Buah yang Bertahan Selamanya

Selasa, 24 Januari 2023

Baca: Matius 13:44-46

13:44 “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.

13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang. [ ] —Matius 13:44

Teman saya Ruel menghadiri reuni SMA yang diadakan di rumah teman sekelasnya dahulu. Rumah temannya yang terletak di tepi laut dekat Teluk Manila itu tampak megah dan dapat menampung dua ratus orang, tetapi membuat Ruel merasa kecil.

“Sudah bertahun-tahun saya bahagia menggembalakan gereja-gereja di pedesaan terpencil,” Ruel bercerita, “dan meskipun seharusnya saya tidak berpikir seperti ini, tetapi saya sempat iri dengan kekayaan teman saya itu. Saya membayangkan betapa berbedanya hidup ini seandainya saya menggunakan gelar saya untuk menjadi pengusaha saja.”

“Tetapi kemudian saya diingatkan bahwa tidak ada yang perlu membuat saya iri,” Ruel melanjutkan sambil tersenyum. “Saya sudah menginvestasikan hidup saya dengan melayani Allah, dan hasilnya akan bertahan selamanya.” Saya akan selalu ingat ekspresi wajah Ruel yang penuh kedamaian saat ia mengucapkan kata-kata itu.

Ruel memperoleh kedamaian dari perumpamaan Yesus dalam Matius 13:44-46. Ia tahu bahwa Kerajaan Allah adalah harta yang paling berharga. Mencari kerajaan itu dan hidup bagi-Nya dapat mengambil bentuk yang berbeda-beda. Bagi sebagian orang, itu berupa pelayanan purnawaktu, sementara bagi yang lain itu mungkin berupa kesaksian hidup di tengah tempat kerja yang sekuler. Bagaimanapun cara yang dipilih Allah untuk memakai hidup kita, kita dapat terus mempercayai dan menaati pimpinan-Nya, karena seperti orang dalam perumpamaan Yesus, kita mengetahui nilai mulia dari harta yang tidak dapat binasa, yang telah diberikan kepada kita. Segala sesuatu di dalam dunia ini memiliki nilai yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan semua yang kita peroleh dengan mengikut Allah (1Ptr. 1:4-5).

Hidup kita, yang telah diserahkan ke dalam tangan-Nya, sanggup menghasilkan buah yang kekal. —KAREN HUANG

WAWASAN
Dua perumpamaan singkat dalam Matius 13:44-46 muncul di tengah kisah tujuh perumpamaan tentang Kerajaan Surga (ay.1-52). Setelah Yesus menceritakan perumpamaan pertama (petani yang menabur benih, ay.3-9), para murid bertanya mengapa Yesus selalu berkata-kata dalam perumpamaan (ay.10). Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak” (ay.11). Dia berkata kepada murid-murid-Nya, “Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar” (ay.16). Kemudian Dia menjelaskan perumpamaan itu (ay.18-23). Para murid ingin mengetahui arti sebenarnya dari perkataan Yesus, dan keinginan mereka terpenuhi. Mereka telah meninggalkan semuanya untuk mengikut Dia. Intinya, mereka menghidupi secara nyata perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara (ay.44-46) karena mereka memahami pesan Injil. Mereka telah menemukan harta terpendam itu. —Tim Gustafson

Buah yang Bertahan Selamanya

Apa yang harus kamu tinggalkan demi mengikut Allah? Bagaimana Matius 13:44-46 telah menguatkan kamu?

Bapa, jadikan setiap hari dalam hidupku sebagai perayaan karena aku telah menemukan harta yang sangat berharga di dalam-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 9-11; Matius 15:21-29

Bagikan Konten Ini
51 replies

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *