Dunia

Mengupas Mitos Femininitas

Oleh Olivia Elena Hakim, Jakarta.

“Liv, satu hal yang perlu kita perhatikan sebagai penatua,” ujar salah seorang rekan pelayanan, sesaat sebelum aku resmi menjadi penatua di gereja. “Kita harus hati-hati banget sekarang, karena hidup kita seperti di dalam akuarium.” Aku hanya tersenyum. Sebagai perempuan muda di negara berflower penuh netizen +62, ini mah bukan hal baru.

Lanjut baca...

Mengupas Mitos Maskulinitas

Oleh Ari Setiawan, Yogyakarta.

Hidup sebagai manusia adalah sebuah kompleksitas antara menjadi diri sendiri yang otentik dan juga tuntutan dari kelompok sosial di mana tiap individu ditempatkan. Seperti lagu yang dibawakan oleh Tulus, “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”, aku setuju bahwa ada beberapa tuntutan yang harus diberikan dalam kehidupan bersosial, dengan tujuan adanya perkembangan menjadi pribadi yang lebih baik.

Lanjut baca...

Kebohongan yang Kita Genggam, Membuat Kita Mudah Menyerah

Oleh Novita Sari Hutasoit, Tangerang

“Kuliah jangan di perguruan tinggi swasta, nanti kamu susah dapat kerja.”

“Jurusan untuk perempuan itu bagusnya ambil pendidikan atau keguruan, supaya bisa bekerja sambil mengurus keluarga.”

“Untuk apa lanjut kuliah S2? Nanti ujung-ujungnya kamu di rumah saja. Toh juga yang mencari nafkah kelak adalah tugas suamimu.”

Lanjut baca...

Setelah Covid-19 Berakhir, Seperti Apa Gereja Kita Nanti?

Oleh Jeffrey Siauw, Jakarta

Buku The Trellis and The Vine baru-baru ini mendapat perhatian khusus karena di bagian penutupnya, penulis buku itu membayangkan terjadinya pandemi.

Aku meringkasnya di bawah ini:

Lanjut baca...

Dinyatakan Positif COVID-19: Sepenggal Ceritaku Menjalani Isolasi Bersama Tuhan

Oleh Dian Mangedong, Makassar.

“Hasil tes swab pegawai sudah keluar, dan kamu hasilnya positif…” Aku NA, salah satu anggota tim perawatan isolasi Covid di rumah sakit swasta. Mendengar kabar itu dari balik telepon, seketika duniaku runtuh.

Lanjut baca...

Menghadapi Disrupsi: Mencoba, atau Menyerah?

Oleh Ari Setiawan, Yogyakarta.

Siapa sih yang suka kondisi ini?

Sudah sebulan lebih sejak peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di Jakarta dan sekitarnya. Sekarang kota-kota lainnya ikut mengajukan PSBB wilayah. Desa-desa pun tak ketinggalan menetapkan status lockdown mandiri. Para pelajar, pekerja, dan umat beragama pun diminta melakukan aktivitasnya dari rumah saja.

Lanjut baca...

Apa yang Kamu Lihat? Penghiburan atau Penghakiman?

Oleh Aryanto Wijaya, Jakarta.

Beberapa waktu lalu ada sebuah video yang cukup viral. Di video itu ditunjukkan seorang badut dengan mimik tersenyum berdiri di ballroom mal yang sepi pengunjung.

Lanjut baca...

Kasih Tuhan di Masa Corona

Oleh Jefferson, Singapura.

Memasuki bulan keempat di tahun 2020, aku tidak menyangka kalau wabah COVID-19 akan jadi separah ini. Situasi di Singapura sendiri bereskalasi dengan cepat selama beberapa minggu terakhir. Pengetatan berkala peraturan-peraturan social distancing pun mencapai puncaknya ketika pemerintah mengumumkan kebijakan “pemutus arus”—yang mirip dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta—hari Jumat minggu lalu.

Lanjut baca...

Andra Tutto Bene, Semua Akan Baik-baik Saja

Oleh Dhimas Anugrah, Jakarta.

Di Hong Kong, seorang pria merampok supermarket demi mendapatkan tisu toilet. Juga di Australia, seorang perempuan bertengkar hebat karena berebut barang di supermarket.

Lanjut baca...
 Page 1 of 9  1  2  3  4  5 » ...  Last »