Artikel

Kita Tak Bisa Memilih untuk Lahir di Keluarga Mana, Tapi Kita Bisa Memilih Berjalan Bersama-Nya

Oleh Gabriel Angelia, Malang.

Hari ulang tahun bisa dimaknai beragam. Bagi yang diberkati dengan relasi yang erat, mungkin hari ulang tahun adalah momen berbahagia ketika kerabat dan sahabat saling memberi semangat. Tapi, bagi yang mungkin berasal dari keluarga broken home dan tak memiliki kawan karib, mungkin hari ulang tahun tak ubahnya hari biasa.

Lanjut baca...

Luka Karena Patah Hati Adalah Sebuah Perjalanan yang Mendewasakanku

Oleh Senja*, Medan.

Setelah lahir baru aku merasa mudah untuk mengampuni orang lain. Selalu kukatakan pada diriku sendiri bahwa pengampunan yang Tuhan berikan memampukanku untuk mengampuni orang lain. Namun, sepertinya itu hanya teori yang memenuhi kepalaku saja, tidak hatiku.

Lanjut baca...

Dalam Penyesalan Sekalipun, Anugerah-Nya Memulihkan Kita

Oleh Meista Yuki Crisinta, Tangerang.

Menjadi orang yang minder dan kurang percaya diri membuatku sering kesulitan saat membuat pilihan dalam hidup ini. Bukan hanya pilihan dalam ruang lingkup besar dan krusial, tapi juga pilihan ‘sepele’ dalam kehidupan sehari-hari. Semisal: aku harus pakai baju apa hari ini agar terlihat bagus?

Lanjut baca...

Tak Diabaikan-Nya Ratapan Kita

Oleh Yawan Yafet Wirawan, Jakarta.

Karena pandemi, hari-hari ini kita mudah melihat orang-orang yang mengeluh dan meratap. Ada yang gajinya dipotong, kewalahan karena tugas sekolah yang sangat banyak, tak bisa hangout dengan teman atau pacar, atau bahkan ada pula yang meratap karena ditinggal selama-lamanya oleh orang-orang terkasih.

Lanjut baca...

Kebohongan yang Kita Genggam, Membuat Kita Mudah Menyerah

Oleh Novita Sari Hutasoit, Tangerang

“Kuliah jangan di perguruan tinggi swasta, nanti kamu susah dapat kerja.”

“Jurusan untuk perempuan itu bagusnya ambil pendidikan atau keguruan, supaya bisa bekerja sambil mengurus keluarga.”

“Untuk apa lanjut kuliah S2? Nanti ujung-ujungnya kamu di rumah saja. Toh juga yang mencari nafkah kelak adalah tugas suamimu.”

Lanjut baca...

Kemenangan Melintasi Jalur Sunyi

Oleh Santi Jaya Hutabarat, Medan.

Perbedaan bukan hal yang baru di kehidupan kita. Kita sering menyaksikan harmoni keindahan dari perbedaan. Dalam beberapa hal, pandangan atas pilihan berbeda yang kita buat sering disalahartikan. Kita dianggap aneh, melawan arus. Karena tidak seperti pilihan orang-orang pada umumnya, kita harus melintasi jalur sunyi. Dianggap sok suci, ketika tidak memberi contekan. Direndahkan tatkala gagal seleksi sekolah favorit atau kampus bergengsi. Dinilai salah, saat pacaran beda suku.

Lanjut baca...

Dia yang Kukasihi, Dia yang Berpulang Lebih Dulu

Oleh Nia Andrei, Sampit.

Kawanku terkasih, tulisan ini adalah cerita singkat dari perjalanan pernikahanku dan suamiku.

Sekitar sebulan lebih setelah pernikahan kami, barulah diketahui bahwa suamiku menderita Leukimia atau kanker darah. Selama beberapa bulan setelahnya, suamiku harus kontrol bolak-balik ke rumah sakit dan transfusi darah.

Lanjut baca...

Wanita untuk Kemuliaan Allah

Oleh Fandri Entiman Nae, Kotamobagu.

Dalam dunia yang penuh dengan kasus penyelewengan hak hidup seorang manusia, kita semua, orang Kristen, secara khusus mereka yang kaum wanita, menginginkan emansipasi (pembebasan dari perbudakan). Tak satupun dari semua wanita yang pernah berbincang dengan saya menginginkan dirinya dianggap rendah derajatnya oleh orang lain.

Lanjut baca...

Di Mana Kita Bisa Mengetahui Pimpinan Tuhan?

Oleh Minerva Siboro, Tangerang.

Setiap hari kita selalu diperhadapkan dengan pilihan-pilihan. Entah itu kita harus bertahan atau pergi, kita dipaksa untuk memilih suatu keadaan yang sulit, yang mau tidak mau harus dipilih. Terkadang kita dengan yakin merasa bahwa pilihan kita merupakan hasil pimpinan Tuhan.

Lanjut baca...
 Page 7 of 120  « First  ... « 5  6  7  8  9 » ...  Last »