Kesaksian

Menegur, Sulit tapi Baik untuk Dilakukan

Oleh Novita Sari Hutasoit, Tangerang.

Menegur orang lain merupakan hal yang sangat sulit untuk kulakukan. Aku takut pada risiko yang mengikutinya—ditolak dan dijauhi oleh orang yang kutegur. Aku tidak siap menghadapi hal itu.

Lanjut baca...

Gagal Naik Podium Tidak Menghentikan Rencana Tuhan dalam Hidupku

Oleh Janessa Moreno, Tangerang.

Aku adalah seorang atlet bulutangkis. Namaku terdaftar sebagai penerima beasiswa di salah satu klub ternama di Indonesia, pencetak para juara dunia. Namun, aku bukanlah atlet yang banyak menorehkan prestasi. Aku bisa berada di tempat ini semata-mata karena kemurahan Tuhan.

Lanjut baca...

Sebuah Doa yang Mengubahkan Hatiku

Oleh Elleta Terti Gianina, Yogyakarta.

Menjadi orang Kristen sejak lahir tidak menjamin bahwa aku dapat berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Sejak kecil sampai aku masuk kuliah, aku hanya berdoa sebagai kewajiban semata.

Lanjut baca...

Ketika Pekerjaanku Menjadi Tempat Tuhan Memproses Hidupku

Oleh Cana.

“Oh hari ini sudah hari Senin dan aku harus masuk kerja lagi. Oh Tuhan, kapan hari Sabtu dan Minggu ya? Rasanya menyebalkan dan tidak semangat.”

Itulah sekelumit gambaran perasaanku setiap kali aku harus berangkat kerja di hari Senin.

Lanjut baca...

Momen Natal yang Membuatku Mengenang Perjumpaan Pertamaku dengan Kristus

Oleh Putra, Jakarta

Memasuki bulan Desember, memoriku mengingat kembali kenangan yang terjadi bertahun-tahun lalu. Waktu itu aku masih duduk di bangku SD dan salah satu hal yang paling kusukai tentang Natal adalah hari liburnya.

Lanjut baca...

Tuhan Yesus Menyelamatkanku dengan Cara-Nya yang Tak Terduga

Oleh Aisha*, Jakarta.

Aku bukanlah orang Kristen sejak lahir. Orang tua dan keluarga besarku pun tidak ada yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Keluargaku melarangku berteman dengan orang yang tidak seiman dengan kami. Sampai aku duduk di kelas 2 SMP, aku tidak pernah tahu Yesus itu siapa.

Lanjut baca...

Di Tengah Patah Hati Hebat yang Kualami, Tuhan Memulihkanku

Oleh Lidia, Jakarta.

Di bulan Maret 2010, aku pertama kali berpacaran dengan seorang pria. Dia adalah teman sekelasku di bangku kuliah. Dia tumbuh baik di keluarga Kristen dan kupikir karena kami adalah pasangan yang seiman, maka kami pasti mampu menghadapi badai apapun di depan kami.

Lanjut baca...

Catatan Hidupku Sebagai Seorang Albino

Oleh Anatasya Patricia., Bontang

Halo kawan, perkenalkan namaku Anatasya, atau kerap disapa Ana. Aku ingin membagikan cerita pengalamanku kepadamu lewat tulisan ini.

Aku adalah seorang yang mengalami albinisme. Sewaktu aku kecil, aku merasa diriku tidak ada bedanya dengan teman-temanku lainnya.

Lanjut baca...

Ketika Aku Hampir Terjebak ke dalam Dosa Hawa Nafsu

Oleh Fedrica*, Jakarta.

Aku adalah mahasiswi semester akhir yang sedang bergelut dengan beragam tugas besar serta Tugas Akhir untuk menyelesaikan studi D-3ku. Selain mengerjakan tanggung jawab kuliahku, aku pun terlibat aktif dalam pelayanan di gereja dan komunitasku.

Lanjut baca...
 Page 2 of 12 « 1  2  3  4  5 » ...  Last »