Article

Persahabatan di Era Digital: Erat di Dunia Maya, Renggang di Dunia Nyata

Oleh Michelle O

Jika seandainya ada nominasi untuk kategori “teman terburuk”, mungkin akulah yang akan jadi pemenangnya. Seringkali aku terlalu asyik dalam bekerja hingga aku lupa kalau aku masih memiliki teman. Jari-jariku selalu sibuk membalas tiap-tiap pesan ataupun e-mail yang berkaitan dengan pekerjaan. Aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku sendiri hingga tidak lagi mempedulikan keberadaan teman-temanku. Padahal merekalah orang-orang yang selalu bersamaku bahkan dalam keadaan sukar sekalipun.

Lanjut baca...

Ketika Aku Menjawab Panggilan-Nya untuk Melayani di Gereja

Oleh Lovesa Oktaviana, Bandung

“Telah lama kucari-cari langkah hidup yang lebih pasti,” demikianlah penggalan lirik sebuah lagu yang sepertinya cocok dengan keadaanku. Aku lahir di keluarga Kristen yang menjadikanku otomatis Kristen juga. Namun, sejak kecil aku hanya menjadi simpatisan yang berpindah-pindah gereja mengikuti orangtuaku. Tak pernah terpikir olehku untuk menetap dan melayani di suatu gereja.

Lanjut baca...

Kisahku sebagai Putri Seorang Penarik Becak yang Belajar Mengampuni

Oleh Yezia Sutrisni, Tangerang

Aku adalah anak bungsu dari enam bersaudara. Ibuku menderita penyakit kanker payudara dan akhirnya meninggal saat aku duduk di kelas 2 SD. Selama hampir satu tahun ibuku terbaring lemah di tempat tidur melawan sakit kankernya.

Lanjut baca...

Haruskah Aku Pindah Gereja?

Oleh Louise Angelita Kemur, Jakarta

Beberapa tahun yang lalu aku mengalami pergumulan tentang di gereja mana seharusnya aku bertumbuh dan melayani.

Aku memiliki tiga orang sahabat dekat sejak SMP. Bersama mereka kami membahas banyak hal, termasuk hal-hal rohani dan juga saling menguatkan di dalam doa. Persahabatan kami pun turut membentuk diriku dan juga memampukanku untuk memahami arti lahir baru.

Lanjut baca...

Mengapa Aku Takut Membagikan Imanku?

Oleh Aryanto Wijaya

Pernahkah kamu merasa takut untuk membagikan imanmu dengan orang lain? Aku pernah. Ketika aku masih duduk di kelas IV sekolah dasar, keluargaku adalah satu-satunya orang Kristen di lingkungan tempat tinggal kami. Suatu hari, ketika aku sedang bersepeda melewati sebuah rumah ibadah, beberapa anak sepantaranku datang dan menutup jalanku serta memaksaku turun dari sepeda.

Lanjut baca...

Aku Tidak Puas dengan Gerejaku, Haruskah Aku Bertahan?

Oleh Dorothy Norberg, Amerika Serikat

Aku berjemaat di sebuah gereja kecil yang dulu begitu aku sukai. Tapi sekarang, setelah 5 tahun dan begitu banyak perubahan yang tak diduga sebelumnya, jumlah jemaat kami semakin berkurang. Tak ada lagi jemaat lain yang seusiaku saat ini, dan aku tidak lagi merasa nyaman berjemaat di gereja itu.

Lanjut baca...

Berbagi Takjil di Perempatan Lampu Merah

Oleh Noni Elina Kristiani, Surabaya

Langit senja begitu indah sore itu ketika aku tengah berada dalam perjalanan menuju rumah. Selama kuliah di luar kota, aku memutuskan untuk pulang ke kampung halaman setiap dua minggu sekali. Hal yang paling aku sukai ketika dalam perjalanan adalah aku bisa menikmati waktu bersama Tuhan.

Lanjut baca...

Doa bagi Mereka yang Menderita

Oleh Morentalisa Hutapea

Peperangan. Kejahatan. Pembunuhan. Penindasan. Teror. Penyalahgunaan narkoba.

Bapa, aku membaca berita-berita buruk setiap hari. Setiap kali aku melihat berita-berita yang muncul di akun media sosialku, hatiku hancur.

Lanjut baca...

4 Pergumulan yang Kita Hadapi dalam Pelayanan

Oleh Abigail L.

Melayani orang lain bisa menjadi pekerjaan yang berat, baik di dalam maupun di luar gereja.

Lanjut baca...
 Page 4 of 11  « First  ... « 2  3  4  5  6 » ...  Last »