Handlettering Workshop – SMA Kristen Gloria 1 Surabaya

Selasa, 23 April 2019, WarungSaTeKaMu hadir di SMA Kristen Gloria 1, Surabaya (@sma_kristen_gloria1) untuk memberikan workshop handlettering yang dibawakan oleh @Novia_Jonatan, seorang profesional handletterer dan juga anggota dari WarungSaTeKaMu Creative Community.
Puji Tuhan, acara workshop berlangsung dengan baik. Teman-teman dari SMA Kristen Gloria 1 terlihat sangat antusias dalam belajar mengenai basic skill untuk handlettering. Semoga melalui workshop ini, sobat muda dapat semakin mengembangkan talenta seni yang mereka miliki untuk kemuliaan Tuhan.

Berikut cuplikan kegiatan handlettering workshop tersebut.

Handlettering Workshop – Bidang Multimedia Pelayanan Mahasiswa UK Petra, Surabaya

Halo sobat muda!
Pada Hari Senin, 22 April 2019, WarungSaTeKaMu hadir di Bidang Multimedia – Pelayanan Mahasiswa UK Petra Surabaya untuk memberikan handlettering di workshop.
Workshop ini dibawakan oleh @Novia_Jonatan, seorang handletterer dan juga anggota dari WarungSaTeKaMu Creative Community.
Puji Tuhan, acara workshop berlangsung dengan baik. Teman-teman belajar mengenai basic skill untuk handlettering. Semoga melalui workshop ini, sobat muda dapat semakin mengembangkan talenta seni yang mereka miliki untuk kemuliaan Tuhan.

Berikut cuplikan kegiatan handlettering workshop tersebut.

Diterangi oleh Kasih

Ilustrasi oleh: Chin

“Dikasihi”, itulah salah satu kebutuhan kita sebagai manusia.

Kita ingin agar orang-orang di sekitar kita mengasihi kita. Kita ingin kehadiran kita dirindukan, kita ingin pekerjaan kita diapresiasi, dan kita pun ingin dikuatkan setiap kali kita merasa lemah.

Tapi, seringkali pencarian kita akan kasih itu malah membuat kita kecewa, sebab kita mencari kasih itu dari sesama manusia yang pada dasarnya berdosa. Kasih yang diberikan oleh manusia tidak dapat mengisi ruangan yang kosong dalam hati kita.

Kita lupa bahwa Allah adalah kasih, dan kasih yang sejati hanya bisa kita dapatkan dari pada-Nya. Allah telah memberikan kita kasih yang agung, melalui pengorbanan Yesus yang menjadi pendamaian bagi dosa-dosa kita (1 Yohanes 4:7-10).

Ketika kita menerima kasih dari Allah, tidak hanya ruangan kosong dalam hati kita akan terisi, tetapi kita pun akan dimampukan-Nya untuk meneruskan kasih itu kepada orang lain.

Doa yang Direvisi

Ilustrasi oleh: Vinsensia Novi (@enceen)

Ketika berdoa, seringkali kita mengajukan banyak permohonan kepada Tuhan dan berharap semuanya itu dikabulkan-Nya seturut dengan apa yang kita doakan. Namun, Alkitab mengingatkan kita bahwa segala sesuatu ada untuk melayani Sang Pencipta (Mazmur 119:91), kita diciptakan untuk kemuliaan-Nya (Yesaya 43:7). Kita ditebus untuk melakukan pekerjaan baik yang sudah disiapkan-Nya (Efesus 2:10). Tuhan adalah pemilik hidup ini. Dialah tokoh utamanya!

Oleh karena itu, hendaklah di dalam doa yang kita panjatkan, kita menempatkan Tuhan sebagai pemilik hidup kita, bukan sebagai orang yang harus mematuhi setiap kehendak kita. Sang Pemilik Hidup tentu tahu betul apa yang kita butuhkan dan dia akan menjawab tiap doa-doa kita seturut dengan cara-Nya.

Proyek seni ini diadaptasi dari artikel “Karena Perubahan ini Doa-Doaku Begitu Cepat Dijawab Tuhan

Belajar Bersyukur

Ilustrasi oleh: Chin

Aku pernah kehilangan sukacita dalam hidupku. Aku merasa hidupku kelabu. Pekerjaan yang kugeluti tidak memuaskan, kondisi keuanganku terguncang, dan… aku pun tidak memiliki pasangan hidup.

Aku tidak berasal dari keluarga berada. Penampilanku pun biasa-biasa saja. Kupikir, semua hal itulah yang membuat hidupku terasa sulit. Hingga suatu hari, aku menemukan ayat ini di dalam Alkitab:

Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus (Efesus 5:20-21).

Aku pun tersadar. Seorang pemenang dalam hidup bukanlah orang yang memiliki segalanya, melainkan orang yang mengerti kehendak Tuhan, yang menghargai waktu-waktu pemberian-Nya, dan yang mengucap syukur kepada-Nya di dalam nama Tuhan Yesus! Aku menutup mataku dan berterima kasih kepada Tuhan atas segalanya yang Dia telah berikan buatku. Karena Tuhan begitu mengasihiku, tantangan hidup yang Dia izinkan untuk kuhadapi tentu adalah bagian dari rencana-Nya yang baik.

Kunyalakan komputerku dan kukerjakan kembali pekerjaan yang sempat membuatku pening. Sekarang, meski aku tidak menyukainya, aku bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaan ini karena aku mau memuliakan Tuhan Yesus. Dan, meskipun aku juga belum memiliki pasangan hidup, kupikir ini adalah waktu berharga yang Tuhan berikan kepadaku untuk menjalin persahabatan. Inilah waktu yang tepat untukku menuliskan pesan kepada mereka bahwa aku bersyukur atas kehadiran mereka.

Keadaanku mungkin tidak berubah dalam sekejap. Namun, hidupku dapat lebih berwarna. Karena ucapan syukur, aku dapat merasakan kasih yang Tuhan nyatakan dengan lebih dalam.

Mencari Belahan Jiwa

Ilustrasi oleh: Lukas Ardandireza (@lukas_ardandireza)

Untuk kamu yang single, mungkin pernah ada suatu masa dalam hidupmu di mana kamu merasa dirimu tidaklah lengkap tanpa kehadiran si dia. Kamu merasa sepi, atau mungkin pula kamu merasa iri dengan orang lain yang tampaknya telah menemukan belahan jiwa mereka.

Namun, ketahuilah satu hal, bahwa identitasmu sejatinya tidaklah ditentukan dari status ataupun hubungan-hubungan yang kamu miliki.Tuhan menciptakan jiwamu utuh. Dengan ataupun tanpa pasangan, anugerah-Nya selalu cukup buatmu.

Kiranya dalam masa single ini, kamu dapat belajar untuk mengasihi Tuhan dan sesama. Dan, kelak saat kamu telah menemukan pasanganmu, kamu akan melihat bahwa masa single yang telah kamu lalui bersama Tuhan akan menolongmu untuk mengasihi pasanganmu.

Lihat karya lainnya di “Ruang Seni Kamu”

5 Penyemangat untuk Dirimu Sendiri dan Orang Lain

5 Penyemangat untuk Dirimu Sendiri dan Orang Lain

Ilustrasi oleh: Barbara Jenjaroentham (@barbsiegraphy)

Sebagai anggota tubuh Kristus, kita saling membutuhkan. Pertemanan Kristen bukanlah sebuah relasi yang hanya sekadar diisi dengan berdoa dan bersenang-senang, melainkan saling mendukung dan membangun satu sama lain.

Adakah seseorang yang kamu ketahui sedang menghadapi pergumulan dalam hidupnya? Bagikanlah kepada mereka kata-kata penyemangat yang berasal dari firman Tuhan hari ini.

“Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan” (1 Tesalonika 5:11).

Menjadi dewasa itu sulit. Banyak hal berubah, tetapi Tuhan tidak pernah berubah.

Apakah kamu sedang melalui fase kehidupan yang membuatmu mengalami banyak perubahan? Apakah kamu merasa khawatir karena hal-hal yang terasa tak pasti di hidupmu? Kehidupan ini diwarnai dengan perubahan, dan terkadang perubahan ini terjadi tanpa kita duga sebelumnya. Ada orang-orang, tempat-tempat, dan banyak hal lainnya yang berubah. Namun, kita dapat menghadapinya dengan tenang apabila kita tahu bahwa sesungguhnya kita tidak pernah sendiri—Tuhan selalu hadir dan mengasihi kita senantiasa di dalam setiap perubahan yang terjadi dalam hidup kita.

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7).

Dunia menuntut kita menjadi sempurna, tetapi Tuhan menerima kita apa adanya.

Dunia senantiasa mendikte kita bagaimana kita seharusnya bersikap, apa yang harus kita pikirkan, dan apa yang harus kita lakukan. Kita seringkali membawa tuntutan dunia ini di atas bahu kita hingga kita pun merasa penat. Namun, ini adalah pemahaman yang salah mengenai kesempurnaan, dan kita tidak perlu mengejarnya.

Tuhan memberi jalan keluar untuk kita. Dia tidak meminta kita untuk menjadi sempurna seturut dengan apa yang kita bayangkan. Hanya di dalam Kristus—satu-satunya yang Sempurna—kita dapat tampil sempurna di hadapan Tuhan. Marilah kita mengingat untuk hidup sebagai ciptaan baru di dalam kasih-Nya.

“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (Filipi 1:6).

Pencobaan itu sulit, tetapi Tuhan bisa bekerja melaluinya.

