Berhenti Sejenak untuk Berdoa | Berdoa bagi Indonesia

Ketika perahu yang kita naiki terguncang karena badai, seringkali kita lupa bahwa tidak ada badai yang terlalu hebat untuk Tuhan Yesus tenangkan.

Hari-hari ini, ketika kita menyaksikan atau bahkan juga mengalami kegetiran dan kesedihan yang diakibatkan oleh badai pandemi, adalah baik untuk datang pada Bapa. Dia tahu dan peduli apabila ada dari antara kita yang dengan berat hati harus mengikhlaskan kepergian yang mendadak; keterpisahan sementara dengan orang-orang terkasih; kesulitan karena lapangan kerjanya terdampak; dan banyak nestapa lainnya yang menghadang.

Datanglah pada Tuhan, mencari wajah-Nya dengan berdoa.

Doa yang kita naikkan mungkin tidak akan mengubah keadaan dalam sekejap, tetapi dengan berdoa, kita mengizinkan damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus.

Bersama Tuhan Yesus, kita pasti bisa melalui semua ini.

#WarungSaTeKaMu
#LawanPandemi #SatukanHati #PrayForIndonesia #BerdoaBagiBangsa

7 Cara menjadi Terang di Tempat Kerjamu

Bagi kita yang sudah bekerja, kita menghabiskan banyak waktu kita di tempat kerja dan berkomunikasi dengan rekan-rekan di sana. Sudahkah kita menjadi terang bagi mereka?

Bagikan ini ke temanmu dan salinglah mengingatkan agar di mana pun dan bagaimana pun kondisi tempat kerjamu, janganlah lupa untuk bersinar.

5 Cara untuk Melayani Sesama

Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar frasa “saling melayani”? Apakah kamu terpikir tentang, “Aduh, males ah”, “capek”, “aku nggak mau diganggu”.

Melayani orang lain bisa jadi aktivitas yang memberatkan di saat jadwal kita terasa padat, atau kita merasa sudah sibuk dengan beragam hal. Namun, panggilan untuk saling melayani adalah panggilan yang penting dalam kehidupan Kristen. Yesus memberi teladan melayani dan Dia meminta kita untuk melakukan yang sama (Lukas 22:25-27).

Melayani orang lain tidak melulu tentang hal besar. Kita bisa melayani dari hal yang paling sederhana. Ini 5 tips buatmu.

5 Cara Menghangatkan Kembali Persahabatanmu

Dulu kita sahabat, sekarang….

Pekerjaan yang sibuk, pindah ke luar kota, atau bahkan tragedi sering menjadi faktor yang merenggangkan jalinan persahabatan. Dulu dekat, sekarang jadi jauh sekali rasanya. Kenangan akan keakraban di masa lalu jadi nostalgia yang menggetarkan hati.

Adakah seorang sahabat yang kehadirannya kamu rindukan? Doakanlah sahabatmu itu dan mintalah kesempatan pada Tuhan agar kalian dapat bertemu dan membangun kembali persahabatan itu.

Menjaga Kekudusan, Masih Zaman?

Sobat muda, dunia berubah semakin cepat. Apa yang dahulu dianggap tabu dan sakral, kini terdegradasi nilainya menjadi hal yang dianggap lumrah oleh dunia.

Namun, firman Allah tidak pernah berubah. Ketika Allah mengatakan “Kuduslah kamu sebab Aku kudus,” itulah yang Dia kehendaki bagi kita sepanjang waktu. Kudus adalah ‘dikhususkan bagi Allah’.

Menghadapi Rasa Takut

Ketakutan apakah yang sedang kamu hadapi saat ini? Apakah ketakutan itu membuatmu enggan melangkah?

Tenangkanlah hatimu. Ketakutan adalah hal yang wajar, itu respons alamiah manusia tatkala menghadapi sesuatu yang meragukan. Namun, janganlah hatimu menjadi gusar. Tuhan kita adalah Tuhan yang sanggup menenangkan badai, dan Dia tidak membiarkanmu melawan ketakutanmu sendirian.

Bagikan ini ke teman-temanmu, yakinkanlah mereka bahwa dalam menghadapi ketakutan, mereka tidak sendirian.

5 Cara Supaya Resolusi Tahun Barumu tidak Zonk

Jelang akhir tahun, kata ini tidak asing kita dengar. Banyak orang mengevaluasi kehidupan mereka selama setahun lalu menyusun strategi baru untuk setahun ke depan. Namun, tak jarang resolusi yang sudah disusun itu mangkrak di tengah jalan. Jelang tengah tahun, malah ada yang sudah lupa sama sekali dengan resolusinya.

Gimana ya caranya supaya resolusi yang sudah kita susun bisa terlaksana dengan maksimal?

Fakta Seputar Orang-Orang Majus

Orang-orang Majus. Kita tidak asing dengan mereka dalam kisah Natal, tapi tahukah kita tentang siapa mereka sebenarnya, dan mengapa Injil Matius mencatat kisah mereka? Yuk simak postingan berikut ini.

Itu Ayahku!

Ilustrasi oleh: Paulina Sangar (@caramel_art)

Setiap ayah punya keunikan. Ada ayah yang periang dan humoris. Ada pula ayah yang suka bertualang ataupun cenderung pendiam.

Mungkin kamu merasa malu dengan ayahmu karena dia pernah mempermalukanmu di depan umum, atau mungkin pula kamu begitu bangga padanya.

Tapi, apapun kelebihan dan kekurangan ayahmu, satu kebenaran yang kita perlu ketahui adalah kita semua memiliki sesosok Bapa di Surga. Dia adalah Bapa yang sempurna, yang mencurahkan kasih sayang-Nya kepada kita dan memangil setiap kita sebagai anak-anak-Nya (1 Yohanes 3:1).

Saat kita memperingati dan merayakan Hari Ayah, ingatlah juga untuk selalu bersyukur kepada Tuhan karena kita sudah diberikan hak istimewa untuk menjadi anak-anak-Nya!