Pilihlah Sukacita

Minggu, 1 Januari 2023

Baca: Filipi 1:12-21

1:12 Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil,

1:13 sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.

1:14 Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut.

1:15 Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.

1:16 Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil,

1:17 tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.

1:18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,

1:19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.

1:20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.

1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! [ ] —Filipi 4:4

Keith merasa sedih sambil berjalan gontai menyusuri lorong tempat buah dan sayur-sayuran. Tangannya gemetar, menunjukkan tanda-tanda awal penyakit Parkinson. Berapa lama lagi sebelum kondisinya memburuk? Bagaimana ini akan mempengaruhi kehidupan istri dan anak-anaknya? Suara tawa menghentikan lamunan Keith. Di dekat rak kentang, tampak seorang pria mendorong anak laki-lakinya yang cekikikan di kursi roda. Pria itu membungkuk dan berbisik kepada anaknya yang terus tertawa. Kondisi anak itu lebih buruk daripada Keith, tetapi ia dan ayahnya berusaha untuk tetap bersukacita.

Dengan menulis surat dari dalam penjara atau tahanan rumah sambil menunggu keputusan sidang, Rasul Paulus kelihatannya tidak memiliki alasan untuk bersukacita (Flp. 1:12-13). Justru ia lebih punya alasan untuk merasa khawatir karena Nero, kaisar jahat yang berkuasa pada masa itu, terkenal keras dan kejam. Ia juga tahu ada beberapa pengkhotbah sedang mengambil keuntungan dari ketidakhadirannya, dengan mencari kemuliaan bagi diri mereka sendiri. Mereka mengira dapat “membuat [dirinya] lebih susah” sementara ia dipenjara (ay.17 bis).

Namun, Paulus memilih untuk bersukacita (ay.18-21), dan mendorong jemaat Filipi untuk mengikuti teladannya: “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (4:4). Keadaan kita mungkin tampak suram, tetapi Yesus hadir bersama kita sekarang, dan Dia menjamin masa depan kita yang penuh kemuliaan. Kristus, yang telah bangkit dari kematian, akan datang kembali untuk membangkitkan semua pengikut-Nya untuk hidup bersama-Nya. Memasuki tahun yang baru ini, marilah kita memilih untuk bersukacita! —MIKE WITTMER

WAWASAN
Surat Paulus kepada jemaat di Filipi banyak disukai karena menekankan soal sukacita. Meski banyak orang menganggapnya lebih bersifat praktis, surat Paulus tersebut mengandung salah satu bagian paling teologis dari Perjanjian Baru. Pernyataan dalam Filipi 2:5-11, yang oleh sebagian orang dipercaya sebagai potongan himne kuno, menyelami apa yang telah Kristus tanggalkan ketika Dia datang ke dunia sebagai manusia. Selain itu, bagian ini juga menelaah misi utama Kristus, yaitu penyaliban-Nya, dan kemuliaan yang akan jadi milik-Nya suatu hari kelak, ketika “dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan’" (ay.10-11). —Bill Crowder

Pilihlah Sukacita

Penderitaan atau ketidakadilan apa yang kamu alami dan membuat kamu sedih? Bagaimana kebenaran tentang Yesus dapat membawa sukacita bagi kamu?

Ya Bapa, angkatlah wajahku agar aku hanya memandang-Mu dan bukan situasiku. Hanya Engkaulah sumber sukacitaku.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 1-3; Matius 1

Bagikan Konten Ini
47 replies
  1. shanny
    shanny says:

    pernah merasa paling jadi korban. padahal jika kulihat kembali hari ini, aku merasa sangat bersyukur karena semua itu kalah dengan kasih Allah yang luar biasa di sepanjang tahun 2022 kepadaku. terima kasih untuk renungannya hari ini. semakin memberkatiku untuk berpengharapan baik dalam menghadapi tahun baru 2023. Tuhan memberkatiku dan kamu sekalian. 😇🙏

  2. Feodora Judith
    Feodora Judith says:

    Ya Bapa, angkatlah wajahku agar aku hanya memandang-Mu dan bukan situasiku. Hanya Engkaulah sumber sukacitaku. 🙏

  3. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    Amin ya Bapa. Saya percaya bahwa dlm situasi apapun kami percaya Tuhan Engkau selalu menopang

  4. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    sambungan respon untk kami tetap percaya. Hanya Engkau Bapa sumber kekuatan dlm setiap langkah hidupku amin

  5. rico art
    rico art says:

    Bapa kami yang ada di sorga
    Dikuduskanlah namaMu
    Datanglah kerajaanMu
    Jadilah kehendakMu
    Di bumi seperti di sorga
    Berikanlah kami pada hari ini
    Makanan kami yang secukupnya
    Ampunilah kami akan kesalahan kami,
    Seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami
    Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan
    Tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat
    Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan
    Sampai selama-lamanya.
    Amin

  6. shanny
    shanny says:

    merasa paling jadi korban, merasa tidak diperlakukan dengan adil. tapi kasih Allah yang melebihi apa pun telah menghibur ku dan memampukan ku menjalani kehidupan ini, sampai di ujung tahun 2022 dan berada di sini sekarang 2023. Terpujilah Tuhan 😇

  7. Santoso Kurniawan
    Santoso Kurniawan says:

    ya, Yesus Tuhan Engkaulah sumber sukacita ku yang Tak pernah kering seperti air yang mengalir membasahi lautan

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *