Dalam Kesulitan Hidup, Pertolongan Tuhan Tak Ada Habisnya

Oleh Rosnani Sagala, Medan

Apa yang pertama kali terlintas di benakmu ketika mendengar kata “sulit”?

Bagiku, kata “sulit” adalah sesuatu yang jika memungkinkan, ingin kujauhi dari perjalanan hidup. Mauku, segala sesuatunya berjalan mudah dan lancar. Namun, kenyataannya perjalanan hidupku tidaklah semulus itu. 

Tahun 2020 aku menerima kabar mengejutkan. Ada penyakit yang terdeteksi dalam tubuhku setelah aku mengeceknya ke dokter. Hasil diagnosis menunjukkan penyakitku bukanlah penyakit ringan. Kondisi ini membuatku terpuruk karena takut jika penyakitku tak bisa sembuh, dan segala impian, rencanaku, tidak akan bisa lagi aku raih.

Namun, kejutan untukku tidak berhenti sampai di sana.

Tahun berikutnya (2021), tepat di bulan Juli dan September, aku mengalami nyeri yang sangat hebat di bagian perut. Aku pun memutuskan untuk mengeceknya. Hasilnya benar-benar di luar logikaku. Ada penyakit lain lagi yang terdeteksi di dalam organ reproduksiku.

Dua tahun berturut-turut Tuhan mengejutkanku dengan kenyataan yang sulit kuterima dan benar-benar membuatku terpuruk secara emosional. Dalam upayaku memahami kenyataan ini, ada masa-masa ketika aku bertanya-tanya mengapa Tuhan mengizinkanku mengalami ini. Ada juga masa ketika aku mengasihani diri sendiri dan ingin dimengerti oleh orang-orang terdekatku. Kurang lebih dua tahun aku menjalani hidup dengan dinamika emosinal yang tidak terlalu baik.

Dalam pergumulan berat itu, aku teringat ayat dari Filipi 1:29 yang berkata, “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.”

Kalimat kedua di ayat itu sungguh menggugah hatiku. Aku menginterpretasikan kalimat “menderita untuk Dia” sama halnya dengan ketika aku melewati masa sulit, aku belajar untuk tetap hidup sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan.

Dan itulah yang sedang kupelajari saat ini, walaupun tidak mudah.

Tapi, syukur kepada Tuhan! Dalam setiap masa dan kondisiku, Dia tetap setia.

Dia sungguh-sungguh menunjukkan kasih-Nya dengan selalu mengingatkanku lewat saat teduh, doa, dan pembacaan firman bahwa masih ada harapan untuk sembuh. Dia juga menunjukkan kasih-Nya melalui orang-orang sekitar yang peduli kepadaku. Orang-orang yang selalu mendorong dan menguatkanku, serta mendoakanku. Juga ketika aku butuh cash di waktu yang singkat, aku meminta bantuan temanku dan dia memberikan dukungan dana yang tidak sedikit, namun aku berjanji akan mengembalikannya.

Setiap hari, Dia selalu mengingatkanku bahwa dalam kondisi dan situasi apa pun, Dia tetap baik dan sungguh-sungguh peduli kepadaku. Itu terbukti dari apa yang sudah terjadi dalam hidupku. Kasih Tuhan sungguhlah nyata dan Dia turut berkerja untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Dia tak pernah berhenti melakukannya. (Roma 8:28).

Selama 2 tahun perjalanan hidup yang sulit itu, aku bisa merasakan bahwa Tuhan selalu merangkulku dan memapahku untuk bisa bangkit, berjalan, bahkan berlari melewati masa-masa sulit. Tuhan menumbuhkan harapan di hatiku lewat pengertian baru, di mana penyakitku (yang pertama terdeteksi) masih bisa sembuh. Hal ini kuketahui lewat pertemuanku dengan seorang dokter. Dan itu menjadi titik awal bagiku untuk berani bermimpi lagi, untuk membangun harapan.

Selama kurang lebih satu bulan setelahnya, aku berdoa memohon agar Tuhan mempertemukanku dengan dokter yang tepat dan kompeten untuk menangani penyakitku. Puji Tuhan, pada Maret 2022 Tuhan jawab doaku, dengan begitu aku bisa menjalani pemeriksaan lanjutan dan mengikuti prosedur pengobatan untuk menyembuhkan penyakitku yang pertama.

Di tengah proses pengobatan yang aku lalui, aku sungguh tak berhenti mengucap syukur karena aku masih bisa bekerja dan beraktivitas dengan baik. Dan lagi-lagi, Tuhan menunjukkan pertolongan-Nya kepadaku. Pada saat aku memutuskan untuk menjalani pengobatan, aku sudah bekerja selama 3,5 tahun dan hanya memiliki sedikit tabungan. Dengan keadaan seperti ini, tidaklah mudah bagiku untuk membeli obat dan melakukan pemeriksaan tiap bulan karena biayanya besar, apalagi pengeluaranku tidak hanya untuk pengobatan ini. Tapi, kali ini Tuhan tidak hanya memberi, Dia juga mendidikku untuk mengatur keuangan dengan lebih baik.

Tiap bulan, aku mengalokasikan 30-50% penghasilan bulananku serta tabungan yang aku miliki untuk biaya pengobatan. Kalau dulu aku selalu mengalokasikan dana untuk tujuan sosial dan juga untuk orang tuaku, sejak mulai pengobatan aku bicara baik-baik kepada mereka tentang fokusku untuk pengobatan dulu. Sebenarnya kebutuhan orang tuaku tetap tercukupi tanpa aku beri, tapi memang sudah menjadi keinginanku memberikan sedikit dari penghasilanku kepada mereka.

Di tengah itu semua, lagi, lagi, dan lagi Tuhan kembali memberikan lebih dari yang kubutuhkan.

Pada bulan Desember 2020, aku mendapatkan promosi di pekerjaan. Dan tentunya, hal ini berpengaruh pada nominal penghasilan yang kuterima tiap bulannya. Kenaikan penghasilanku tidak signifikan, namun aku bisa kembali menabung. Aku tidak bisa mengatakan promosi ini untuk persiapan pengobatanku. Namun, satu hal yang kuyakini, Tuhan sudah mempersiapkan segala sesuatunya bagiku dan bagi setiap orang kalau Dia mengizinkan sesuatu terjadi.

Sejujurnya, di tengah berkat yang Tuhan berikan, terkadang aku menyayangkan uang yang aku gunakan untuk berobat itu. Tapi, aku kembali diingatkan oleh Tuhan melalui orang-orang terdekatku bahwa pemikiran seperti itu tidaklah baik.

Selama proses pengobatan dan dalam kekhawatiranku, aku juga pernah bilang ini kepada Tuhan:

“Tuhan, jika Tuhan mengizinkan sakit ini kualami, dan Tuhan mengizinkan penyakit ini sembuh, aku percaya kalau Tuhan akan cukupkan dana untuk aku bisa jalanin pengobatan sampai aku sembuh.”

Tuhan mendengar doaku! Aku kembali bersyukur karena sampai bulan November 2022 ini semua kebutuhan masih terpenuhi. Pengobatanku juga masih berlangsung sampai aku menuliskan tulisan ini, dan kondisi kesehatanku pun kian membaik. Memang aku tidak langsung serta-merta sembuh, tapi proses yang kulalui ini mengajarkanku hal-hal yang lebih dari sekadar sembuh. Tuhan juga mau imanku tumbuh di dalam-Nya.

Pertolongan Tuhan tidak ada habisnya untuk menguatkanku dalam setiap musim yang aku lalui. Dari yang tidak ada harapan, Dia tumbuhkan harapan dalam hatiku. Dia menolong aku untuk mengubah cara pandangku selama 2 tahun ini. Penerimaan-Nya terhadapku dengan segala kekurangan dan responsku yang tidak benar, sungguh-sungguh menyentuh hatiku untuk bangkit dan bisa menjadi pribadi yang lebih bersyukur dalam setiap situasi.

Terima kasih kepada Tuhan untuk kasih-Nya yang begitu besar!

Di akhir  tulisan ini, aku ingin menutup dengan satu ayat dari 1 Korintus 10:13 yang berkata, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Apapun yang sedang kita alami, ingatlah bahwa Tuhan selalu menyertai dan memberikan yang terbaik untuk kita.

Aku berdoa bagi kita yang membaca tulisan ini. Kiranya kita dapat melihat dan merasakan kekuatan serta pertolongan Tuhan dalam tiap musim hidup kita.

Soli Deo Gloria!

Bagikan Konten Ini
27 replies
  1. Minarti Liana Murni
    Minarti Liana Murni says:

    Amin kk,,, Tuhan Yesus menolongmu slalu,, smngat jadi berkat dan smngat menikmati berkat² Tuhan dalam sgla kondisimu 😇🙏

  2. Evi Yuni Sintia Sinaga
    Evi Yuni Sintia Sinaga says:

    Terima kasih Kak atas tulisannya sangat menginspirasi. Tuhan Yesus memberikati kakak dan keluarga, aminnn🤍🤗

  3. Pupu Huki
    Pupu Huki says:

    Ada amin untuk setiap perkara yg Tuhan beri dalm setiap kehidupan saya dan sy yakin sepenuhnya pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktuNya.

  4. Reina Octa Sitompul
    Reina Octa Sitompul says:

    makasih kak buat kesaksian nya
    Tuhan pasti sembuhkan semua penyakit Yang ada di tubuh kakak
    tetap percaya saya Tuhan dan mengandalkan Tuhan ya kak
    Jangan bosan juga untuk bersaksi lewat hidup kita
    Tuhan berkati selalu kak🫶😇

  5. Indyah Febri
    Indyah Febri says:

    amin,,,makasih kak untuk tulisannya. saat ini aku jg sedang mengalami hal yg sulit dan tetap belajar percaya,,tulisan kakak memberi penguatan untukku,,makasih

  6. Yonathan Joel Sinaga
    Yonathan Joel Sinaga says:

    amin. Percayalah pertolongan kasih Tuhan selalu tepat pada waktu-Nya. Tuhan tidak pernah menempatkan hamba-Nya pada kesulitan yang tidak mam

  7. Yonathan Joel Sinaga
    Yonathan Joel Sinaga says:

    Amin. Percayalah Tuhan pasti menempatkan hamba-Nya pada “kesulitan” yang sesuai dengan kemampuannya masing². Pertolongan Tuhan Yesus pasti tepat pada waktu-Nya. GodBlessUs.

  8. Nathan Ricardo
    Nathan Ricardo says:

    Sangat terenyuh dengan segala kesaksian yang sudsh disampaikan. Tuhan gak berhenti sampai sini kak, inget kata Ayub selalu: Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Haleluya!

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *