Renungan Kaum Muda

Kita Ini Debu

/
SANTAPAN ROHANI. Minggu, 9 Februari 2020. Baca: Mazmur 103:8-14 Seorang ayah muda terlihat mulai kehilangan kesabarannya. “Es krim! Es krim!” jerit anak balitanya. Kegaduhan di tengah mal yang ramai itu mulai menarik perhatian pengunjung lain di sekitarnya. “Ya nanti, kita cari keperluan Mama dulu ya, oke?” bujuk sang ayah.

Sebarkan Kemasyhuran-Nya

/
SANTAPAN ROHANI. Sabtu, 8 Februari 2020. Baca: Mazmur 48 Biasanya kita dapat mengetahui dari mana sebuah peta digambar dengan melihat apa yang terletak di tengah-tengah peta tersebut. Kita cenderung berpikir bahwa rumah kita adalah pusat segalanya, maka kita meletakkan titik di tengah dan mulai membuat sketsanya dari titik itu.

Apakah Ini Penting?

/
SANTAPAN ROHANI. Jumat, 7 Februari 2020. Baca: Kolose 3:12-17 Saya tertunduk lunglai dan menghela napas, “Entah bagaimana aku bisa menyelesaikan semua ini.” Suara teman saya terdengar di ujung telepon: “Beri apresiasi untuk dirimu sendiri.

Ratapan Mercy

/
SANTAPAN ROHANI. Kamis, 6 Februari 2020. Baca: Ratapan 2:10-13,18-19 Ayah Mercy menganggap dirinya sakit karena diguna-guna, padahal sebenarnya ia menderita AIDS. Waktu ia meninggal, Mercy yang berumur 10 tahun menjadi semakin dekat dengan ibunya. Namun, ibunya juga jatuh sakit dan meninggal tiga tahun kemudian.

Tetap di Jalur yang Benar

/
SANTAPAN ROHANI. Rabu, 5 Februari 2020. Baca: 1 Yohanes 2:18-27 Pelari buta tercepat dunia, David Brown dari Tim Paralimpik AS, mengakui bahwa prestasinya merupakan buah pertolongan Tuhan, nasihat ibunya di masa lalu (yang suka berkata “jangan berpangku tangan”) dan gemblengan pelatih larinya—mantan pelari cepat Jerome Avery.

Kasih Seluas Kasih Allah

/
SANTAPAN ROHANI. Selasa, 4 Februari 2020. Baca: Matius 5:43-48 Saya pernah mengunjungi pemukiman kumuh di Santo Domingo, Republik Dominika. Rumah-rumah di sana terbuat dari seng, dengan kabel listrik bergelantungan di atasnya.