Dunia

Belajar dari Albert McMakin, Tokoh di Balik Transformasi Billy Graham

Oleh Melisa Chen, Jakarta

Baru-baru ini kita mendengar berita meninggalnya Billy Graham, seorang penginjil yang sangat giat melayani Tuhan hingga akhir hidupnya. Melalui pelayanan Billy, banyak orang di berbagai penjuru dunia dapat mendengar Kabar Baik tentang Yesus.

Lanjut baca...

Surat kepada Jonghyun SHINee: Bagaimana Jika Seandainya Ada Harapan?

Oleh Lee Soo Yi, Malaysia.

Aku tidak percaya ketika mendengar berita bahwa kamu memutuskan bunuh diri. Aku tidak percaya berita ini sungguh nyata. Kupikir ini pasti hanyalah berita palsu, atau sekadar lelucon sakit yang dimainkan seseorang. Aku tidak bisa percaya bahwa seorang yang riang dan bahagia sepertimu memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Lanjut baca...

7 Doa untuk Korban Bencana Alam

Oleh Aryanto Wijaya.

Alam dan bencana bagaikan dua sisi mata uang. Di satu sisi, alam memberikan kita berkah. Namun, di sisi lainnya, terkadang alam bergejolak hingga menimbulkan bencana bagi orang-orang yang tinggal di dekatnya.

Lanjut baca...

5 Alasan Mengapa Reformasi Protestan Masih Berarti Hingga Hari Ini

Oleh Dorothy Norberg, Amerika Serikat.

Ketika sedang berdiskusi tentang siapa tokoh sejarah favorit kami, aku bertanya kepada rekan kerjaku apakah dia tahu tentang Martin Luther. Dia menjawab, “Oh! Itu orang yang pernah memaku sesuatu di pintu itu ya?”

“Ya, itu dia!” Aku menanggapinya dengan tertawa.

Lanjut baca...

Untuk Indonesia, Aku Tetap Optimis!

Oleh Sukma Sari Cornelius.

Tujuh puluh dua tahun bukanlah perjalanan yang singkat, apalagi bagi suatu bangsa. Jika kita menoleh sejenak ke belakang, ada begitu banyak peristiwa yang telah dialami oleh bangsa kita, Indonesia. Jauh sebelum mendeklarasikan kemerdekaannya, bangsa ini harus merasakan pedihnya masa-masa kolonialisme—dijajah oleh bangsa lain. Bahkan, setelah merdeka pun, bangsa ini tetap harus menghadapi banyak masalah.

Lanjut baca...

Ketika Malam Tirakatan Mengajariku Cara untuk Mencintai Indonesia

Oleh Olyvia Hulda, Sidoarjo.

Satu hari menjelang peringatan hari kemerdekaan, lingkungan tempat tinggalku selalu mengadakan acara tirakatan—sebuah acara untuk merenungkan dan merefleksikan kembali makna kemerdekaan Indonesia. Di acara malam tirakatan, seluruh warga, tak peduli apapun latar belakangnya bersatu padu mensyukuri dan merayakan kemerdekaan Indonesia.

Lanjut baca...

1 Perjalanan yang Menginspirasiku untuk Berkarya bagi Indonesia

Oleh Claudya Tio Elleossa, Surabaya.

Suatu ketika, tatkala aku sedang menjelajah media sosialku, ada seorang teman yang mengungkapkan kekecewaannya dengan mengumbar kritik-kritik tak sedap. Nama “Indonesia” pun dia pelesetkan dengan ejaan yang salah. Ketika kutanya mengapa, dia berkata bahwa kritikan pedas itu adalah satu-satunya cara berkontribusi bagi negeri ini. Jawaban itu kemudian membuatku terdiam tak habis pikir. Jika memang kita “hanya bisa bersuara”, mengapa tidak kita berikan saran dan bukan kecaman?

Lanjut baca...

Bolehkah Orang Kristen Mendengar Musik Sekuler?

Oleh Ruth Lidya Panggabean, Depok

Kita hidup di tengah dunia yang telah jatuh ke dalam dosa. Oleh karenanya, kita tidak perlu heran ketika menemukan musik-musik, buku-buku, maupun tontonan yang tidak sesuai dengan standar Alkitab. Lalu, apakah itu berarti kita hanya boleh mendengarkan dan menyanyikan lagu-lagu rohani saja? Apakah semua musik yang kita labeli sebagai musik sekuler akan membawa kita ke dalam dosa?

Lanjut baca...

Mengapa Aku Tetap Optimis Sekalipun Negeriku Dipenuhi Banyak Masalah?

Oleh Aryanto Wijaya

“Penyertaan-Mu sempurna, rancangan-Mu penuh damai, aman dan sejahtera walau di tengah badai.”

Penggalan lirik sebuah lagu itu terngiang di pikiranku tatkala tanganku terus menggeser layar kaca ponselku. Hari itu jagad dunia maya sedang bergejolak, banyak orang menyuarakan berbagai komentarnya atas masalah-masalah yang tengah terjadi di Indonesia.

Lanjut baca...
 Page 4 of 10  « First  ... « 2  3  4  5  6 » ...  Last »