Personal

Bagaimana Usia 20-an Mengajariku Cara Pandang Baru untuk Menjalin Relasi

Oleh Winnie Little, Selandia Baru.

Ketika aku memasuki usia 21 tahun—angka yang dianggap sebagai tahun pencapaian di banyak budaya—aku merasa yakin kalau aku sudah punya cukup kemampuan dan kedewasaan untuk menjalani kehidupan. Aku tinggal bersama dua kawan dekatku di kota yang indah. Kami menghabiskan kebanyakan waktu kami untuk belajar, mengobrol, dan jalan-jalan bareng.

Lanjut baca...

Mengalami Pelecehan Seksual, Aku Memilih untuk Mengampuni dan Dipulihkan

Oleh Rosa*, Bekasi

Belakangan ini berita tentang korban pelecehan seksual yang berani bersuara tersiar di banyak media. Membaca berita-berita itu membuatku seolah merasa lega, sebab masyarakat mulai menyadari bahwa pelecehan seksual sejatinya adalah sebuah kejahatan yang harus diusut tuntas.

Lanjut baca...

Berbuat atau Berbuah?

Oleh Ezra Abednego Hayvito, Tangerang Selatan.

Jika kita sering ke gereja atau ikut persekutuan, judul artikel ini mungkin tak terasa asing. Kita, orang Kristen dipanggil untuk berbuah dalam hidup. Tapi, bagaimana sih caranya berbuah? Bukankah supaya bisa berbuah kita perlu berbuat sesuatu?

Lanjut baca...

Cerpen: Hanya Sepasang Sepatu

Oleh Tri Nurdiyanso, Surabaya.

Dua puluh tahun yang lalu, tepatnya tahun 2000, aku masih duduk kelas 2 SD Negeri di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Satu kelas hanya diisi dengan 22 siswa, termasuk aku. Bangunanya juga tidak sebagus sekarang. Dulu, temboknya bisa mengelupas sendiri karena termakan usia.

Lanjut baca...

Ketika Pekerjaan Tak Hanya Sebatas Cari Uang dan Kerja Kantoran

Oleh Meista Yuki Crisinta, Tangerang.

Bagiku sukacita adalah ketika aku mendapatkan apa yang aku inginkan; semua keinginanku terpenuhi, semua ekspektasiku terjadi. Aku pikir, sukacita itu hanya identik dengan perasaan senang saja. Nyata, tidak selalu demikian. Termasuk dalam hal pekerjaan.

Lanjut baca...

Kala Instagram Merenggut Sukacitaku

Oleh Minerva Siboro, Tangerang

Suatu ketika, aku melihat status temanku di Facebook. “Untuk saat ini tidak akan aktif dalam media sosial manapun. Seluruhnya telah menjadi racun bagiku dan mungkin hanya bisa menghubungiku lewat WA saja,” tulisnya. Dengan membaca status itu, aku menerka, mungkin saja temanku ini sedang bergumul karena ketergantungan pada media sosial. Aku lalu merefleksikan pada diriku sendiri, apakah aku mengalami yang sama?

Lanjut baca...

4 Jurus untuk Mengatasi Kekhawatiran

Oleh Kristle Gangadeen, Trinidad and Tobago

“Rasanya seluruh hidupku telah hancur.”

Rasa putus asa tertulis di halaman-halaman buku harianku. Aku bingung, gelisah, dan frustrasi. Semua gelombang emosi itu membanjiriku sekaligus.

Lanjut baca...

Menang Atas Dosa Favorit

Oleh Aldi Darmawan Sie, Jakarta

Beberapa bulan lalu, Marion Jola (salah seorang kandidat juara Indonesia Idol 2019) merilis lagunya yang berjudul “Favorite Sin”. Istilah yang digunakan di judul ini tidak terdengar asing di telinga kita, bukan? Frasa “favorite sin” atau dosa favorit masih sering kita dengar, khususnya dalam khotbah-khotbah atau renungan.

Lanjut baca...

Tuhan, Mengapa Engkau Mengirimku Ke Padang Gurun?

Oleh Marcella Leticia Salim, Bekasi.

Pengumuman SBMPTN dan Ujian Mandiri diumumkan. Hampir rata-rata teman-temanku diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diinginkan. Saat itu hanya aku sendiri yang tidak diterima di PTN. Sangat sedih mengucapkan selamat tinggal kepada impian dan jurusan yang diinginkan saat itu.

Lanjut baca...
 Page 3 of 60 « 1  2  3  4  5 » ...  Last »