Tuhan Peduli dan Menyertai, Tak Peduli Sesibuk Apa Pun Jadwalmu

Oleh Cynthia Sentosa, Surabaya

Hai, bagaimana hari-harimu?

Entah kamu seorang murid sekolah, mahasiswa, atau pejuang pencari nafkah, mungkin kamu merasakan hari-hari yang melelahkan dengan segudang aktivitas. Aku sendiri sebagai mahasiswa semester 5 merasakan hari-hari ini tidaklah mudah.

Ketika awal semester aku merasa cukup percaya diri dan mampu untuk melewati perkuliahanku dengan baik. Aku bisa menata prioritas, antara studi dan aktivitas lainnya. Namun, memasuki bulan September rasa percaya diriku menyusut. Aku kewalahan karena tugas-tugas kuliahku semakin banyak, ditambah lagi dengan jadwal pelayanan yang semakin padat karena aku tergabung dalam paduan suara yang akan menjadi pengisi acara kampus. Bahkan untuk pekerjaan remeh seperti mencuci baju pun aku jadi kewalahan, padahal aku termasuk tipe orang yang terstruktur, bukan tipe deadliner.

Di tengah kewalahan itu, aku sempat mengikuti pertemuan cell group bersama salah satu dosen tutor kami. Rupanya bukan aku saja yang kewalahan, sebagian besar temanku juga merasakannya. Ketika aku mendengarkan sharing mereka dan juga merenungkan kesibukanku, kudapati bahwa tak sedikit dari kami yang terlalu sibuk dengan jadwal kesibukan sehingga kami kurang memperhatikan kesehatan spiritual.

Tanpa menghakimi, dosen tutor kami mendengarkan sharing kami dengan seksama dan tidak menghakimi kami. Dia lalu menanggapi semua cerita kami dengan membagikan ayat dari Efesus 3:20 yang berkata: “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”

Dalam terjemahan versi bahasa Inggris NIV, ada bagian yang menarik: “Now to him who is able to do immeasurably more than all we ask or imagine, according to his power that is at work within us.”

Kata immeasurably menarik untuk kita selidiki. Kata ini berarti “tidak terukur”. Konteks ayat tersebut adalah Paulus sedang menuliskan doanya kepada jemaat di Efesus. Paulus rindu agar mereka memiliki iman yang berakar dalam kasih Kristus dan yakin bahwa Kristus yang mereka percayai adalah Tuhan yang jauh lebih besar daripada yang pernah mereka pikirkan, bahkan kebesaran-Nya tak bisa diukur oleh alat pengukur apa pun.

Melalui ayat ini, dosen tutorku menyampaikan bahwa di tengah padatnya jadwal harian atau rutinitas kita, ada Tuhan yang mengerti apa yang kita rasakan. Bahkan, Dia juga sanggup menolong kita untuk menghadapi setiap tugas dan tanggung jawab yang kita terima. Meskipun kita lelah dan seakan tidak sanggup lagi menjalani hari-hari, selalu ada harapan di dalam Tuhan dan Dia akan memberikan kita sukacita-sukacita tersendiri di tengah kelelahan kita.

Sharing dari dosen tutorku menguatkanku. Aku merasa kembali bersemangat menjalani hari-hariku, meskipun memang jadwalnya semakin sibuk, namun sungguh ada sukacita yang hadir di tengah kelelahanku. Aku bisa menikmati makanan yang kumakan, menikmati taman di kampusku, memandangi langit dengan rasa syukur, dan sebagainya. Pikiran dan perasaan merasa kewalahan memang tidak hilang begitu saja, namun ketika aku menjalani hari yang sibuk itu ada kekuatan dari Tuhan yang memampukanku untuk menjalaninya dengan baik.

Aku rindu kebenaran firman Tuhan juga dapat menguatkan teman-teman sekalian yang saat ini sedang bergumul atau kewalahan dengan semua hal yang terjadi dalam hidup kalian. Entah itu tugas-tugas yang menumpuk, atau kalian merasa lelah dengan relasi bersama teman, keluarga. Tuhan akan memberikan sukacita bagi kita semua.

Namun, kita perlu mengingat juga bahwa di tengah kesibukan yang amat menyita waktu, kita pun perlu bersikap bijaksana. Ada prioritas yang harus kita tetapkan. Mana hal yang dapat dan perlu kita tuntaskan, mana yang harus kita tunda atau lepaskan. Ini beberapa tips singkat dariku yang mungkin bisa menolong kita menghadapi hari yang super sibuk dengan baik:

1. Kita perlu memulai hari bersama Tuhan dengan membaca Alkitab dan berdoa. Katakanlah pada Tuhan bahwa kita membutuhkan Dia sepanjang hari.

2. Kita perlu tetap memperhatikan kesehatan tubuh. Jangan sampai melewatkan waktu makan. Sakit di tengah kesibukan tidaklah enak karena akan menghambat pekerjaan kita.

3. Sempatkanlah beristirahat meskipun hanya sebentar. Istirahat berupa tidur akan menolong tubuh kita tetap bugar. Selain itu, kita juga bisa mengistirahatkan pikiran dengan main, jumpa teman, atau nonton agar pikiran dan suasana hati kita baik.

4. Cari dan bergabunglah dengan komunitas Kristen yang baik. Kehadiran rekan-rekan seiman akan menguatkan, menghibur, dan bersama mereka kita dapat saling mendoakan.

5. Akhiri hari dengan berdoa. Tuhan tidak meminta kita berdoa dengan panjang. Tuhan berkenan atas ucapan syukur kita, yang kita naikkan dari hati sebagai wujud syukur atas penyertaan-Nya sepanjang hari.

Tetap semangat, teman-teman! Tuhan Yesus memberkati.

Bagikan Konten Ini
6 replies
  1. Lamtiur Simamora
    Lamtiur Simamora says:

    Terimakasih sahabat semua, berkat renungan ini saya lebih bijak sana dalam menentukan yg utama dan paling utama . Tetimakasih.
    GBU

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *