Puisi

Ketika Pernikahan Tidak Mengubahkan Hidupku

Oleh Agnes Lee, Singapura.

“Jangan digaruk lagi! Kalau kamu bisa berhenti menggaruk kulitmu, kamu akan jadi cantik seperti anak-anak perempuan lainnya!” Itulah yang perkataan yang sering diucapkan ibuku seiring dengan aku tumbuh dewasa.

Lanjut baca...

5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Ketika Temanmu Mengalami Gangguan Kejiwaan

Oleh Karen Kwek, Singapura.

Aku dan Simone* adalah teman saat kuliah di Inggris bertahun-tahun yang lalu. Simone merupakan seorang yang pintar dan populer dengan selera humor yang sarkastik. Di samping itu, bila dilihat sekilas, Simone sepertinya adalah seorang wanita yang memiliki segalanya: dia punya iman Kristen yang kuat, teman-teman dekat, prestasi akademik yang gemilang, juga kesempatan besar untuk melanjutkan studi tentang musik di jenjang pasca-sarjana.

Lanjut baca...

Ketika Pacarku Menjeratku ke dalam Dosa Percabulan

Oleh Renata.

Aku adalah mahasiswi berusia 21 tahun. Kisah ini bermula 3 tahun lalu saat aku berkenalan dengan seorang pria di semester kedua kuliahku. Pertemuan pertama kami terjadi di sebuah kepanitiaan. Waktu itu aku baru menyadari bahwa ternyata dia adalah teman seangkatanku, satu jurusan, dan juga sesama orang Kristen.

Lanjut baca...

5 Hal yang Bisa Kita Lakukan untuk Memaksimalkan Resolusi Tahun Baru

Oleh Aryanto Wijaya, Jakarta.

RESOLUSI 2018

“Melanjutkan resolusi 2017
Yang belum tercapai
Yang dibuat tahun 2016
Dan direncanakan tahun 2015
Serta dicita-citakan sejak 2014”

Lanjut baca...

Aku, Ambisiku, dan Rencana Tuhan

Oleh Nana Sagala, Kuala Lumpur.

Aku adalah seseorang dengan ambisi selangit. Sejak SMA, aku sudah menyusun timeline yang isinya rencana kehidupanku di masa depan. Aku ingin lulus kuliah tepat empat tahun, memulai karier sebagai konsultan humas selama setahun, setelah itu bekerja di lembaga pemerintahan, atau mengejar beasiswa kuliah di luar negeri. Semua rencana itu kususun dengan rapi berdasarkan urutan tahun.

Lanjut baca...

Saat Hidup Terasa Begitu Hambar

Oleh Aryanto Wijaya, Jakarta.

Kecewa. Jenuh. Hambar.

Tiga kata itu adalah gambaran dari masa-masa kelam yang sempat kulalui di awal tahun 2017. Sebagai seorang sarjana fresh graduate yang baru diwisuda beberapa bulan sebelumnya, aku memimpikan hidup yang signifikan dan penuh petualangan. Aku punya mimpi besar ingin menjelajah ke banyak tempat dan menaklukkan tantangan baru. Namun, mimpi itu seolah sirna begitu saja ketika akhirnya aku mendapati diriku bekerja sebagai seorang editor yang notabene adalah pekerja kantoran yang pergi pagi pulang petang setiap hari.

Lanjut baca...

Kisahku sebagai Korban Bullying yang Berharga di Mata Allah

Oleh Suparlan Lingga.

“Emang dipikirnya dia itu siapa?”
“Sombong benar orang itu.”

Beberapa ungkapan di atas menggambarkan kondisi dan perasaan hatiku ketika dulu masih belum mengenal Allah secara pribadi. Ketika masih SMA, aku sering merasa marah, kecewa, dan dendam dengan perkataan dan perilaku teman sekelasku yang suka merundung (bully) dan mengolok-olok orang lain.

Lanjut baca...

Dalam Peliknya Masalah Kemiskinan, Kita Bisa Berbuat Apa?

Oleh Yuliana Martha Tresia, Depok.

Masih jelas tergambar dalam pikiranku kondisi pemukiman di kolong jembatan di daerah Ancol, Jakarta Utara yang kukunjungi sebulan lalu. Mayoritas warganya bekerja sebagai pemulung. Rumah-rumah mereka didirikan seadanya, bukan tergolong rumah yang sehat.

Lanjut baca...

Satu Hal yang Kulupakan Ketika Semua Impianku Tidak Terwujud

Oleh Evant Christina, Jakarta.

Setiap orang boleh memiliki keinginan dan cita-cita. Tetapi, pada kenyataannya, terlepas dari sekeras apapun upaya kita untuk mewujudkannya, tidak semua yang kita harapkan bisa terjadi sesuai keinginan kita. Inilah realita kehidupan. Pernahkah kamu mengalaminya? Aku pernah.

Lanjut baca...
 Page 5 of 12  « First  ... « 3  4  5  6  7 » ...  Last »