Ada hari yang penuh sukacita, namun ada pula hari yang diliputi kesedihan. Ada momen-momen yang manis, ada pula momen yang pahit. Ada masa kehidupan yang tenang, ada pula masa kehidupan yang penuh gejolak. Namun, tak peduli besar atau kecil skalanya, setiap kita pasti menghadapi pencobaan yang seringkali menguras tenaga kita secara fisik dan psikis.

Di momen-momen penuh gejolak, kita mungkin mendapati bahwa kita lebih bergantung kepada kekuatan kita sendiri daripada kepada Tuhan. Namun, tidak pernah ada kata terlambat untuk meluruskan kembali fokus kita. Marilah mengarahkan pandangan kita kepada-Nya dan bertekun dalam kekuatan-Nya. Tuhan memiliki tujuan yang terbaik untuk kebaikan kita.

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (Yakobus 1:12).

Tidak semua hal dapat berjalan sesuai rencana kita, namun Tuhan tetap memegang kendali.

Kita dapat membuat rencana, berangan-angan, dan mendoakan itu semua. Tapi, kita pun tahu bahwa kenyataan tidak selalu berjalan seperti apa yang kita bayangkan. Tuhan bisa menjawab ya, tunggu, atau tidak atas setiap doa-doa kita. Tidaklah mudah menyerahkan kendali hidup kita sendiri kepada Tuhan. Tapi, kita dapat meletakkan rasa jenuh dan takut kita, sebab Tuhan memiliki segalanya dan segalanya ada di bawah kendali-Nya—bahkan tiap detail yang paling kecil sekalipun.

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Amsal 3:5-6).

Tuhan mungkin terlihat diam, tetapi sesungguhnya Dia sedang bekerja dalam penantian kita.

Dunia kita yang berubah cepat memengaruhi dan membentuk kita untuk menjadi seseorang yang kurang bersabar. Kita jadi tidak suka menunggu. Kita ingin jawaban dan proses yang kita lalui selesai dengan cepat. Tapi, Tuhan adalah penyabar dan cara kerja-Nya berbeda dari kita. Seringkali, Dia meminta kita untuk menunggu—entah lama atau sebentar. Selama masa menanti itulah kita seringkali merasa tidak ada perubahan, atau malah perubahan itu terasa lebih buruk karena hal-hal yang terjadi di luar ekspektasi kita. Tapi, kiranya kita berpegang teguh pada kasih-Nya dan percaya bahwa selalu ada tujuan di balik apapun yang Tuhan izinkan terjadi.

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Roma 8:28).

Siapakah Yesus Bagimu?

Dua ribu tahun sejak kedatangan Kristus yang pertama ke dunia, orang-orang mengenal-Nya dengan pandangan yang beragam. Ada yang menganggap Yesus itu nabi, pahlawan, tokoh masyarakat, Mesias, dan juga Tuhan. Tapi, ada pula yang menganggap-Nya sebagai seorang penipu dan pembuat masalah.

Kami menanyakan sebuah pertanyaan sederhana kepada orang-orang muda secara acak dari enam negara: Siapakah Yesus bagimu?

Simak juga pendapat Jose Philip, seorang apologist dari Ravi Zacharias International Ministries mengenai siapa Yesus.

Disclaimer:
[Pendapat-pendapat yang diungkapkan dalam video ini adalah pandangan pribadi dari masing-masing narasumber]

Pada 3 – 18 Desember 2018, WarungSaTeKaMu mengundang sobat muda untuk berpartisipasi dalam kampanye #SiapaYesus di Instagram. Peserta yang ikut didorong untuk menceritakan siapa itu Yesus bagi dirinya pribadi dan apa yang telah Yesus lakukan untuk hidupnya dan umat manusia. Dan inilah 3 pemenang kampanye #SiapaYesus. Klik di gambar untuk melihat video selengkapnya

 

Mural Day – WarungSaTeKaMu Creative Community

Puji Tuhan, pada tanggal 1 – 2 Desember yang lalu, teman-teman kita dari WarungSaTeKaMu Creative Community mengadakan kegiatan Mural bersama di PAUD-TK Cipta Smart, Yayasan Abar Indonesia, Tangerang.

Kami sangat bersyukur ketika kami dapat menggunakan talenta seni yang Tuhan berikan kepada kami untuk menjadi berkat bagi adik-adik di sekolah tersebut.

Kiranya mural ini juga dapat terus mengingatkan mereka untuk terus memuji Tuhan di segala keadaan.
Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.

Berikut cuplikan kegiatan dan hasil akhir proyek mural ini.

Lihat Juga:

WarungSaTeKaMu Mini Art Exhibition 2018

Di Mini Art Exhibition tersebut, sobat muda yang hadir bisa melihat karya-karya seni yang dibuat oleh beberapa anggota WarungSaTeKaMu Creative Community. Mereka menggunakan ayat-ayat dari Kitab Mazmur untuk ditulis secara indah.