Permulaan yang Kecil

Senin, 2 Januari 2023

Baca: Mikha 5:1-3

5:1 (4-14) Sekarang, engkau harus mendirikan tembok bagimu; pagar pengepungan telah mereka dirikan melawan kita; dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel.

5:2 (5-1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

5:3 (5-2) Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.

Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil . . . dari padamu akan bangkit . . . seorang yang akan memerintah Israel. [ ] —Mikha 5:1

Setelah selesai dibangun pada tahun 1883, Jembatan Brooklyn dinobatkan sebagai “keajaiban dunia kedelapan”. Namun, struktur jembatan itu bisa dibangun berkat sehelai kabel baja tipis yang dipasang dari satu menara ke menara lainnya. Kabel lain kemudian ditambahkan kepada kabel pertama tadi, demikian seterusnya hingga membentuk satu kabel yang sangat besar, lalu dijalin hingga terikat dengan tiga kabel besar lainnya. Ketika selesai, setiap kabel yang terdiri dari lima ribu kabel lebih yang telah digalvanisasi turut menyokong berdirinya jembatan gantung terpanjang pada masanya itu. Sesuatu yang awalnya kecil berubah menjadi bagian besar dari Jembatan Brooklyn.

Kehidupan Yesus dimulai dari sesuatu yang kecil—Dia lahir sebagai bayi yang dibaringkan dalam palungan di sebuah kota kecil (Luk. 2:7). Dalam tulisannya, Nabi Mikha sudah menubuatkan kelahiran-Nya yang sederhana, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel” (Mi. 5:1; lihat juga Mat. 2:6). Memang permulaan yang kecil, tetapi sang pemimpin dan gembala itu akan melihat kebesaran dan misi-Nya tersebar “sampai ke ujung bumi” (Mi. 5:3).

Yesus lahir di sebuah tempat kecil yang sederhana, dan hidup-Nya di dunia berakhir ketika Dia “merendahkan diri-Nya” dan mati layaknya seorang penjahat “di kayu salib” (Flp. 2:8). Namun, dengan pengorbanan-Nya yang besar, Dia telah menjembatani jurang yang terbentang di antara kita dan Allah, dan memberikan jalan keselamatan bagi semua yang percaya. Saat ini, kiranya kamu menerima pemberian Allah yang terbesar dalam diri Yesus dengan iman. Sekiranya kamu telah percaya, biarlah dengan rendah hati kamu memuji Dia atas semua yang telah dilakukan-Nya bagi kamu. —TOM FELTEN

WAWASAN
Kitab Mikha (yang berarti “siapa yang seperti Tuhan?”) adalah salah satu dari kedua belas kitab Perjanjian Lama yang digolongkan ke dalam kitab Nabi-Nabi Kecil. Nabi Mikha (abad kedelapan SM), hidup sezaman dengan Nabi Yesaya. Kitabnya terdiri atas tiga bagian besar (pasal 1–2; 3–5; 6–7), semuanya dimulai dengan kata Ibrani shama‘—“dengarlah” (1:2) atau “dengar” (3:1; 6:1). Allah memanggil umat-Nya, khususnya para pemimpin (pasal 2–3), untuk memperhatikan perkataan-Nya. Tulisan Mikha mengandung salah satu ayat yang paling disukai dalam Alkitab: “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (6:8). Ucapan Mikha yang lain ditemukan dalam Perjanjian Baru di dua tempat: Mikha 5:1 ditemukan di Matius 2:6 (nubuat tempat kelahiran Mesias), dan Yesus mengutip Mikha 7:6 dalam Matius 10:35-36. —Arthur Jackson


 

Permulaan yang Kecil

Apa hal kecil, atau besar, yang Allah kerjakan dalam hati kamu? Bagaimana kamu akan menanggapi-Nya dengan rendah hati?

Tuhan Yesus, terima kasih, karena Engkau datang dalam kerendahan untuk menyelamatkanku dengan pengorbanan-Mu yang besar.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 4-6; Matius 2

Bagikan Konten Ini
41 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkan lah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami , sembuhkan juga orang orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam TanganMu saja ya Tuhan biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah NamaMu kekal selamanya, amin

  2. shanny
    shanny says:

    hal kecil yang dilakukan Allah, Allah selalu berbisik tentang hal-hal benar yang harus kulakukan ketika aku merasa enggan melakukannya. hal besar, bahwa Dia telah mengasihiku sampai saat ini, mencukupkan segala kebutuhanku hingga aku masih ada sampai saat ini. terpujilah Tuhan 😇

  3. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    Amin trimksh ya bpk yg baik engkau sdh dtg ke dunia untk org yg berdosa sdh rela di salib utk kami memperoleh kevslmtan yg tuhan sdh beri bagi setiap org yg perc kpdm ya bpk yg baik amin,,,,,

  4. Theresia Kyul
    Theresia Kyul says:

    Tuhan banyak sekali memberi hal2 besar maupun kecil dalam hidupku. hal yang paling aku syukuri adalah ketika Tuhan memelihara dan menjagaku dari org2 yang berpotensi menyakiti atau merusak aku. aku menanggapi setiap hal yang tidak Tuhan izinkan sebagai bentuk penjagaan Allah supaya aku tidak hancur atau terluka.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *