Posts

Artspace: 5 Hal untuk Direnungkan Ketika Iri dengan Privilese Orang Lain

Setiap manusia punya jalan ceritanya masing-masing, tapi meski kita tahu begitu, kita cenderung membandingkan diri kita dengan pencapaian orang lain, dan mengaitkannya dengan privilese.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan privilese sebagai hak istimewa. Tidak semua orang memiliki privilese, dan tidak semua orang punya garis start yang sama.

Nah, ketika kita merasa iri dengan privilese orang lain, yuk simak 5 hal berikut ini.

Artspace ini diadaptasi dari artikel karya Elvira Sihotang, baca artikelnya secara lengkap dengan klik bit.ly/IriDenganPrivilese

Kekuatan bagi Perjalananmu

Kisah si Penakut adalah alegori yang menggambarkan respons kita terhadap jalan terjal yang menghadang. Meski kita berjalan bersama Sang Gembala, kadang kita tetap merasa takut dan menginginkan agar Sang Gembala melenyapkan saja tantangan itu.

Tapi, Sang Gembala adalah Gembala yang bijak. Dia tahu kapan harus menggendong, kapan harus ‘membiarkan’ agar kita menjadi kuat dan mampu mengikut Sang Gembala ke manapun Dia membawa kita pergi.

Ketika Aku Mencari Tahu Bobot Segumpal Awan

Ketika beban berat menghimpit, atau langit tampak kelabu, kita cenderung membiarkan diri kita kehilangan harapan. Padahal, Tuhan yang menciptakan kita telah berjanji bahwa Dia tahu apa yang kita sedang alami dan Dia akan menyediakan apa pun yang kita butuhkan. Dia lebih tahu daripada diri kita sendiri. ⁣⁣
⁣⁣
Kalau hatimu sedang berbeban berat, Yesus mengundangmu kembali untuk menaruh harapanmu pada-Nya. Ingatlah kembali bagaimana Dia telah berulang kali menolong-Mu. ⁣⁣
⁣⁣
Artspace ini diadaptasi dari artikel “Ketika Aku Menghitung Bobot Segumpal Awan” yang telah ditayangkan di WarungSaTeKaMu. ⁣⁣
⁣⁣

Obat untuk Rasa Kecewa

Sebagai manusia, kita berekspektasi. Kita ingin dimengerti, dikasihi, dan dikukung oleh orang-orang di sekitar kita.

Tapi, ketika keinginan itu terjadi sebaliknya, kita pun kecewa. Kita membanding-bandingkan balasan yang kita dapat dengan aksi yang kita berikan. Atau, tak jarang juga kita menghakimi, menganggap mereka yang telah mengecewakan kita sebagai orang yang kurang peka atau bahkan tidak punya hati.

Kecewa adalah respons alamiah manusia, tetapi berlarut-larut di dalamnya memberi efek yang buruk. Apa yang seharusnya kita lakukan?

Artspace ini dibuat oleh Agnes Yustivani.

P3K: Pedoman Penting untuk Pengikut Kristus

Pedoman Penting untuk Pengikut Kristus | Tiap hari menyajikan tantangan. Untuk bisa menghadapinya, kita perlu berpegang pada dasar yang teguh: firman Tuhan. Tatkala hati kita dipenuhi oleh firman-Nya, hari-hari mungkin tak selalu baik, tapi kita selalu bisa mengecap hal-hal baik di dalamnya. Dan, tentunya juga berbuah bagi sesama.