Misi Penyelamatan

Selasa, 3 Januari 2023

Baca: Mazmur 38:12-23

38:12 (38-13) Orang-orang yang ingin mencabut nyawaku memasang jerat, orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku, memikirkan kehancuran dan merancangkan tipu daya sepanjang hari.

38:13 (38-14) Tetapi aku ini seperti orang tuli, aku tidak mendengar, seperti orang bisu yang tidak membuka mulutnya;

38:14 (38-15) ya, aku ini seperti orang yang tidak mendengar, yang tak ada bantahan dalam mulutnya.

38:15 (38-16) Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku.

38:16 (38-17) Pikirku: “Asal mereka jangan beria-ria karena aku, jangan membesarkan diri terhadap aku apabila kakiku goyah!”

38:17 (38-18) Sebab aku mulai jatuh karena tersandung, dan aku selalu dirundung kesakitan;

38:18 (38-19) ya, aku mengaku kesalahanku, aku cemas karena dosaku.

38:19 (38-20) Orang-orang yang memusuhi aku besar jumlahnya, banyaklah orang-orang yang membenci aku tanpa sebab;

38:20 (38-21) mereka membalas yang jahat kepadaku ganti yang baik, mereka memusuhi aku, karena aku mengejar yang baik.

38:21 (38-22) Jangan tinggalkan aku, ya TUHAN, Allahku, janganlah jauh dari padaku!

38:22 (38-23) Segeralah menolong aku, ya Tuhan, keselamatanku!

Kepada-Mu, ya Tuhan, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku. [ ] —Mazmur 38:16

Para relawan yang bekerja bagi lembaga penyelamatan hewan ternak di Australia menemukan seekor domba kesasar dengan bulu gimbal yang kotor seberat hampir tiga puluh lima kilogram. Mereka menduga domba tersebut telah terlupakan dan terhilang di padang belantara selama setidaknya lima tahun. Sambil menenangkan domba tersebut, para relawan mencukur bulunya yang tebal. Begitu terbebas dari bulu-bulu yang membebaninya, domba itu pun makan. Kaki-kakinya bertambah kuat. Domba yang diberi nama Baarack itu menjadi lebih nyaman dan gembira setelah melewati hari-harinya bersama para penyelamatnya dan hewan-hewan lain di tempat perlindungan tersebut.

Daud sang pemazmur dapat merasakan penderitaan akibat tertekan beban yang berat, merasa terlupakan dan tersesat, rindu untuk diselamatkan. Dalam Mazmur 38, Daud berseru kepada Allah. Ia merasa terasing, dikhianati, dan tidak berdaya (ay.12-15). Meski demikian, ia tetap berdoa dengan penuh keyakinan: ”Sebab kepada-Mu, ya Tuhan, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku” (ay.16). Daud tidak memungkiri keadaannya yang sulit atau menyepelekan pergumulan batin serta penyakit fisik yang dideritanya (ay.17-21). Sebaliknya, ia percaya bahwa Allah tidak jauh dari-Nya dan akan menjawab seruannya pada waktu dan dengan cara yang tepat (ay.22-23).

Ketika kita merasa tertekan oleh beban jasmani, mental, atau emosional, Allah tetap memegang janji-Nya untuk menyelamatkan kita seperti yang telah direncanakan-Nya sejak Dia menciptakan kita. Kita dapat meyakini kehadiran-Nya ketika kita berseru kepada-Nya: “Segeralah menolong aku, ya Tuhan, keselamatanku!” (ay.23). —XOCHITL DIXON

WAWASAN
Dalam puisi Perjanjian Lama, kita menemukan dua jenis ratapan: ratapan bangsa atau bersama, dan ratapan pribadi. Dalam ratapan bangsa, si penyanyi atau penyair berkabung atas kondisi seluruh bangsa. Ini jelas tampak dalam banyak bagian Kitab Yeremia dan sebagian besar Kitab Ratapan. Ratapan pribadi adalah ratapan personal atas situasi si penyanyi sendiri. Mazmur 38 termasuk ratapan pribadi, seperti banyak mazmur ratapan Daud, yang menyaksikan kesulitan-kesulitan besar yang dihadapinya dalam sebagian besar masa hidupnya. Mazmur ini tidak memberi tahu kita konteks khusus yang mendorong Daud menuliskan mazmur itu, tetapi kita tahu di dalamnya terkandung doa meminta kesembuhan dari penderitaan akibat dosa-dosanya (ay.4-6,18-19). Kemungkinan ini mengacu kepada penderitaan ketika Daud dikejar Saul atau ketika anaknya, Absalom, berniat mengusirnya dari kerajaan. —Bill Crowder

Misi Penyelamatan

Bagaimana Allah pernah menunjukkan kesetiaan-Nya ketika kamu sedang merasa tertekan? Bagaimana Allah telah memakai seseorang untuk menghibur dan mendukung kamu?

Allah Mahakasih, tolonglah aku agar dapat menguatkan mereka yang sedang merasa tertekan, tersesat, atau terlupakan.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 7-9; Matius 3

Bagikan Konten Ini
40 replies
  1. Ape Silitonga
    Ape Silitonga says:

    Bapa yang terkasih bantulah kami dalam kesesakan keuangan kami.Tolong dengarkanlah dan jawablah doa doa kami.amin

  2. Johanis Stevenson P
    Johanis Stevenson P says:

    Ini keren banget. Melalui pacar saya, saya merasakan Allah untuk menghibur dan mendukung saya. Tuhan Yesus keren banget.

  3. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkan lah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerah kan segala rencana kehidupan kami kedalam TanganMu saja ya Tuhan biarlah KehendakMu yang terjadi, terpuji lah NamaMu kekal selamanya, amin

  4. Yappi Arwin
    Yappi Arwin says:

    Terima kasih Tuhan, atas kesetiaan dan pertolongan yang engkau nyatakan dalam hidupku. Engkau memberikan seseorang yang tidak pernah aku pikirkan untuk menguatkan ku disaat aku tertekan. Terjadilah sesuai rencanaMu

  5. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    amin ya Bapa. ajar kami untk tetap percaya menaruh hrpan yg pasti. untk menerima keslmtan yg Tuhan beri dan menjadi berkat bagi bnyk org ya Bapa. amin

  6. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    amin ya Bapa. ajar kami untk tetap percaya menaruh hrpan yg pasti. untk menerima keslmtan yg Tuhan beri dan menjadi berkat bagi bnyk org ya Bapa. amin

  7. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    amin ya Bapa. ajar kami untk tetap percaya menaruh hrpan yg pasti. untk menerima keslmtan yg Tuhan beri dan menjadi berkat bagi bnyk org ya Bapa. amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *