Puisi: Merenung

Oleh David Robenhot Pasaribu

Merenung, mengingat saat aku menyadari
Pertama aku mengenal wajah-Mu
Tersungkur betapa berdosanya diriku
Bersitatap dengan cahaya kemuliaan

Aku mendapati diriku yang lama tak kukenal
Aku mengetahui, keberdosaan yang menjadi keberadaanku
Terharu waktu itu, mengetahui Engkau mengasihiku
Engkau mengampuni, bahkan dosa yang hingga kini masih kusesali

Merenung, mengingat saat aku menyadari
Waktu aku mendengar kabar tentang-Mu
Sesuatu yang membuatku terharu
Itu sesuatu yang baru, yang lama kurindu

Sebuah rasa sesak yang memenuhi dada
Segumpal kepenatan akan cara hidup yang fana
Mengetahui Engkau menebus semuanya
Semuanya Tuhan, bahkan sesuatu yang sulit kuampuni sendiri

Indah sekali waktu itu Tuhan
Waktu dimana aku pertama mengenal kasih-Mu
Aku sangat merindukannya
Merindukan saat aku sadar akan hadirat-Mu yang kudus.

Izinkanlah aku mengecapnya sekali lagi
Karena hari ini aku kembali tersungkur
Kepada kekalutan hidupku yang lama
Oh, izinkanlah aku mengecapnya Tuhan,
Keindahan hadirat kudus-Mu itu.

Puisi: Cinta

Oleh Tri Nurdiyanso

Inilah kisahku dalam sebuah hari,
Banyak kata ‘cinta’ dalam tumpukan mataku,
Entah dari coretan tembok hingga coretan di layar.
Mereka berusaha mengungkapkan apa makna cinta itu.

Memang aku bukanlah ahli filsafat tentang cinta,
Aku bukan pelukis handal yang menggambarkan cinta.
Apalagi yang mampu membuatku memahami arti kata itu?
Karena tidak ada kemampuan yang kumiliki untuk menerkanya.

Cinta…cinta… cinta….
Sering membuat mata, hati, dan pikiran,
menjadi kabur, tak tahu memandang mana yang baik dan buruk.
Selain memandang untuk mengisi kekosongan dalam dirinya.
Apakah itu yang dinamakan cinta? dan dinginkan dari cinta?

“Ayo mataku, bukalah lebar-lebar!
Agar aku mampu melihat lebih luas dan detail tentang cinta.
Mari hatiku, lebih pekalah untuk merasa!
Agar aku mampu merasakan ketulusan dari cinta itu.
Cepatlah pikiranku, untuk lebih tajam berpikir!
Agar aku mampu mempertimbangkan kebaikan tentang cinta.”
Seruku untuk membuat lari hidupku mengarah kepada cinta.

Namun itu sia-sia belaka dan tak berguna.
Karena cinta yang kumaksud tak pernah ada di dunia ini.
Tapi dengan belas kasihan Sang Pemberi Hidup,
Dia mengaruniakan Anak-Nya Yang Tunggal untuk mati demi aku.
Dengan fakta yang Dia lakukan dan kerjakan,
Aku mengerti arti cinta itu dan keindahannya

Komik Strip Mr. Bilbo: Love Story

Oleh Rizky Prima

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)

Animasi: When God’s Love Takes Over

Animasi oleh Bertilia Ellen, Musik oleh Stephen Cahaya

“Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (1Yoh. 4:10)

Komik: Kasih Tidak Berkesudahan

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” (Efesus 5:25)

Puisi: Tanpa Tuhan, Aku Tak Berarti

Oleh Ema Nainggolan

Kucoba berjalan sendiri
karena merasa kuat dan mampu
tanpa campur tangan seorang pun
di jalan hidup yang kutentukan sendiri.

Berjalan ke mana pun yang kumau
melakukan apa pun yang kuinginkan

hingga aku sampai di jalan buntu
yang gelap dan kelam
aku terjatuh dalam lubang kehancuran

Spontan aku meminta tolong
berseru memanggil nama Tuhan
dengan segera Kau ulurkan tangan
merengkuhku dalam kehangatan cinta-Nya

Kusadari besarnya cinta Tuhan
nyawa-Nya pun Dia relakan
gantikan nyawaku agar kuhidup
Dia tak pedulikan latar belakangku
atau apa pun yang kupunya

Terima kasih Tuhan atas cinta-Mu
yang tak bersyarat bagiku
aku tak dapat hidup di luar kasih-Mu, Tuhan
tetaplah bersamaku selamanya
sebab tanpa Tuhan, aku tak berarti

Love U JESUS…….

Komik Strip Mr. Bilbo: Cake

Ilustrasi oleh Rizky Prima

“Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” (Matius 6:12)

Klik pada gambar untuk memperbesar.

Komik Strip Mr. Bilbo: Pencil

Ilustrasi oleh Rizky Prima

Pensil dapat habis dipakai namun kasih Allah tidak berkesudahan.

Klik gambar untuk lihat ukuran yang lebih besar