Artikel

Di Mana Kita Bisa Mengetahui Pimpinan Tuhan?

Oleh Minerva Siboro, Tangerang.

Setiap hari kita selalu diperhadapkan dengan pilihan-pilihan. Entah itu kita harus bertahan atau pergi, kita dipaksa untuk memilih suatu keadaan yang sulit, yang mau tidak mau harus dipilih. Terkadang kita dengan yakin merasa bahwa pilihan kita merupakan hasil pimpinan Tuhan.

Lanjut baca...

Mengatasi Burnout di Tempat Kerja

Oleh Santi Jaya Hutabarat, Medan.

Aku kembali melihat arloji di lengan kiriku, untuk kesekian kalinya dalam 30 menit. Aku tidak sabar menunggu jarumnya menunjuk angka 4 pertanda waktu mengajarku selesai. Memasuki tahun terakhir di kampus, sembari mengerjakan skripsi aku menerima tawaran mengajar persiapan Ujian Nasional bagi anak SMA di salah satu daerah di Sumatera Utara.

Lanjut baca...

Kemarin Aku Gagal, Hari Ini Aku Memilih Mengucap Syukur

Oleh Novita Melianti Manurung, Bangka Belitung.

Sore itu aku duduk di teras rumah sambil memandang air hujan yang membasahi tanah dan hampir menggenangi seluruh halaman rumah. Aku suka dengan hujan, tetesan airnya mengingatkanku akan Tuhan—sang pencipta hujan itu sendiri—serta bagaimana berkat-Nya melimpah bagiku.

Lanjut baca...

Aku Meninggalkan Pekerjaanku, Tetapi Tuhan Merancangkan Sesuatu yang Indah Bagiku

Oleh Abyasat Tandirura, Toraja.

Kehidupan ini selalu diperhadapkan pada beragam pilihan. Memilih di antara beberapa pilihan kadang membuat kita bingung. Tak jarang pula, kita menyesali pilihan yang telah kita putuskan.

Lanjut baca...

Ketika Tuhan Seakan Mempermainkan Hidupku

Oleh Metty Kristine, Palu.

Setiap orang tentulah mempunyai cita-cita, begitu pun denganku. Saat lulus kuliah, itulah momen yang paling aku tunggu. Sejak SMA, aku begitu menginginkan bekerja sebagai CS di sebuah bank. Bagiku, menjadi CS di bank itu mempunyai kebanggan tersendiri. Gaji yang besar, seragam yang bagus, kantor yang luas, teman-teman, dan relasi yang banyak adalah alasan yang ada di benakku saat itu untuk bekerja di bank.

Lanjut baca...

Apa Pun Ucapan Syukur yang Bisa Kita Ucapkan, Ucapkanlah

Oleh Vina Agustina Gultom, Taiwan.

Satu bulan yang lalu, saat aku benar-benar berada pada titik jenuh akibat script software pekerjaanku yang selalu menunjukkan kegagalan, aku mendapatkan pesan dari grup WhatsApp yang menginfokan bahwa bapak dari salah satu kakak seniorku dipanggil Tuhan. Rasa dukaku dengan sekejap mengalihkan rasa jenuhku.

Lanjut baca...

Dari Danny, Aku Belajar Mengasihi Tanpa Syarat

Oleh Nerissa Archangely, Tangerang

Adikku bernama Danny, usianya 25 tahun. Dia anak yang istimewa dengan retardasi mental, tapi satu yang kuingat adalah dia selalu tersenyum apa pun yang terjadi. Saat bicara, pasti gigi-giginya akan terlihat. Walau sering dimarahi, atau kadang dipukul, dia tetap saja bisa tertawa. Rumah kami pun selalu ramai kalau ada Danny.

Lanjut baca...

Lahirnya Kedamaian Karena Pengampunan

Oleh Bertina Batuara, Pekanbaru.

Adakalanya pergumulan dan kesesakan datang silih berganti entah itu dari diri sendiri atau dari luar. Baru-baru ini Tuhan izinkan aku mengalami masalah, sampai pada saat menuliskan renungan ini aku tersadar dan terkesima dengan Tuhanku yang menciptakan aku, bumi, dan segala makhluk. Ya, segala perkara dapat kutangggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku (Filipi 4:13).

Lanjut baca...

Setelah Covid-19 Berakhir, Seperti Apa Gereja Kita Nanti?

Oleh Jeffrey Siauw, Jakarta

Buku The Trellis and The Vine baru-baru ini mendapat perhatian khusus karena di bagian penutupnya, penulis buku itu membayangkan terjadinya pandemi.

Aku meringkasnya di bawah ini:

Lanjut baca...
 Page 3 of 115 « 1  2  3  4  5 » ...  Last »