Isu Kehidupan

Paskah dalam Masa-masa Sulit

Oleh Robert Solomon, Singapura.

Banyak orang saat ini tak bisa beraktivitas dengan leluasa dan dianjurkan untuk menghabiskan waktu dan bekerja dari rumah saja. Ada lebih banyak waktu yang dapat dipergunakan untuk membaca dan berelasi dengan orang-orang terkasih. Alih-alih menghabiskan waktu untuk menghibur diri sendiri, alangkah baiknya jika kita mempergunakan waktu kita untuk membaca, berdoa, dan melayani dengan berbagai cara yang Tuhan ingin kita lakukan.

Lanjut baca...

Sesegera Mungkin, Buatlah Rencana Keuanganmu!

Oleh Ari Setiawan, Yogyakarta.

Dalam peribadatan tutup tahun serta awal tahun, gereja pun kerap menyuarakan pentingnya membuat resolusi. Namun, sadar atau tidak, gereja cenderung menekankan agar umat Kristen memiliki resolusi yang berfokus pada ritual peribadatan Kristiani. Contohnya, umat Kristen harus baca Alkitab setahun penuh di tahun yang baru, harus ikut satu pelayanan, dan lain-lain.

Lanjut baca...

Nafsu dalam Pacaran: Dosa Terselubung yang Tidak Kita Bicarakan

Oleh Wendy Wong.

Aku dan suamiku sudah menikah selama setengah tahun. Sebelum menikah, kami pacaran selama dua tahun lebih.

Selama masa-masa pacaran, kami bergumul dengan dosa yang amat kami sesali. Hanya teman yang paling dekat dan pemimpin di gereja kami yang tahu akan dosa itu: hawa nafsu.

Lanjut baca...

Apakah Sakit Kankerku Merupakan Bagian dari Rencana Tuhan?

Oleh Debra Hunt, Selandia Baru.

Satu kalimat yang tak pernah ingin kudengar: “Kamu terkena kanker.”

Usiaku 31 tahun ketika aku menerima diagnosis mengejutkan itu. Aku dan suamiku dikaruniai tiga orang anak yang masih kecil dan aku bekerja sebagai pendeta bagi anak-anak di gerejaku.

Lanjut baca...

Sendirian di Tahun 2020?

Oleh Aryanto Wijaya, Jakarta.

Di awal bulan Desember, seorang teman berbicara kepadaku di telepon. “Tahun 2019 aja rasanya sudah berat banget. Aku nggak kebayang gimana nanti 2020, sanggup nggak ya?” katanya lirih.

Lanjut baca...

Pergumulanku Melawan Pikiran-pikiran Negatif

Oleh Kim Cheung

Aku pernah berada di suatu masa ketika emosiku seperti roller coaster. Emosiku bisa naik begitu tinggi dan terjatuh begitu kelam hanya dalam satu hari.

Di hari-hari biasa, ketika aku bangun disambut dengan mentari pagi yang cerah dan hangat, mood-ku pun bagus. Aku merasa hidupku keren dan cerah. Aku bahkan membeli sekuntum bunga untuk menghiasi kamarku.

Lanjut baca...

Apakah Orang Kristen Dapat Mengalami Gangguan Mental?

Oleh Yakub Tri Handoko, Surabaya.

Beberapa waktu lalu, orang-orang Kristen di dunia, terutama di Amerika dikagetkan dengan berita kematian Jarrid Wilson. Dia adalah salah satu asisten pendeta dari gereja besar Harvest Christian Fellowship di California, AS. Pada usia 30 tahun dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Lanjut baca...

Andrew Hui: Usiaku 32 Tahun dan Aku Menanti Ajalku

Ditulis oleh Janice, Singapura.

Di usia 32 tahun, Andrew hanya memiliki waktu dua hingga tiga bulan untuk hidup.

Pengobatan dengan cara radiasi telah dihentikan sebulan yang lalu setelah dianggap tak lagi efektif untuk mengendalikan penyebaran sel kanker dalam tubuhnya.

Lanjut baca...

Belajar dari Perbedaan Suku: Kasih Mengalahkan Prasangka

Oleh Paramytha Magdalena, Surabaya.

Saat SD dulu, aku bersekolah di SD swasta di dekat rumahku. SDku itu merupakan SD Katolik, tetapi murid-muridnya tidak hanya diisi oleh orang Katolik dan Protestan saja, ada dari agama-agama lain juga.

Lanjut baca...
 Page 1 of 13  1  2  3  4  5 » ...  Last »