terjadinya pandemi.

Aku meringkasnya di bawah ini:

Menghadapi New Normal

Menghadapi New Normal

New Normal! Frasa ini semakin sering kita dengar. Pemerintah dan banyak instansi sudah membuat protokol untuk menghadapi era kenormalan yang baru.

Dinyatakan Positif COVID-19: Sepenggal Ceritaku Menjalani Isolasi Bersama Tuhan

Dinyatakan Positif COVID-19: Sepenggal Ceritaku Menjalani Isolasi Bersama Tuhan

Oleh Dian Mangedong, Makassar.

“Hasil tes swab pegawai sudah keluar, dan kamu hasilnya positif…” Aku NA, salah satu anggota tim perawatan isolasi Covid di rumah sakit swasta. Mendengar kabar itu dari balik telepon, seketika duniaku runtuh.

Tidak Semua Orang Tua

Tidak Semua Orang Tua

Kadang kita tak menyadari, di balik nada marah, wajah lesu, atau raut kebingungan orang tua kita, tersimpan kasih sayang yang tak terungkapkan dengan kata-kata. Terlebih di masa-masa sulit seperti sekarang ini, orang tua kita tetap berupaya melakukan bagiannya sebaik mungkin bagi keluarganya.

 Page 1 of 3  1  2  3 »