Artikel

Menjadi Seorang Kristen dan Gay: Bagaimana Aku Bergumul untuk Hidup Kudus Bagi Tuhan

Oleh Ryan Michael*, Jakarta.

Aku pernah menyukai sesama lelaki. Perasaan itu tumbuh sejak aku masih kecil. Memoriku mengingat betul ketika aku duduk di kelas dua SD dan aku menemukan majalah yang sampulnya bergambar seorang pria topless. Aku tak bisa berhenti melihat sampul majalah itu, jadi aku menyembunyikannya di dalam lemari mainanku. Seiring berjalannya waktu, aku sadar kalau aku berbeda dari teman-teman lelakiku yang lain.

Lanjut baca...

Mengupas Mitos Work-Life Balance: Di Manakah Tempat Pekerjaan dalam Kehidupan?

Oleh Jefferson, Singapura.

Tidak terasa kita sudah memasuki paruh kedua tahun 2020. Terhitung bulan ini, oleh karena pandemi COVID-19, aku sudah menghabiskan lebih banyak waktu bekerja dari rumah (~4 bulan) daripada di kantor (3 bulan) tahun ini. Walaupun aku nyaman-nyaman saja dengan pengaturan kerja yang baru, aku merasa jauh lebih sibuk dibandingkan dengan sebelum bekerja dari rumah.

Lanjut baca...

Gwan-hee Lee: Melalui Kanker, Kristus Nyata Hidup di Tubuhku

Oleh Yosheph Yang.

Segala sesuatu berjalan dengan baik di kehidupan Gwan-hee. Lulus dari salah satu universitas ternama di Korea Selatan, kerja sebagai peneliti di perusahaan besar di Korea, dan menikah dengan istri yang baik (Eun-joo Oh). Tidak sampai 100 hari setelah kelahiran anak pertama (So-yeon Lee), di bulan September 2015, Gwan-hee didiagnosis menderita kanker usus besar stadium empat.

Lanjut baca...

Kebahagiaan Sejati Hanya di Dalam Yesus

Oleh Pesta Manurung, Pekanbaru.

Jika ditanya apa yang menjadi sumber kebahagiaan kita? Tentu jawabannya bisa beragam. Ada yang menjawab sumber kebahagiaannya adalah memiliki tabungan berlimpah, rumah, mobil, pekerjaan tetap, anak-anak yang sehat dan pintar, bahkan pensiun di masa tua dengan pemasukan yang terus berjalan.

Lanjut baca...

Tuhan, Mengapa Engkau Mengirimku Ke Padang Gurun?

Oleh Marcella Leticia Salim, Bekasi.

Pengumuman SBMPTN dan Ujian Mandiri diumumkan. Hampir rata-rata teman-temanku diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diinginkan. Saat itu hanya aku sendiri yang tidak diterima di PTN. Sangat sedih mengucapkan selamat tinggal kepada impian dan jurusan yang diinginkan saat itu.

Lanjut baca...

Menang Mengatasi Kesepian

Oleh Riski Winner Lorenzo, Jakarta.

Aku bersyukur Tuhan membawaku menikmati kampus yang dipakai-Nya untuk menolongku bertumbuh dan aku percaya tidak ada satu pun yang kebetulan di muka bumi ini. Aku bersyukur Tuhan memberikan anggota tubuh Kristus yang giat menjangkau, bahkan menjangkauku sejak SMA. Aku bertemu dengan komunitas yang sangat menolongku.

Lanjut baca...

Mengupas Mitos Femininitas

Oleh Olivia Elena Hakim, Jakarta.

“Liv, satu hal yang perlu kita perhatikan sebagai penatua,” ujar salah seorang rekan pelayanan, sesaat sebelum aku resmi menjadi penatua di gereja. “Kita harus hati-hati banget sekarang, karena hidup kita seperti di dalam akuarium.” Aku hanya tersenyum. Sebagai perempuan muda di negara berflower penuh netizen +62, ini mah bukan hal baru.

Lanjut baca...

Mengupas Mitos Maskulinitas

Oleh Ari Setiawan, Yogyakarta.

Hidup sebagai manusia adalah sebuah kompleksitas antara menjadi diri sendiri yang otentik dan juga tuntutan dari kelompok sosial di mana tiap individu ditempatkan. Seperti lagu yang dibawakan oleh Tulus, “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”, aku setuju bahwa ada beberapa tuntutan yang harus diberikan dalam kehidupan bersosial, dengan tujuan adanya perkembangan menjadi pribadi yang lebih baik.

Lanjut baca...

Mematahkan Mitos ‘Dosen Killer’ Ala Mahasiswa

Oleh Santi Jaya Hutabarat, Medan.

Kami menerima surat penetapan dosen yang menjadi pembimbing skripsi kami di bulan Maret dua tahun lalu. Membaca dua nama yang tertera, semangatku yang telah terkumpul menciut begitu saja. Isu yang beredar dari mahasiswa-mahasiswa lain, dua dosen pembimbing ini sulit ditemui, mereka pun ‘perfeksionis’. Kesulitan-kesulitan itu menjadi momok tersendiri bagiku.

Lanjut baca...
 Page 6 of 120  « First  ... « 4  5  6  7  8 » ...  Last »