Personal

Bosan Tidak Selalu Jadi Pertanda untuk Berhenti

Oleh Santi Jaya Hutabarat, Medan.

“If you are tired, learn to rest, not quit.”

Pesan di atas kuterima di bulan keenam tahun 2018 dari seorang teman dekat yang mengetahui keputusanku untuk mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi pelayanan intern-kampus.

Lanjut baca...

Ketika Aku Terjebak Membandingkan Diriku dengan Orang Lain

Oleh Cory Paulina, Surabaya.

Aku pernah ada dalam kondisi membandingkan diriku dengan orang lain. Dan orang itu adalah teman terdekatku! Aku merasa temanku itu lebih baik dalam banyak hal, terutama pelayanan yang dia kerjakan. Kami dilayani dalam kelompok pemuridan yang sama, tetapi dia jauh lebih dahulu terpanggil dan mengembangkan pelayanannya di luar kota Surabaya.

Lanjut baca...

Ketika Penolakan Menjadi Awal Baru Relasiku dengan Tuhan

Oleh Meista Yuki Crisinta, Tangerang.

Aku lahir bukan sebagai orang Kristen, setidaknya sampai aku berusia 6 tahun ketika ayahku menanyakan apakah aku bersedia mengikuti kepercayaannya. Di masa-masa setelahnya, sangat sulit untuk beradaptasi dengan identitas baruku itu karena budaya serta lingkungan sosial seakan-akan mencap aku ‘berbeda’. Beberapa konflik terjadi karena ‘perubahan’ ini, hingga akhirnya aku menyimpulkan bahwa diriku tidak berharga. Aku ditolak dan aku pantas untuk ditolak.

Lanjut baca...

Cerpen: Mamaku Terkena Stroke Tiba-tiba

Oleh Eka Arapenta Ginting, Medan.

Pagi hari itu, Jumat, 8 Agustus 2014, aku terbangun dari tempat tidurku. Aku terkejut melihat mamaku tergeletak di ambal dan sedang diurut oleh ahli urut. Di samping mamaku, ada papa dan kakak.

Lanjut baca...

Buatlah Pilihan untuk Melakukan Perkara Surgawi

Oleh Fandri Entiman Nae, Kotamobagu

Jika kamu pernah mengemudi sebuah motor, apalagi dengan kecepatan yang cukup tinggi, kamu tentu tahu bahwa hanya dengan satu kesalahan pilihan saja, sesuatu yang fatal dapat segera terjadi.

Lanjut baca...

Tuhan Lebih Tahu Sedalam-dalamnya Kita

Oleh Josua Martua Sitorus, Palembang.

“Hidup ini adalah pilihan.”

Kita mungkin familiar dan paham makna dari kutipan di atas. Mulai dari lahir, mengalami masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa, ada begitu banyak pilihan di hadapan kita, dan dalam waktu tertentu kita ‘dipaksa’ untuk memilih satu di antaranya.

Lanjut baca...

Teruntuk Kamu yang Merayakan Ulang Tahun Sendirian

Oleh Anatasya Patricia, Bontang.

Apa yang terlintas di benakmu ketika mendengar kata ulang tahun?

Bagiku, ulang tahun adalah hari istimewa, identik dengan sukacita dan kebahagiaan. Hari yang patut dirayakan dengan ucapan syukur bersama keluarga dan teman-teman atas perjalanan hidup selama setahun yang telah dilalui.

Lanjut baca...

Mendoakan Rencanaku Bukan Berarti Tuhan Pasti Memuluskan Jalanku

Oleh Olyvia Hulda, Sidoarjo.

Kita terbiasa mendoakan perencanaan kita. Dalam doa, kita berharap pertolongan Tuhan atas rencana itu. Lalu, mungkin kita berpikir, jika rencana itu sudah kita doakan, tentunya Tuhan akan membuat semuanya lancar dan sukses.

Aku juga pernah berpikiran begitu. Saat aku mendoakan semua rencanaku, Tuhan akan menjadikan semuanya lancar. Suatu ketika, aku berdoa agar Tuhan melancarkan rencanaku mengurus paspor.

Lanjut baca...

Berkat di Balik Pilihan yang Tampaknya Salah

Oleh Vina Agustina Gultom, Taiwan.

Diperhadapkan dengan dua pilihan biasanya jadi momen yang memusingkan, namun bisa juga menyenangkan. Memusingkan karena mau tidak mau harus pilih salah satu, tapi satu sisi bisa jadi menyenangkan karena kita masih punya pilihan. Contoh, pilih beasiswa A atau B? Pergi ke Raja Ampat atau Perth? Abang ini atau si mas itu?

Lanjut baca...
 Page 2 of 56 « 1  2  3  4  5 » ...  Last »