Harapan Melampaui Konsekuensi
Kamis, 6 Juli 2023
Baca: Bilangan 20:2-12
20:2 Pada suatu kali, ketika tidak ada air bagi umat itu, berkumpullah mereka mengerumuni Musa dan Harun,
20:3 dan bertengkarlah bangsa itu dengan Musa, katanya: “Sekiranya kami mati binasa pada waktu saudara-saudara kami mati binasa di hadapan TUHAN!
20:4 Mengapa kamu membawa jemaah TUHAN ke padang gurun ini, supaya kami dan ternak kami mati di situ?
20:5 Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membawa kami ke tempat celaka ini, yang bukan tempat menabur, tanpa pohon ara, anggur dan delima, bahkan air minumpun tidak ada?”
20:6 Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka.
20:7 TUHAN berfirman kepada Musa:
20:8 “Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya.”
20:9 Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya.
20:10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: “Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?”
20:11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum.
20:12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: “Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.”
Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974
Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. —Roma 5:8
Pernahkah kamu melakukan sesuatu saat marah dan kemudian kamu menyesalinya? Ketika putra saya bergumul dengan masalah kecanduan narkoba, saya pernah mengucapkan kata-kata kasar sebagai reaksi atas pilihannya. Kemarahan saya justru membuatnya semakin putus asa. Namun, akhirnya ia bertemu orang-orang percaya yang membagikan kehidupan dan harapan dengannya, dan ia pun kemudian terbebas dari kecanduannya.
Bahkan seorang teladan iman seperti Musa pernah melakukan sesuatu yang kemudian disesalinya. Ketika bangsa Israel berada di padang gurun dan sulit mendapatkan air, mereka mengeluh dengan getir. Maka Allah memberikan perintah khusus kepada Musa dan Harun: “Katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya” (Bil. 20:8). Namun, dalam kemarahannya, Musa menyatakan bahwa dirinya dan Harun yang akan mengerjakan mukjizat itu dan bukan Allah: “Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?” (ay.10). Lalu, Musa tidak menaati Allah, dengan “mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali” (ay.11).
Meski air memang mengalir keluar, ada konsekuensi tragis yang harus ditanggung. Musa dan Harun sama-sama tidak diizinkan memasuki tanah yang Allah janjikan kepada umat-Nya. Namun, Allah masih berbelas kasihan dan mengizinkan Musa melihat tanah perjanjian itu dari jauh (27:12-13).
Seperti dengan Musa, Allah masih berbelas kasihan dengan menjawab kebutuhan kita di tengah ketidaktaatan kita kepada-Nya. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, Allah dengan murah hati menawarkan pengampunan dan pengharapan kepada kita. Bagaimanapun keadaan kita atau apa pun yang telah kita lakukan, jika kita berpaling kepada Allah, Dia akan menuntun kita kepada kehidupan yang sejati. —James Banks
WAWASAN
Bilangan 20 diawali dengan kematian Miryam, saudara perempuan Musa (ay.1) dan diakhiri dengan kematian Harun, kakaknya (ay.28-29). Dalam ayat-ayat di antaranya, bangsa Israel lagi-lagi mengeluhkan kekurangan air. Empat puluh tahun sebelumnya, bangsa itu yakin akan memasuki tanah yang telah dijanjikan Allah kepada mereka. Namun, sikap mereka yang menolak untuk mempercayai Allah membuat-Nya menyatakan bahwa setiap orang dewasa yang “berumur dua puluh tahun ke atas” (14:29), kecuali Kaleb dan Yosua (ay.30), akan mati di padang gurun. Musa dan Harun dilarang memasuki tanah perjanjian karena dosa mereka di Meriba dekat Kadesh (20:12-13; Ulangan 34:1-4). —Tim Gustafson

Apa saja kebaikan yang sebenarnya tak layak kamu peroleh tetapi telah Allah nyatakan dalam hidup kamu? Bagaimana kamu dapat membagikan kebaikan Allah dengan seseorang hari ini?
Terima kasih, Bapa yang Pemurah, karena meskipun konsekuensi dosaku begitu berat, Engkau tetap memberiku pengharapan abadi.
Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 32-33; Kisah Para Rasul 14
Aamiin😇
amin
amen
amen
Amin
amin
Bapa kami yang ada di sorga
Dikuduskanlah namaMu
Datanglah kerajaanMu
Jadilah kehendakMu
Di bumi seperti di sorga
Berikanlah kami pada hari ini
Makanan kami yang secukupnya
Ampunilah kami akan kesalahan kami,
Seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami
Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan
Tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat
Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan
Sampai selama-lamanya.
Amen
Terima kasih Bapa 🙏
Amen
AMINðŸ™ðŸ’™âœï¸
Amin
Amin
Amin.
Amin…
Amin
Amiin 🙏
ngeri ngeri sedap… Hanya karena emosi sesaat, semua usaha Musa (10 tulah) terlupakan. Beruntung ada Juru Damai,Yesus…
Amin amin
amin
Amin
Amin
Sangat memberkati, mengingatkan kita bahwa dengan emosi sesaat bisa menghancurkan usaha dalam sekejap baik dalam kepercayaan dan kerja keras…. Tuhan berkati Hari ini aktivitas baik hati dan pikiran. Amin
amin
Amin
Amien 🙏
Amin. Gbu 😇
Amin
amin
amin amin amin amin amin 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Amiin
Amin
Amin…Amin
amin
Hanya kepada Tuhan aku berserah. Amin.
Amin ya bpk yg maha trimksh engkau sdh mengampuni setiap anak2 mu yg sdh mengecewakanmu engkau adalah allah pemurah yg penuh kasih dan maha pengampun bagi anak2 yg selalu berseru kpdmunya bpk amin
amin🙏🥺
terima kasih Tuhan 🙏🏼
AMEN TUHAN BERKATI