Anak Muda

Panggilan Melayani di Pelosok Negeri

Panggilan Melayani di Pelosok Negeri

Oleh Blessdy Clementine, Jakarta.

Sejak SMP, aku sangat menyukai kegiatan sosial. Aku merasa bahagia ketika berbagi sembako kepada petugas kebersihan di sekitar Jakarta, mengunjungi panti asuhan dan panti wredha, menghabiskan waktu bersama anak-anak di yayasan kanker, dan sebagainya.

Apakah Media Sosial Membuat Kita Lebih Banyak Berdosa?

Apakah Media Sosial Membuat Kita Lebih Banyak Berdosa?

Oleh Ian Tan, Singapura

Hari itu jam 3 dini hari. Aku masih terjaga dan berusaha keras supaya bisa tertidur. Di atas kasur, aku mencoba berbagai macam posisi, namun semuanya itu tidak berhasi membuatku jatuh terlelap. Akhirnya, kuambil iPhoneku dan dengan segera kubuka aplikasi Facebook. Tanpa kusadari, setiap harinya, Facebook dan Instagram adalah aplikasi yang selalu aku buka.

Haruskah Aku Pindah Gereja?

Haruskah Aku Pindah Gereja?

Oleh Louise Angelita Kemur, Jakarta

Beberapa tahun yang lalu aku mengalami pergumulan tentang di gereja mana seharusnya aku bertumbuh dan melayani.

Aku memiliki tiga orang sahabat dekat sejak SMP. Bersama mereka kami membahas banyak hal, termasuk hal-hal rohani dan juga saling menguatkan di dalam doa. Persahabatan kami pun turut membentuk diriku dan juga memampukanku untuk memahami arti lahir baru.

Meninggalkan Karier Sebagai Pengacara Terkenal untuk Melayani Tuhan, Inilah Kisah Paul Wong

Meninggalkan Karier Sebagai Pengacara Terkenal untuk Melayani Tuhan, Inilah Kisah Paul Wong

Oleh Janice Tai, Singapura

Sebagai putra dari seorang pengacara terkenal di Singapura, Paul Wong tampaknya akan mengikuti jejak ayahnya.

Setelah menyelesaikan studi hukumnya di Universitas Cambridge, Paul kemudian bekerja di Linklaters, sebuah firma hukum terkemuka di London yang merupakan salah satu dari lima firma hukum terbaik di Inggris.

Aku Tidak Puas dengan Gerejaku, Haruskah Aku Bertahan?

Aku Tidak Puas dengan Gerejaku, Haruskah Aku Bertahan?

Oleh Dorothy Norberg, Amerika Serikat

Aku berjemaat di sebuah gereja kecil yang dulu begitu aku sukai. Tapi sekarang, setelah 5 tahun dan begitu banyak perubahan yang tak diduga sebelumnya, jumlah jemaat kami semakin berkurang. Tak ada lagi jemaat lain yang seusiaku saat ini, dan aku tidak lagi merasa nyaman berjemaat di gereja itu.