Pertolongan Dari Roh-Nya

Jumat, 3 Januari 2014

Komik Strip: Resolusi

Baca: Mikha 6:3-8

6:3 “Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku!

6:4 Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir dan telah membebaskan engkau dari rumah perbudakan dan telah mengutus Musa dan Harun dan Miryam sebagai penganjurmu.

6:5 Umat-Ku, baiklah ingat apa yang dirancangkan oleh Balak, raja Moab, dan apa yang dijawab kepadanya oleh Bileam bin Beor dan apa yang telah terjadi dari Sitim sampai ke Gilgal, supaya engkau mengakui perbuatan-perbuatan keadilan dari TUHAN.”

6:6 “Dengan apakah aku akan pergi menghadap TUHAN dan tunduk menyembah kepada Allah yang di tempat tinggi? Akan pergikah aku menghadap Dia dengan korban bakaran, dengan anak lembu berumur setahun?

6:7 Berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak? Akan kupersembahkankah anak sulungku karena pelanggaranku dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?”

6:8 “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”

Apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu? —Mikha 6:8

Pertolongan Dari Roh-Nya

Banyak dari kita yang berjanji kepada diri kita sendiri dalam menandai awal dari tahun yang baru. Kita bertekad untuk semakin rajin menabung, rajin berolahraga, atau mengurangi waktu yang dihabiskan di dunia maya. Kita memulai tahun yang baru dengan niat baik, tetapi tidak lama kemudian kebiasaan lama mulai menggoda kita untuk kembali kepada kehidupan yang lama. Awalnya kita tergelincir dan sesekali jatuh pada kebiasaan lama itu, tetapi lama-kelamaan kita semakin sering melakukannya, hingga tidak ada waktu di mana kita tidak melakukannya. Pada akhirnya, seolah-olah tekad kita di awal tahun itu tidak pernah ada.

Daripada mencari-cari sendiri sasaran bagi pengembangan diri kita, lebih baik kita bertanya pada diri sendiri: “Apa yang Tuhan inginkan dariku?” Melalui Nabi Mikha, Allah sudah menyatakan bahwa Dia ingin kita berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan-Nya (Mik. 6:8). Semua hal ini berkaitan dengan pemulihan jiwa dan bukan sekadar suatu pengembangan diri.

Syukurlah, kita tidak harus bersandar pada kekuatan kita sendiri. Roh Kudus memiliki kuasa untuk menolong kita bertumbuh dalam iman sebagai orang percaya. Firman Allah berkata, Allah sanggup “menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu” (Ef. 3:16).

Jadi seiring kita mulai melangkah di tahun yang baru, marilah kita menetapkan hati menjadi semakin serupa dengan Kristus. Roh Kudus akan menolong kita pada saat kita sungguh-sungguh berusaha untuk hidup dengan rendah hati di hadapan Allah. —JBS

Roh Kebenaran, berdiamlah di dalamku;
Agar aku sendiri melakukan kebenaran-Mu;
Dan dengan hikmat-Mu yang jelas dan lembut
Terpancarlah hidup-Mu di dalamku. —Lynch

Seseorang telah memperoleh kemenangan apabila ia memiliki Roh Kudus sebagai sumber kekuatannya.

Musik: Jingle Bells

Dashing through the snow
In a one-horse open sleigh
O’er the fields we go
Laughing all the way
Bells on bobtail ring
Making spirits bright
What fun it is to ride and sing
A sleighing song tonight!

(chorus)
Jingle bells, jingle bells,
Jingle all the way.
Oh! what fun it is to ride
In a one-horse open sleigh.
Jingle bells, jingle bells,
Jingle all the way;
Oh! what fun it is to ride
In a one-horse open sleigh.

Desember

Oleh Lavinia

Ketika kita memasuki bulan Desember, pasti ada suatu perasaan yang berbeda. Karena bulan ini merupakan bulan terakhir tahun ini.

Banyak hal yang telah kita lewati dan alami sepanjang tahun ini. Akan ada banyak perenungan mengenai banyak hal. Ada sukacita dan dukacita, ada penyesalan, ada kebahagiaan, ada keberhasilan yang telah dicapai, dan juga kegagalan. Bila kita melihat ke belakang, kita akan melihat banyak tertawa dan juga tangis air mata.

Tapi bila kita ingat kembali, tidak pernah kita melewati semuanya itu dengan sendirian. Di setiap kejadian, tangan Tuhan ada di dalamnya. Mungkin kita bertanya, “Tapi saya belum meraih apa yang saya inginkan. Saya belum menemukan jawaban dari pertanyaan saya.” Ketahuilah, bahwa rencana-Nya tidak pernah gagal. Kasih dan anugerah-Nya lebih dari cukup.

