08 – Agustus 2019: Bangga menjadi Indonesia

Belajar dari Perbedaan Suku: Kasih Mengalahkan Prasangka

Oleh Paramytha Magdalena, Surabaya.

Saat SD dulu, aku bersekolah di SD swasta di dekat rumahku. SDku itu merupakan SD Katolik, tetapi murid-muridnya tidak hanya diisi oleh orang Katolik dan Protestan saja, ada dari agama-agama lain juga.

Lanjut baca...

Skripsi, Garis Akhir Perjuangan Kuliah yang Kulewati Bersama Tuhan

Oleh Yuanda Hemi, Tangerang.

Aku adalah seorang mahasiswi dari sebuah perguruan tinggi di Kota Tangerang. Sebelum berkuliah, aku menjadi atlet bulutangkis selama enam tahun sehingga aku masuk sekolah hanya untuk mengikuti ujian.

Lanjut baca...

Yesus Kristus dan Celana Kolor

Oleh Dimas Anugrah, Jakarta.

Judul di atas mungkin terasa aneh. Rasanya kok tidak sopan. Sepertinya kurang elok kalau menyandangkan Yesus Kristus dengan celana kolor.

Tetapi judul ini bukannya tanpa alasan. Ceritanya begini:

Lanjut baca...

Panggilan Melayani di Pelosok Negeri

Oleh Blessdy Clementine, Jakarta.

Sejak SMP, aku sangat menyukai kegiatan sosial. Aku merasa bahagia ketika berbagi sembako kepada petugas kebersihan di sekitar Jakarta, mengunjungi panti asuhan dan panti wredha, menghabiskan waktu bersama anak-anak di yayasan kanker, dan sebagainya.

Lanjut baca...

Langit Menceritakan Kemuliaan Allah

Aku percaya tangan Tuhan sedang merenda dan mengerjakan kebaikan di tengah bangsa kita. Namun, pertanyaannya adalah: maukah aku dan kamu dipakai-Nya untuk menjadi alat kebaikan-Nya, untuk menunjukkan keagungan, kemuliaan, dan kasih-Nya kepada segenap insan di bangsa ini?

Lanjut baca...

Lock Screen: Bangga Menjadi Indonesia

Yuk download lock screen ini dan gunakan di ponsel kamu.

Lanjut baca...

Lock Screen: Bangga Menjadi Indonesia

Bulan ini, WarungSaTeKaMu spesial lockscreen dengan background image alam Indonesia. Kiranya lockscreen ini dapat mengingatkanmu untuk bangga menjadi Indonesia.

Lanjut baca...

Mereka Tanggung Jawab Kita

Oleh Arbentia Pratama Sumbung, Jakarta

Dua hari yang lalu, setelah selesai bertugas di daerah Salemba, panas matahari yang menyengat membuatku memutuskan untuk sejenak berteduh di sebuah mini market. Tidak lama kemudian, seorang anak menghampiri aku dengan wajah memelas, lalu menyodorkan tangan untuk meminta sedikit uang.

Lanjut baca...

Berhenti Memikirkan Hal-hal Negatif

Oleh Riley Sands.

Semuanya dimulai dari ketika lamaran kerjaku ditolak untuk kedua kalinya.

Aku melamar di dua tempat—satu di penerbit buku dan satunya lagi di universitas tempatku belajar untuk gelar S-2ku. Karena sebelumnya aku pernah bekerja di perusahaan penerbitan, kupikir aku punya peluang lebih besar daripada pelamar lainnya. Tapi nyatanya, aku ditolak.

Lanjut baca...
 Page 1 of 2  1  2 »