08 – Agustus 2019: Bangga menjadi Indonesia

Jangan Sia-siakan Waktu Menunggumu!

Oleh Jalen Galvez, Filipina.

Tahun 2016, ibuku didiagnosis kanker payudara stadium empat.

Ketika aku mendengar kabar ini, aku bertanya-tanya mengapa pada Tuhan. Ada banyak pertanyaan dalam benakku, dan aku tidak bisa tidak memikirkannya.

Lanjut baca...

Kisah Cinta Eli

Oleh Dhimas Anugrah, Jakarta.

Lapangan El-Marga di kota Damaskus, Siria, begitu ramai dipadati penduduk kota. Langit masih gelap, matahari belum bersinar.

Lanjut baca...

3 Tips untuk Tetap Menyembah Tuhan di Masa Sulit

Oleh Julian Panga, India.

Memuji dan menyembah Tuhan terasa mudah ketika segalanya baik-baik saja. Namun, ketika kesulitan melanda, kita merasa Tuhan seolah jauh, atau sepertinya Dia tidak peduli. Sulit pula bagi kita untuk mengasihi, menghormati, dan mengakui Tuhan atas pribadi-Nya, apa yang Dia telah lakukan, dan yang sanggup Dia lakukan.

Lanjut baca...

Menjaga Toleransi di Tengah-Tengah Masyarakat yang Majemuk

Oleh Josua Martua Sitorus, Palembang.

Aku sangat bersyukur sekaligus bangga diciptakan Tuhan sebagai orang Indonesia, bangsa yang kaya akan keberagaman suku, agama, ras, dan budaya.

Lanjut baca...

Dalam Yesus, Ada Harapan bagi Keluargaku

Oleh Judah Koh, Singapura.

Sudah 11 tahun aku menjadi orang Kristen, dan aku adalah orang pertama di keluargaku yang datang pada Kristus. Oleh anugerah-Nya, ibu dan kakak perempuanku menerima Tuhan setahun setelahnya, diikuti oleh kakak lelakiku yang dimenangkan lewat upaya dan doa-doa dari rekan sekerjanya.

Lanjut baca...

Divonis Tumor Payudara, Pertolongan Tuhan Nyata Bagiku

Oleh Lidia , Jakarta

Pernahkah kamu menerima berita yang begitu mengejutkan dan itu sontak membuatmu sedih dan terpukul? Mungkin itu bisa berupa berita kehilangan orang yang kamu sayangi secara tiba-tiba, atau ketika kamu divonis memiliki penyakit yang tidak kamu sadari hingga kamu harus dioperasi.

Lanjut baca...

Belajar dari Perbedaan Suku: Kasih Mengalahkan Prasangka

Oleh Paramytha Magdalena, Surabaya.

Saat SD dulu, aku bersekolah di SD swasta di dekat rumahku. SDku itu merupakan SD Katolik, tetapi murid-muridnya tidak hanya diisi oleh orang Katolik dan Protestan saja, ada dari agama-agama lain juga.

Lanjut baca...

Skripsi, Garis Akhir Perjuangan Kuliah yang Kulewati Bersama Tuhan

Oleh Yuanda Hemi, Tangerang.

Aku adalah seorang mahasiswi dari sebuah perguruan tinggi di Kota Tangerang. Sebelum berkuliah, aku menjadi atlet bulutangkis selama enam tahun sehingga aku masuk sekolah hanya untuk mengikuti ujian.

Lanjut baca...

Yesus Kristus dan Celana Kolor

Oleh Dhimas Anugrah, Jakarta.

Judul di atas mungkin terasa aneh. Rasanya kok tidak sopan. Sepertinya kurang elok kalau menyandangkan Yesus Kristus dengan celana kolor.

Tetapi judul ini bukannya tanpa alasan. Ceritanya begini:

Lanjut baca...
 Page 1 of 2  1  2 »