Mari kita lewati bulan Desember ini bukan hanya dengan semarak Natal dan acara tahun baru yang meriah. Tapi mari kita renungkan kebaikan-Nya, Dia yang telah datang ke dunia ini untuk kita dan melalui kelahiran-Nya, kita memiliki hidup yang tidak pernah sama lagi.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Lagu: Seasons of Love

Lagu diciptakan oleh Trisna Rizki

Vokalis: Rut Pamela & Trisna Rizki
Gitaris: Parada Jiwanggana

Verse 1:
Kasih. . . kasih yang sejati
Kasih yang abadi, yang ajaib tuk kita alami
Hatiku. . . yang lama beku
Kini t’lah mencair dihangatkan oleh kasihMu
##
Selamat tinggal masa lalu musim kelam t’lah berlalu
Mari semua menikmati musim yang baru
Musim penuh cinta kasih dari Bapa untuk kita
Sebarkan pada dunia

Reff:
Seasons of Love! T’rima kasihNya
Dan sebarkan cinta kasih pada dunia (selamanya)
Seasons of Love! Jangan kau ragu
Tuk rasakan hidup baru dalam Yesus, sukacita selalu!

Verse 2:
Kini. . .akan kubagi
Kisah cinta ini dari hati kepadamu
Tak akan. . kusimpan sendiri
Kasih indah ini dari Bapa tuk kau alami

Puisi: Hal Terindah Saat Berjumpa Dengan-Mu, Bapa

Oleh Irne Marlianti T.

Bahagia yang kurasakan adalah saat Kau menghampiriku
Menyentuhku dalam balutan kasih sayang-Mu
Kehangatan yang kurasa saat berjumpa melalui doa
Doa yang menuntunku merasakan indahnya hadirat-Mu

Bersama-Mu Bapa damai kurasakan
Kaulah Bapa yang sangat kurindukan
Bapa yang setia dalam setiap hembusan nafasku

Ajarku mengerti suara-Mu, Bapa
Ajarku setia dalam tempat kediaman-Mu
Ajarku berdiam dalam terang-Mu yang abadi
Ajarku memberi rasa pada dunia yang hambar
Beri aku rasa yang haus untuk selalu menyapa-Mu, Bapa

Bapa, menjadi anak-Mu adalah kebanggaan bagiku
Terima kasih Bapa untuk segalanya
Terima kasih sudah menjadikanku anak-Mu
Aku mencintai-Mu Bapa

Love you My Lord 🙂

Puisi: Dia Pegang Tanganku

Oleh Nova Banne

Ketika kuberjalan
Aku berjalan dalam kegelapan
Ketika kuteruskan
Banyak gunung yang harus kudaki
Angin dan badai
Terus menghantam diri

Aku takut melangkah
Aku takut berkata-kata
Aku takut bermimpi
Takut dan khawatir
Selalu datang menghampiri

Bagiku semuanya sunyi
Bagiku semuanya tak berarti
Tangisku tiada henti
Aku t’lah meninggalkan-Nya
T’lah kulepas pegangan tangan-Nya

Namun, kini kusadari
Hanya Dia yang mampu pulihkanku
Karena Dia tetap pegang tanganku
Dan semuanya menjadi berarti
Ketika kuhidup bersama Yesus

Komik Strip: Pelangi

Oleh Septyan W., peserta workshop komik strip “I Love To Draw The Story”

Usai badai terbit pelangi. Dari tunggul, tunas baru muncul.

Septyan W. adalah salah satu peserta workshop komik strip “I Love To Draw The Story” yang diadakan oleh Persekutuan Siswa Kota Yogyakarta (PSKY) & warungsatekamu.org di Jogja, 27 Agustus 2013.

Komik strip ini dibuat langsung saat workshop tersebut, dan telah melalui proses penyuntingan WarungSateKamu tanpa mengubah isinya.

Komik Strip: Kasih Itu Bertindak

Oleh Aprilia Akhsa T., peserta workshop komik strip “I Love To Draw The Story”

“Kasih itu bertindak. Bukan hanya sekedar kata-kata kosong.”

“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” (1 Yohanes 3:18)

Sudahkah kita sungguh-sungguh mendoakan orang yang kita telah berkata akan kita doakan?


Aprilia Akhsa T. adalah salah satu peserta workshop komik strip “I Love To Draw The Story” yang diadakan oleh Persekutuan Siswa Kota Yogyakarta (PSKY) & warungsatekamu.org di Jogja, 27 Agustus 2013.

Komik strip ini dibuat langsung saat workshop tersebut, dan telah melalui proses penyuntingan WarungSateKamu tanpa mengubah isinya.

Komik Strip: Masak Nasi

Oleh Aroma Mayangsari, peserta workshop komik strip “I Love To Draw The Story”

“Kalau nasi jadi bubur, Bapa-ku menyediakan kerupuk, ayam, seledri, dan kecap supaya jadi bubur ayam yang enak.”

“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.” (Yesaya 42:3)

Aroma Mayangsari adalah salah satu peserta workshop komik strip “I Love To Draw The Story” yang diadakan oleh Persekutuan Siswa Kota Yogyakarta (PSKY) & warungsatekamu.org di Jogja, 27 Agustus 2013.

Komik strip ini dibuat langsung saat workshop tersebut, dan telah melalui proses penyuntingan WarungSateKamu tanpa mengubah isinya.