Personal

Menang Mengatasi Kesepian

Oleh Riski Winner Lorenzo, Jakarta.

Aku bersyukur Tuhan membawaku menikmati kampus yang dipakai-Nya untuk menolongku bertumbuh dan aku percaya tidak ada satu pun yang kebetulan di muka bumi ini. Aku bersyukur Tuhan memberikan anggota tubuh Kristus yang giat menjangkau, bahkan menjangkauku sejak SMA. Aku bertemu dengan komunitas yang sangat menolongku.

Lanjut baca...

Mematahkan Mitos ‘Dosen Killer’ Ala Mahasiswa

Oleh Santi Jaya Hutabarat, Medan.

Kami menerima surat penetapan dosen yang menjadi pembimbing skripsi kami di bulan Maret dua tahun lalu. Membaca dua nama yang tertera, semangatku yang telah terkumpul menciut begitu saja. Isu yang beredar dari mahasiswa-mahasiswa lain, dua dosen pembimbing ini sulit ditemui, mereka pun ‘perfeksionis’. Kesulitan-kesulitan itu menjadi momok tersendiri bagiku.

Lanjut baca...

Kita Tak Bisa Memilih untuk Lahir di Keluarga Mana, Tapi Kita Bisa Memilih Berjalan Bersama-Nya

Oleh Gabriel Angelia, Malang.

Hari ulang tahun bisa dimaknai beragam. Bagi yang diberkati dengan relasi yang erat, mungkin hari ulang tahun adalah momen berbahagia ketika kerabat dan sahabat saling memberi semangat. Tapi, bagi yang mungkin berasal dari keluarga broken home dan tak memiliki kawan karib, mungkin hari ulang tahun tak ubahnya hari biasa.

Lanjut baca...

Luka Karena Patah Hati Adalah Sebuah Perjalanan yang Mendewasakanku

Oleh Senja*, Medan.

Setelah lahir baru aku merasa mudah untuk mengampuni orang lain. Selalu kukatakan pada diriku sendiri bahwa pengampunan yang Tuhan berikan memampukanku untuk mengampuni orang lain. Namun, sepertinya itu hanya teori yang memenuhi kepalaku saja, tidak hatiku.

Lanjut baca...

Dalam Penyesalan Sekalipun, Anugerah-Nya Memulihkan Kita

Oleh Meista Yuki Crisinta, Tangerang.

Menjadi orang yang minder dan kurang percaya diri membuatku sering kesulitan saat membuat pilihan dalam hidup ini. Bukan hanya pilihan dalam ruang lingkup besar dan krusial, tapi juga pilihan ‘sepele’ dalam kehidupan sehari-hari. Semisal: aku harus pakai baju apa hari ini agar terlihat bagus?

Lanjut baca...

Dia yang Kukasihi, Dia yang Berpulang Lebih Dulu

Oleh Nia Andrei, Sampit.

Kawanku terkasih, tulisan ini adalah cerita singkat dari perjalanan pernikahanku dan suamiku.

Sekitar sebulan lebih setelah pernikahan kami, barulah diketahui bahwa suamiku menderita Leukimia atau kanker darah. Selama beberapa bulan setelahnya, suamiku harus kontrol bolak-balik ke rumah sakit dan transfusi darah.

Lanjut baca...

Kemarin Aku Gagal, Hari Ini Aku Memilih Mengucap Syukur

Oleh Novita Melianti Manurung, Bangka Belitung.

Sore itu aku duduk di teras rumah sambil memandang air hujan yang membasahi tanah dan hampir menggenangi seluruh halaman rumah. Aku suka dengan hujan, tetesan airnya mengingatkanku akan Tuhan—sang pencipta hujan itu sendiri—serta bagaimana berkat-Nya melimpah bagiku.

Lanjut baca...

Aku Meninggalkan Pekerjaanku, Tetapi Tuhan Merancangkan Sesuatu yang Indah Bagiku

Oleh Abyasat Tandirura, Toraja.

Kehidupan ini selalu diperhadapkan pada beragam pilihan. Memilih di antara beberapa pilihan kadang membuat kita bingung. Tak jarang pula, kita menyesali pilihan yang telah kita putuskan.

Lanjut baca...

Ketika Tuhan Seakan Mempermainkan Hidupku

Oleh Metty Kristine, Palu.

Setiap orang tentulah mempunyai cita-cita, begitu pun denganku. Saat lulus kuliah, itulah momen yang paling aku tunggu. Sejak SMA, aku begitu menginginkan bekerja sebagai CS di sebuah bank. Bagiku, menjadi CS di bank itu mempunyai kebanggan tersendiri. Gaji yang besar, seragam yang bagus, kantor yang luas, teman-teman, dan relasi yang banyak adalah alasan yang ada di benakku saat itu untuk bekerja di bank.

Lanjut baca...
 Page 4 of 60  « First  ... « 2  3  4  5  6 » ...  Last »