Lagu: Satu Hati Melayani

Shallom! Ini adalah lagu yang saya ciptakan bersama teman2 di persekutuan mahasiswa kristen untuk regenerasi kepengurusan. Semoga bisa jadi berkat buat yang lain.

Satu hati untuk melayani
Satu hasrat ‘tuk setia
Satu visi yang telah diberi
‘Tuk diwujudkan jadi nyata

Satu ladang telah tersedia
Dan ‘ku kan jadi pekerja-Nya
Satu jiwa sangatlah berharga
‘Tuk satu Raja yang mulia

Reff:
Satukan kami selalu
S’perti Kau dan Bapa satu
Bergandengan ‘tuk membangun kembali kerajaan-Mu
Jadikan kami sehati
Tuk tulus melayani
Membawa nama-Mu ke tempat tertinggi

#
Biarlah nama-Mu saja
yang layak diagungkan
yang layak ditinggikan

Puisi: Indahnya Perbedaan

Oleh Cimaya Linda

Pelangi menghiasi cakrawala
Perpaduan beragam warna
terlihat indah di mata

Variasi suara melantunkan
puji-pujian dalam suatu paduan
terdengar merdu nadanya

Huruf terangkai membentuk kata
Kata teruntai membentuk kalimat
Kalimat tersusun merangkai cerita
nan indah maknanya

Orang-orang pun beragam
Suku, bahasa, dan pikiran
Namun dipersatukan dalam Tuhan
dengan segala perbedaan

Betapa indahnya di dalam Tuhan
perbedaan dipersatukan dalam persekutuan
Sehingga bisa tunjukkan indahnya perbedaan
pada dunia yang mendamba

Puisi: Merenung

Oleh David Robenhot Pasaribu

Merenung, mengingat saat aku menyadari
Pertama aku mengenal wajah-Mu
Tersungkur betapa berdosanya diriku
Bersitatap dengan cahaya kemuliaan

Aku mendapati diriku yang lama tak kukenal
Aku mengetahui, keberdosaan yang menjadi keberadaanku
Terharu waktu itu, mengetahui Engkau mengasihiku
Engkau mengampuni, bahkan dosa yang hingga kini masih kusesali

Merenung, mengingat saat aku menyadari
Waktu aku mendengar kabar tentang-Mu
Sesuatu yang membuatku terharu
Itu sesuatu yang baru, yang lama kurindu

Sebuah rasa sesak yang memenuhi dada
Segumpal kepenatan akan cara hidup yang fana
Mengetahui Engkau menebus semuanya
Semuanya Tuhan, bahkan sesuatu yang sulit kuampuni sendiri

Indah sekali waktu itu Tuhan
Waktu dimana aku pertama mengenal kasih-Mu
Aku sangat merindukannya
Merindukan saat aku sadar akan hadirat-Mu yang kudus.

Izinkanlah aku mengecapnya sekali lagi
Karena hari ini aku kembali tersungkur
Kepada kekalutan hidupku yang lama
Oh, izinkanlah aku mengecapnya Tuhan,
Keindahan hadirat kudus-Mu itu.

Puisi: Cinta

Oleh Tri Nurdiyanso

Inilah kisahku dalam sebuah hari,
Banyak kata ‘cinta’ dalam tumpukan mataku,
Entah dari coretan tembok hingga coretan di layar.
Mereka berusaha mengungkapkan apa makna cinta itu.

Memang aku bukanlah ahli filsafat tentang cinta,
Aku bukan pelukis handal yang menggambarkan cinta.
Apalagi yang mampu membuatku memahami arti kata itu?
Karena tidak ada kemampuan yang kumiliki untuk menerkanya.

Cinta…cinta… cinta….
Sering membuat mata, hati, dan pikiran,
menjadi kabur, tak tahu memandang mana yang baik dan buruk.
Selain memandang untuk mengisi kekosongan dalam dirinya.
Apakah itu yang dinamakan cinta? dan dinginkan dari cinta?

“Ayo mataku, bukalah lebar-lebar!
Agar aku mampu melihat lebih luas dan detail tentang cinta.
Mari hatiku, lebih pekalah untuk merasa!
Agar aku mampu merasakan ketulusan dari cinta itu.
Cepatlah pikiranku, untuk lebih tajam berpikir!
Agar aku mampu mempertimbangkan kebaikan tentang cinta.”
Seruku untuk membuat lari hidupku mengarah kepada cinta.

Namun itu sia-sia belaka dan tak berguna.
Karena cinta yang kumaksud tak pernah ada di dunia ini.
Tapi dengan belas kasihan Sang Pemberi Hidup,
Dia mengaruniakan Anak-Nya Yang Tunggal untuk mati demi aku.
Dengan fakta yang Dia lakukan dan kerjakan,
Aku mengerti arti cinta itu dan keindahannya

Komik Strip Mr. Bilbo: Love Story

Oleh Rizky Prima

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)

Animasi: When God’s Love Takes Over

Animasi oleh Bertilia Ellen, Musik oleh Stephen Cahaya

“Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (1Yoh. 4:10)

Komik: Kasih Tidak Berkesudahan

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” (Efesus 5:25)