Ayah

Tuhan Memampukanku Menyatakan Kasih Kepada Orang Yang Paling Sulit Kukasihi

Tuhan Memampukanku Menyatakan Kasih Kepada Orang Yang Paling Sulit Kukasihi

Oleh Vika Vernanda, Jakarta.

Tanggal 14 Februari kemarin, linimasa Instagramku penuh dengan foto coklat dan ucapan selamat hari kasih sayang. Teman-temanku merayakan hari itu bukan cuma dengan kekasih, ada pula yang bersama keluarga dan rekan-rekan terdekatnya.

Itu Ayahku!

Itu Ayahku!

Saat kita memperingati dan merayakan Hari Ayah, ingatlah juga untuk selalu bersyukur kepada Tuhan karena kita sudah diberikan hak istimewa untuk menjadi anak-anak-Nya!

Dalam Yesus, Ada Harapan bagi Keluargaku

Dalam Yesus, Ada Harapan bagi Keluargaku

Oleh Judah Koh, Singapura.

Sudah 11 tahun aku menjadi orang Kristen, dan aku adalah orang pertama di keluargaku yang datang pada Kristus. Oleh anugerah-Nya, ibu dan kakak perempuanku menerima Tuhan setahun setelahnya, diikuti oleh kakak lelakiku yang dimenangkan lewat upaya dan doa-doa dari rekan sekerjanya.

Tuhan Merangkai Cerita yang Indah dalam Keluargaku

Tuhan Merangkai Cerita yang Indah dalam Keluargaku

Oleh Gina, Yogyakarta.

Aku mempunyai keluarga yang utuh. Kami tinggal di bawah satu atap—ayah, ibu, dua kakak perempuan yang sudah berumah tangga, dan aku. Kami sering berkumpul dan makan bersama, bahkan saling bercerita satu sama lain.

Ayah, Terima Kasih untuk Teladanmu

Ayah, Terima Kasih untuk Teladanmu

Oleh Bintang Lony Vera, Jakarta.

“Bapak”, demikian aku memanggilnya. Ia adalah pria berkulit terang yang suka memancing dan bernyanyi, pribadi yang sederhana dan penuh kasih. Dia begitu mengasihiku, adik-adikku, dan penolongnya yang sepadan yaitu Mama.

Sebuah Pulang yang Mengubahkanku

Sebuah Pulang yang Mengubahkanku

Oleh Agustinus Ryanto, Jakarta.

Sudah enam tahun terakhir aku tinggal jauh dari rumah karena merantau. Seringkali aku merasa homesick. Tapi, karena latar belakang keluargaku yang broken, pulang bukanlah pilihan yang mudah setiap kali aku merasa homesick.

Belajar Memaknai Kasih dari Sudut Pandang yang Berbeda

Belajar Memaknai Kasih dari Sudut Pandang yang Berbeda

Oleh Bagaskara Wijaya

Sepuluh tahun lalu, aku pernah mengeluh dalam doaku kepada Tuhan:

“Seandainya aku punya ayah yang benar-benar mencintaiku, pasti hidupku tidak akan begini,” ucapku.

Di Balik Kepergian Papa yang Mendadak, Ada Pertolongan Tuhan yang Tak Terduga

Di Balik Kepergian Papa yang Mendadak, Ada Pertolongan Tuhan yang Tak Terduga

Oleh Peregrinus Roland Effendi, Cilacap.

Di Minggu pagi yang tenang, tiba-tiba duniaku seakan runtuh. Dari balik telepon, suara mamaku bergetar, “Papa sakit keras, kamu cepat pulang ke rumah!” Namun, belum sempat aku beranjak pulang, Mama kembali menelepon. Kali ini suaranya berubah lirih, “Papa sudah meninggal.”

Mengapa Aku Mengampuni Ayahku yang Adalah Seorang Penjudi

Mengapa Aku Mengampuni Ayahku yang Adalah Seorang Penjudi

Oleh Raganata Bramantyo Wijaya

Mengampuni itu mudah jika hanya dikatakan, tetapi sulit sekali ketika harus dipraktikkan. Benarkah begitu?
Di tahun 2012, rasa benciku kepada ayahku telah memuncak. Bagiku dulu, dia hanyalah seorang penjudi, munafik, dan sangat tidak layak disebut sebagai seorang ayah.

 Page 1 of 2  1  2 »